Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Nelayan Cilacap Panen Ubur-Ubur, Satu Perahu Bisa Dapat 1 Ton Sehari
Karnaval Agustusan Tak Semarak, Pesanan Jasa Rias dan Sewa Kostum di Banyumas Turun 30 Persen

Karnaval Agustusan Tak Semarak, Pesanan Jasa Rias dan Sewa Kostum di Banyumas Turun 30 Persen

Bisnis Rias dan Kostum Lesu Saat AgustusanBisnis Rias dan Kostum Lesu Saat Agustusan
MERIAS: Any merias dan memasangkan kostum ke anak yang akan tampil menari dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI di lingkungan RTnya, Sabtu (29/8) malam

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun 2026 belum sepenuhnya membawa dampak positif bagi pelaku usaha jasa rias dan penyewaan kostum di wilayah Banyumas timur.

Permintaan terhadap jasa tata rias dan sewa kostum selama momentum Agustusan tahun ini justru mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dirasakan pelaku usaha yang biasanya mendapatkan peningkatan pesanan selama bulan Agustus.

Berkurangnya kegiatan karnaval dalam skala besar membuat kebutuhan masyarakat terhadap kostum dan jasa rias ikut menurun.

Momen pitulasan atau perayaan HUT Kemerdekaan RI selama ini menjadi salah satu periode penting bagi pelaku usaha jasa rias dan persewaan kostum.

Karnaval, pawai, pentas seni, hingga berbagai perlombaan bertema kemerdekaan biasanya membuat masyarakat membutuhkan kostum khusus sekaligus jasa tata rias.

Namun, kondisi tersebut berbeda pada perayaan kemerdekaan tahun 2026. Sejumlah kegiatan karnaval dinilai tidak semeriah tahun sebelumnya sehingga jumlah pesanan yang masuk ke pelaku usaha ikut berkurang.

Pemilik Griya Rias Jelita, Any Anggorowati, mengatakan terdapat perbedaan yang cukup terasa dibandingkan momentum Agustusan tahun lalu.

Penurunan tersebut salah satunya dipengaruhi berkurangnya kegiatan karnaval berskala besar di tingkat desa, kelurahan, maupun kecamatan.

Selain jumlah kegiatan yang berkurang, perubahan konsep kostum yang digunakan dalam berbagai acara juga turut memengaruhi bisnis persewaan kostum.

“Karnaval di sekolah juga sudah berkurang yang memakai baju adat daerah atau profesi, sekarang ramai menggunakan kostum kreasi, seperti bahan daur ulang,” kata Any.

Perubahan tren tersebut memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha jasa rias dan sewa kostum di Banyumas.

Any menyebut jumlah pesanan selama Agustusan 2026 mengalami penurunan cukup signifikan.

“Agustusan tahun 2026 ini penurunan sewa kostum dan rias sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,” imbuh Any.

Penurunan sekitar 30 persen menjadi gambaran bahwa perubahan pola perayaan HUT Kemerdekaan dapat memengaruhi sektor usaha kecil yang selama ini mengandalkan momentum tahunan.

Meski demikian, Griya Rias Jelita tetap mendapatkan sejumlah pesanan sepanjang rangkaian kegiatan pitulasan.

Pesanan yang masuk antara lain berupa penyewaan kostum profesi untuk anak-anak, busana daerah, kostum tari, hingga layanan tata rias.

Sebagian pesanan tersebut berasal dari pelanggan yang sudah menjadi pelanggan tetap.

Keberadaan pelanggan lama menjadi salah satu faktor yang membantu usaha tetap berjalan meskipun permintaan secara keseluruhan mengalami penurunan.

Menurut Any, pelanggan tetap masih membutuhkan jasa rias dan penyewaan kostum untuk berbagai kegiatan masyarakat.

Kondisi tersebut membuat usaha tetap mendapatkan pemasukan meski tidak sebanyak pada perayaan kemerdekaan tahun sebelumnya.

Salah satu perubahan yang terlihat dalam perayaan Agustusan tahun ini adalah tren kostum yang digunakan peserta karnaval.

Jika sebelumnya kostum bertema baju adat daerah atau profesi cukup banyak digunakan, kini kostum kreasi dengan memanfaatkan bahan tertentu, termasuk bahan daur ulang, mulai lebih sering dipilih.

Perubahan tersebut membuat kebutuhan terhadap jasa persewaan kostum konvensional ikut mengalami penyesuaian.

Bagi pelaku usaha persewaan, perubahan tren menjadi tantangan tersendiri.

Mereka harus menyesuaikan koleksi kostum dengan kebutuhan masyarakat agar tetap dapat menarik pelanggan.

Selain tren kostum, berkurangnya jumlah karnaval berskala besar juga berdampak terhadap volume pesanan.

Kegiatan yang biasanya melibatkan banyak peserta otomatis menciptakan kebutuhan kostum dan tata rias dalam jumlah lebih besar.

Ketika kegiatan tersebut berkurang, peluang mendapatkan pesanan dalam jumlah besar juga ikut menurun.

Meski kegiatan karnaval dinilai tidak semeriah tahun sebelumnya, bukan berarti perayaan HUT ke-81 RI di masyarakat berhenti.

Berbagai kegiatan sederhana masih digelar di lingkungan permukiman, termasuk tingkat RT.

Hal tersebut terlihat dari masih adanya pelanggan yang datang ke Griya Rias Jelita pada penghujung Agustus.

Salah seorang pelanggan menggunakan jasa tata rias sekaligus menyewa kostum tari untuk mendukung penampilan dalam kegiatan pitulasan di lingkungan RT tempat tinggalnya.

Pesanan dalam skala kecil seperti itu menjadi sumber pemasukan yang tetap berarti bagi pelaku usaha.

Kegiatan masyarakat di tingkat RT dan lingkungan permukiman menunjukkan bahwa semangat merayakan kemerdekaan masih tetap ada meskipun konsep acaranya mengalami perubahan.

Bagi pelaku UMKM, kegiatan sederhana tersebut juga memberikan peluang untuk tetap mendapatkan pesanan.

Any pun tetap melayani berbagai kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kostum dan tata rias.

Jenis layanan yang tersedia menyesuaikan kebutuhan pelanggan, mulai dari kostum anak-anak, busana daerah, kostum tari, hingga tata rias untuk berbagai kegiatan.

Penurunan pesanan sebesar 30 persen membuat pelaku usaha berharap kegiatan perayaan kemerdekaan pada tahun mendatang dapat kembali lebih semarak.

Semakin banyak kegiatan karnaval, pawai, dan pentas seni diperkirakan dapat membuka lebih banyak peluang bagi usaha jasa rias dan persewaan kostum.

Bagi pelaku usaha, momentum Agustusan merupakan periode penting karena dapat meningkatkan omzet dalam waktu relatif singkat.

Tingginya jumlah kegiatan juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menjangkau pelanggan baru.

Namun, perubahan tren dalam perayaan kemerdekaan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Pelaku usaha perlu mengikuti perkembangan selera masyarakat, termasuk munculnya kostum kreasi dan konsep yang memanfaatkan bahan daur ulang.

Dengan demikian, keberlangsungan usaha jasa rias dan sewa kostum tidak hanya bergantung pada jumlah kegiatan karnaval.

Kemampuan beradaptasi terhadap tren serta mempertahankan pelanggan tetap juga menjadi faktor penting.

Perayaan HUT Kemerdekaan tahun 2026 akhirnya memberikan gambaran bahwa perubahan konsep acara masyarakat dapat berdampak langsung terhadap sektor usaha kecil.

Penurunan pesanan jasa rias dan sewa kostum hingga 30 persen di Banyumas menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas ekonomi lokal sangat berkaitan dengan semaraknya kegiatan masyarakat.

Meski permintaan menurun, pelaku usaha masih mendapatkan pesanan dari berbagai kegiatan, termasuk acara di tingkat RT.

Harapannya, kegiatan pitulasan pada tahun-tahun berikutnya kembali semarak sehingga memberikan peluang lebih besar bagi pelaku UMKM, termasuk usaha jasa rias dan persewaan kostum di Banyumas. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Nelayan Panen Ubur Ubur

Nelayan Cilacap Panen Ubur-Ubur, Satu Perahu Bisa Dapat 1 Ton Sehari