Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
FIFA Buka Investasi Piala Dunia ke Investor, 211 Federasi Dijanjikan Dana 600 Miliar
Nelayan Cilacap Panen Ubur-Ubur, Satu Perahu Bisa Dapat 1 Ton Sehari

Nelayan Cilacap Panen Ubur-Ubur, Satu Perahu Bisa Dapat 1 Ton Sehari

Nelayan Panen Ubur UburNelayan Panen Ubur Ubur
UBUR-UBUR : Nelayan di Cilacap saat mengangkat hasil tangkapan ubur-ubur yang saat ini melimpah di sepanjang pantai di Cilacap

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Nelayan di pesisir Kabupaten Cilacap mendapat tambahan penghasilan dari melimpahnya ubur-ubur di laut dalam beberapa hari terakhir.

Hasil tangkapan ubur-ubur meningkat seiring kondisi cuaca yang relatif cerah dan musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.

Melimpahnya ubur-ubur menjadi peluang tersendiri bagi nelayan pesisir Cilacap.

Meskipun harga jual per kilogram tergolong tidak terlalu tinggi, jumlah tangkapan yang besar membuat komoditas laut tersebut tetap memberikan tambahan pemasukan bagi nelayan.

Salah seorang nelayan asal Cilacap, Kirman, mengatakan ubur-ubur mulai banyak ditemukan sekitar satu pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi ketika cuaca di wilayah pesisir cukup cerah.

“Ubur-ubur mulai banyak itu kurang lebihnya sekitar satu pekan terakhir ini,” ujar Kirman, Sabtu (29/8).

Menurut Kirman, banyaknya ubur-ubur yang muncul membuat hasil tangkapan nelayan mengalami peningkatan.

Dalam kondisi tertentu, satu perahu kecil bahkan dapat membawa pulang sekitar satu ton ubur-ubur dalam satu hari.

Namun, hasil tangkapan tersebut tidak selalu sama setiap harinya. Jumlah ubur-ubur yang berhasil ditangkap tetap bergantung pada kondisi laut serta keberuntungan nelayan saat melaut.

“Paling satu ton (sehari), itu hitungan rata-rata untuk satu perahu kecil. Tapi tidak tentu, tergantung kondisi rezeki dan kondisi laut,” lanjutnya.

Setelah ditangkap dari laut, ubur-ubur tersebut kemudian dibawa ke daratan untuk dijual kepada pengepul.

Berdasarkan keterangan nelayan, harga ubur-ubur di tingkat pengepul berada di kisaran Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram.

Harga tersebut memang relatif rendah apabila dibandingkan dengan sejumlah hasil laut lainnya.

Namun, melimpahnya jumlah ubur-ubur membuat komoditas tersebut tetap menarik untuk ditangkap.

Dengan hasil rata-rata sekitar satu ton dalam sehari, nelayan masih memiliki peluang mendapatkan pemasukan tambahan dari tangkapan ubur-ubur.

Besarnya pendapatan tentu bergantung pada jumlah tangkapan dan harga yang diterima nelayan pada hari tersebut.

Kondisi tersebut menjadi salah satu sumber rezeki tambahan bagi nelayan di tengah aktivitas melaut yang sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim.

Melimpahnya hasil tangkapan juga terlihat dari aktivitas para pengepul ubur-ubur di pesisir Cilacap.

Salah seorang pengepul, Marni, mengatakan pasokan ubur-ubur yang diterimanya dari nelayan saat ini cukup banyak.

Dalam satu hari, Marni bahkan dapat menampung hingga 25 ton ubur-ubur dari sejumlah nelayan.

“Kalau pasokan dari nelayan, saya sendiri bisa mencapai 25 ton per hari,” ungkap Marni.

Ubur-ubur yang dibawa nelayan kemudian ditimbang sebelum masuk ke tempat penampungan.

Proses penimbangan dilakukan menggunakan keranjang plastik yang menjadi salah satu bagian dari aktivitas pengumpulan hasil tangkapan.

Banyaknya pasokan tersebut menunjukkan bahwa kemunculan ubur-ubur saat ini tidak hanya dirasakan oleh satu atau dua nelayan.

Hasil tangkapan yang masuk ke pengepul juga mengalami peningkatan sehingga mampu mencapai puluhan ton dalam sehari.

Bagi pengepul, pasokan yang besar menjadi peluang untuk menjalankan aktivitas perdagangan komoditas tersebut.

Sementara bagi nelayan, melimpahnya ubur-ubur menjadi kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Fenomena ubur-ubur melimpah di perairan Cilacap menjadi perhatian karena memberikan dampak ekonomi langsung bagi nelayan.

Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana perubahan musim dan kondisi laut dapat menghadirkan peluang berbeda bagi masyarakat pesisir.

Nelayan tidak hanya mengandalkan satu jenis hasil tangkapan. Ketika komoditas tertentu sedang melimpah, hasil tersebut dapat menjadi sumber pendapatan tambahan selama kondisi laut memungkinkan untuk melaut.

Musim ubur-ubur kali ini juga memberikan keuntungan dari sisi volume.

Walaupun harga per kilogram berada pada kisaran Rp800-Rp1.000, hasil tangkapan yang mencapai ratusan kilogram hingga satu ton membuat nilai ekonominya tetap diperhitungkan.

Di sisi lain, aktivitas penangkapan ubur-ubur tetap memiliki ketergantungan tinggi terhadap kondisi alam.

Nelayan tidak dapat memastikan jumlah tangkapan setiap hari karena keberadaan ubur-ubur di laut dapat berubah mengikuti kondisi perairan dan cuaca.

Kirman mengatakan hasil tangkapan satu perahu kecil sekitar satu ton hanya merupakan gambaran rata-rata.

Pada hari tertentu, hasil tersebut dapat lebih sedikit atau lebih banyak. Hal serupa juga menjadi pertimbangan dalam aktivitas pengepul.

Pasokan hingga 25 ton per hari menunjukkan tingginya volume ubur-ubur yang saat ini berhasil ditangkap nelayan.

Namun, kondisi tersebut belum tentu berlangsung dalam waktu panjang.

Bagi masyarakat pesisir Cilacap, melimpahnya ubur-ubur menjadi rezeki tambahan bagi nelayan.

Selama cuaca mendukung dan kondisi laut memungkinkan, komoditas tersebut dapat terus dimanfaatkan sebagai salah satu sumber penghasilan.

Fenomena ini sekaligus memperlihatkan bahwa potensi hasil laut di pesisir Cilacap cukup beragam.

Nelayan memanfaatkan peluang yang tersedia berdasarkan kondisi laut dan musim yang sedang berlangsung.

Dengan hasil tangkapan yang bisa mencapai satu ton per perahu kecil dalam sehari serta pasokan pengepul yang mencapai puluhan ton, musim ubur-ubur di Cilacap menjadi salah satu momentum ekonomi bagi nelayan setempat.

Namun, keberlanjutan hasil tangkapan tetap sangat bergantung pada kondisi cuaca, laut, dan keberadaan ubur-ubur di perairan Cilacap.

Nelayan pun harus terus menyesuaikan aktivitas melaut dengan kondisi alam agar dapat memperoleh hasil tangkapan secara optimal. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ceko Dukung Rencana Investasi FIFA

FIFA Buka Investasi Piala Dunia ke Investor, 211 Federasi Dijanjikan Dana 600 Miliar