Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pemerintah Pusat Ubah Skema Pemekaran Banyumas, Kota Purwokerto Jadi Prioritas
Sekolah Rakyat Majenang Dibuka 31 Agustus 2026, Kuota SMP dan SMA Sudah Penuh

Sekolah Rakyat Majenang Dibuka 31 Agustus 2026, Kuota SMP dan SMA Sudah Penuh

Sekolah Rakyat Siap DibukaSekolah Rakyat Siap Dibuka
SIAP DIBUKA : Bangunan Sekolah Rakyat di Majenang Cilacap hampir selesai dan siap memulai kegiatan belajar mengajar

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sekolah Rakyat di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai Senin, 31 Agustus 2026.

Persiapan sekolah yang menjadi bagian dari program pendidikan pemerintah tersebut kini terus dimatangkan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun kesiapan siswa dan tenaga pendidik.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Cilacap, Annisa Fabriana, mengatakan progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat Majenang telah mencapai sekitar 96 persen.

Selain pembangunan gedung, pemerintah daerah juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung dimulainya kegiatan belajar mengajar.

“Baik fisik maupun persiapan lainnya, seperti rekrutmen siswa, kepala sekolah serta guru, insya Allah sudah dipersiapkan,” kata Annisa, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Majenang dijadwalkan dimulai pada 31 Agustus 2026.

Pembukaan tahun ajaran baru Sekolah Rakyat tersebut akan dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah.

Pembukaan juga direncanakan dilakukan secara virtual oleh Presiden Republik Indonesia.

Wakil Menteri Sosial dijadwalkan hadir langsung di Majenang dalam momentum pembukaan tersebut.

Kehadiran Sekolah Rakyat di Majenang diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Konsep pendidikan yang diterapkan juga diharapkan mampu memberikan lingkungan belajar yang lebih terarah bagi peserta didik.

Sekolah Rakyat Majenang memiliki beberapa jenjang pendidikan.

Berdasarkan persiapan yang dilakukan pemerintah daerah, sekolah tersebut menyediakan empat kelas SMA, empat kelas SMP, dan satu kelas SD.

Setiap kelas dirancang menampung sekitar 30 siswa. Dengan komposisi tersebut, Sekolah Rakyat Majenang memiliki kapasitas pendidikan yang cukup besar untuk tahap awal pelaksanaan program.

Untuk jenjang SMP dan SMA, kuota peserta didik dilaporkan sudah terpenuhi. Sementara itu, proses evaluasi masih dilakukan untuk jenjang SD.

Evaluasi tersebut berkaitan dengan penerapan sistem pendidikan yang menggunakan konsep asrama.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan kesiapan peserta didik sekaligus berbagai fasilitas pendukung sebelum seluruh proses pembelajaran berjalan secara optimal.

Dari sisi tenaga pendidik, kepala sekolah Sekolah Rakyat Majenang telah ditetapkan secara resmi. Namun, proses rekrutmen guru tetap masih berlangsung.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pengajar pada tahap awal, kegiatan belajar mengajar akan dibantu oleh guru tamu dari sejumlah sekolah di Kabupaten Cilacap.

Rekrutmen guru secara resmi direncanakan dilakukan pada September 2026.

Dengan skema tersebut, kegiatan pembelajaran tetap dapat dimulai sesuai jadwal meskipun proses pemenuhan tenaga pendidik secara permanen masih berjalan.

Annisa menjelaskan bahwa persiapan sumber daya manusia menjadi bagian penting agar kegiatan pendidikan di Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai tujuan program.

Dari sisi infrastruktur, pembangunan Sekolah Rakyat Majenang telah mencapai sekitar 96 persen.

Artinya, sebagian besar pekerjaan fisik sekolah telah diselesaikan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Pemerintah daerah terus memastikan berbagai kebutuhan sekolah dapat dipenuhi sehingga proses pendidikan tidak terganggu ketika siswa mulai masuk pada akhir Agustus.

Sekolah Rakyat sendiri diharapkan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik.

Dengan konsep yang diterapkan, sekolah tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Cilacap menaruh harapan besar terhadap keberadaan Sekolah Rakyat Majenang.

Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Annisa berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Majenang dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Melalui pendidikan yang lebih terarah, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan meningkatkan masa depan mereka.

Program tersebut pada akhirnya diharapkan dapat ikut memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Dengan pembangunan fisik yang telah mencapai 96 persen, kuota SMP dan SMA yang sudah terpenuhi, serta persiapan kepala sekolah dan guru yang terus dilakukan, Sekolah Rakyat Majenang kini bersiap memasuki tahap baru.

KBM dijadwalkan mulai 31 Agustus 2026, menjadi awal pelaksanaan pendidikan bagi peserta didik di sekolah tersebut. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemekaran Diarahkan Jadi Dua Daerah

Pemerintah Pusat Ubah Skema Pemekaran Banyumas, Kota Purwokerto Jadi Prioritas