BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Perolehan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purbalingga 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan.
Dari target sebesar Rp1,819 miliar, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.831.300.642 atau sekitar 100,63 persen.
Capaian tersebut sekaligus menjadi perolehan tertinggi Bulan Dana PMI Kabupaten Purbalingga dalam 13 tahun terakhir.
Meski demikian, peningkatan tersebut belum terjadi secara merata karena sejumlah sektor justru mencatat penurunan dibandingkan perolehan pada tahun sebelumnya.
Hasil pengumpulan dana tersebut disampaikan dalam acara serah terima sumbangan Bulan Dana PMI Kabupaten Purbalingga 2025 yang berlangsung di Operation Room Graha Adiguna Purbalingga, Jumat (28/8/2026).
Bendahara Bulan Dana PMI Purbalingga, Sukamto, mengatakan total perolehan kotor pada 2025 mencapai Rp1.831.300.642.
Jumlah tersebut mengalami kenaikan Rp67.265.642 atau sebesar 3,67 persen dibandingkan perolehan pada 2024 yang mencapai Rp1.764.035.000.
“Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebesar Rp67.265.642 atau naik 3,67 persen dari perolehan pendapatan Bulan Dana PMI Tahun 2024 sebesar Rp1.764.035.000,” kata Sukamto.
Di balik kenaikan secara keseluruhan, panitia mencatat masih terdapat sejumlah sektor yang mengalami penurunan perolehan sumbangan.
Berdasarkan laporan panitia, terdapat sembilan sektor yang mengalami penurunan dibandingkan Bulan Dana PMI tahun sebelumnya.
Penurunan terbesar tercatat pada Koordinator Dinnaker dengan selisih sekitar Rp17 juta.
Selanjutnya, Koordinator Bagian Perekonomian Setda mengalami penurunan sekitar Rp13,4 juta.
Koordinator TNI/Polri turun Rp5,14 juta, sedangkan Koordinator Dinkop UKM mengalami penurunan sekitar Rp4,925 juta.
Penurunan juga tercatat pada sektor Dinhub sebesar Rp4,395 juta dan DKK sebesar Rp2,2 juta. Sementara itu, Koordinator Dinporapar mengalami penurunan sekitar Rp7,478 juta.
Dua sektor lainnya yang mencatat penurunan adalah Gabungan Organisasi Wanita sebesar Rp1 juta serta pendapatan lain-lain menggunakan list yang turun sekitar Rp4,75 juta.
Meski terdapat sejumlah sektor yang mengalami penurunan, panitia juga mencatat kenaikan perolehan pada sembilan sektor.
Selain itu, terdapat tiga sektor lainnya yang turut mengalami peningkatan sumbangan.
Kondisi tersebut membuat akumulasi penerimaan secara keseluruhan tetap mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari total dana kotor sebesar Rp1.831.300.642, dana yang akhirnya disetorkan kepada PMI Kabupaten Purbalingga mencapai Rp1.648.171.000.
Nilai tersebut merupakan dana setelah dikurangi sejumlah biaya operasional yang berkaitan dengan pelaksanaan pengumpulan sumbangan.
Biaya operasional panitia tercatat sebesar Rp93.697.400, sedangkan biaya operasional Unit Pengumpul mencapai Rp89.432.600.
Dengan demikian, dana yang diterima PMI Kabupaten Purbalingga dapat digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan dan pelayanan PMI kepada masyarakat.
Pengumpulan Bulan Dana PMI menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan kemanusiaan.
Dana yang terkumpul dapat menjadi bagian penting dalam menunjang operasional serta kegiatan pelayanan PMI di daerah.
Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kabupaten Purbalingga, Fahmi Muhammad Hanif, mengatakan capaian tahun 2025 menjadi rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Pengumpulan dana berlangsung sekitar empat bulan, mulai 1 September 2025 hingga masa perpanjangan yang berakhir pada 31 Desember 2025.
“Angka Rp1,83 miliar lebih yang dihimpun dalam kurun waktu sekitar empat bulan, mulai 1 September hingga masa perpanjangan 31 Desember 2025 ini, merupakan rekor capaian tertinggi,” kata Fahmi yang juga menjabat sebagai Bupati Purbalingga.
Menurut Fahmi, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.
Pengumpulan dana membutuhkan kerja sama antara pemerintah, panitia, unit pengumpul, serta masyarakat yang berpartisipasi memberikan sumbangan.
Capaian lebih dari Rp1,83 miliar juga menunjukkan masih kuatnya semangat gotong royong masyarakat Purbalingga dalam mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Bulan Dana PMI bukan sekadar kegiatan pengumpulan sumbangan. Program tersebut menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu keberlangsungan kegiatan kemanusiaan.
PMI memiliki berbagai kegiatan pelayanan yang membutuhkan dukungan sumber daya, baik dalam penanganan kebencanaan, pelayanan sosial, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya.
Karena itu, dukungan melalui Bulan Dana PMI memiliki arti penting bagi organisasi tersebut.
Rekor perolehan tahun 2025 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempertahankan semangat kepedulian masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga, organisasi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan kemanusiaan.
Di sisi lain, adanya beberapa sektor yang mengalami penurunan menjadi catatan bagi panitia untuk melakukan evaluasi.
Pemetaan terhadap sektor-sektor yang mengalami penurunan dapat menjadi bahan perbaikan dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI selanjutnya.
Dengan total perolehan Rp1.831.300.642, Bulan Dana PMI Kabupaten Purbalingga 2025 berhasil melewati target sekaligus mencatat rekor tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Capaian tersebut menjadi gambaran kuatnya dukungan masyarakat terhadap kegiatan kemanusiaan di Kabupaten Purbalingga. (tya/stch/dda)














