BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Rencana pembukaan SMP Negeri 4 Sokaraja mendapat dukungan dari lima desa di wilayah barat Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.
Usulan tersebut muncul untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan sekolah menengah pertama negeri tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Lima desa yang disebut akan mendapat manfaat langsung dari rencana tersebut yakni Desa Karangnanas, Karangkedawung, Kalikidang, Wiradadi, dan Karangrau.
Salah satu alternatif yang tengah diusulkan adalah memanfaatkan bangunan SD Negeri 2 Karangnanas sebagai lokasi SMP Negeri 4 Sokaraja.
Pemanfaatan gedung sekolah yang sudah tersedia dinilai menjadi solusi realistis di tengah keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Dengan menggunakan fasilitas yang ada, pemerintah tidak harus terlebih dahulu melakukan pengadaan lahan baru yang membutuhkan anggaran cukup besar.
Pj Kepala Desa Karangnanas Suwarto mengatakan, usulan pembukaan SMP Negeri 4 Sokaraja di wilayah Karangnanas merupakan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang) Karangnanas.
Usulan tersebut kemudian diperkuat melalui Musyawarah Desa (Musdes) yang digelar pada 14 Agustus 2026.
Dalam pembahasan tersebut, masyarakat memberikan dukungan terhadap rencana pemanfaatan gedung SD Negeri 2 Karangnanas sebagai lokasi sekolah menengah pertama negeri.
Menurut Suwarto, warga maupun orang tua dan wali murid SD Negeri 2 Karangnanas pada prinsipnya tidak keberatan apabila anak-anak yang saat ini bersekolah di lokasi tersebut nantinya dipindahkan ke SD Negeri 1 Karangnanas atau SD Negeri 3 Karangnanas.
Dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor yang memperkuat usulan tersebut.
“Warga antusias menyambut usulan pembukaan SMP Negeri 4 Sokaraja. Tidak hanya memudahkan warga Karangnanas, warga dari Desa Karangkedawung, Kalikidang, Wiradadi dan Karangrau juga mendapat manfaat langsung terkait kemudahan memasukkan anaknya ke SMP Negeri dengan sistem zonasi,” katanya.
Pembukaan SMP Negeri 4 Sokaraja dinilai dapat memberikan dampak cukup besar bagi masyarakat di wilayah barat Kecamatan Sokaraja.
Selama ini, akses terhadap SMP negeri menjadi salah satu pertimbangan bagi orang tua ketika menentukan sekolah bagi anak.
Kehadiran sekolah negeri baru di lokasi yang lebih dekat diharapkan dapat mengurangi jarak tempuh sekaligus memberikan pilihan pendidikan yang lebih mudah dijangkau.
Selain Karangnanas, empat desa lain yang berpotensi mendapat manfaat langsung adalah Karangkedawung, Kalikidang, Wiradadi dan Karangrau.
Keberadaan sekolah baru juga dinilai relevan dengan penerapan sistem zonasi.
Lokasi sekolah yang lebih dekat dengan permukiman warga dapat membuka peluang lebih besar bagi calon peserta didik di wilayah sekitar untuk memperoleh akses ke SMP negeri.
Karena itu, masyarakat berharap proses pembukaan SMP Negeri 4 Sokaraja dapat segera direalisasikan.
Dari sisi lokasi, Desa Karangnanas menyatakan siap mendukung pemanfaatan gedung SD Negeri 2 Karangnanas.
Suwarto menjelaskan, tanah tempat berdirinya bangunan SD Negeri 2 Karangnanas merupakan Tanah Kas Desa (TKD) Karangnanas.
Apabila bangunan tersebut nantinya dialihkan pemanfaatannya menjadi SMP Negeri 4 Sokaraja, masyarakat telah menyepakati untuk tidak menuntut kompensasi dalam bentuk apa pun.
“Untuk lokasi, kami (Karangnanas) siap. Untuk guru dan tendik menjadi ranah Dinas Pendidikan Banyumas,” terang Suwarto.
Dengan demikian, persoalan lahan dinilai tidak menjadi hambatan utama apabila opsi pemanfaatan gedung SD Negeri 2 Karangnanas disetujui.
Selanjutnya, kebutuhan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan menjadi bagian yang harus disiapkan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas.
Sebelum muncul alternatif pemanfaatan gedung SD Negeri 2 Karangnanas, terdapat rencana pembangunan SMP Negeri 4 Sokaraja di Desa Karangrau.
Namun, rencana tersebut membutuhkan pengadaan lahan terlebih dahulu. Kondisi fiskal daerah yang masih terbatas membuat pengadaan tanah belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Situasi tersebut kemudian mendorong munculnya alternatif penggunaan bangunan sekolah yang sudah tersedia.
Pemanfaatan gedung SD Negeri 2 Karangnanas dianggap dapat mempercepat proses pembukaan sekolah baru karena pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran besar untuk membeli lahan dan membangun gedung dari awal.
Skema tersebut juga berpotensi menjadi solusi sementara maupun jangka panjang, tergantung hasil kajian dan keputusan pemerintah daerah terkait kelayakan bangunan serta kebutuhan fasilitas sekolah.
Selain bangunan utama, kebutuhan fasilitas pendukung juga mulai dipikirkan. Salah satunya adalah lapangan olahraga.
Suwarto mengatakan, Desa Karangnanas memiliki lahan untuk lapangan olahraga yang berada di depan Warung Bambu. Namun, akses jalan menuju lokasi tersebut masih perlu dibenahi.
“Untuk lapangan olahraga ada milik desa depan warung bambu. Hanya masih kurang jalan akses kesana,” pungkasnya.
Masyarakat berharap seluruh persiapan dapat dilakukan sehingga SMP Negeri 4 Sokaraja bisa mulai beroperasi dan menerima peserta didik baru pada tahun depan.
Jika terealisasi, sekolah tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan pendidikan tingkat SMP bagi masyarakat di wilayah barat Sokaraja.
Pembukaan sekolah baru juga diharapkan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan sarana prasarana, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta jumlah calon peserta didik.
Rencana pemanfaatan SD Negeri 2 Karangnanas menjadi SMP Negeri 4 Sokaraja menunjukkan adanya upaya mencari solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Dengan memanfaatkan aset dan fasilitas yang telah tersedia, pembukaan sekolah diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus memperluas akses pendidikan negeri bagi masyarakat. (yda/stch/dda)














