Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Nina Drama Mengaku Diteror Penguntit, Sampai Minta Bantuan Bos UFC Dana White
Kebumen Travel Mart 2026 Digelar di Benteng Van Der Wijck, Dorong Wisata dan UMKM

Kebumen Travel Mart 2026 Digelar di Benteng Van Der Wijck, Dorong Wisata dan UMKM

Kebumen Memiliki Modal BesarKebumen Memiliki Modal Besar

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Upaya memperkuat sektor pariwisata, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif Kabupaten Kebumen kembali digaungkan melalui penyelenggaraan Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Festival of Culture 2026.

Kegiatan tersebut resmi dibuka di kawasan bersejarah Benteng Van Der Wijck, Gombong, Kamis (27/8/2026).

Opening ceremony kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat, Menteri Koperasi RI Dr Ferry Joko Juliantono, Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, serta Dandim 0709/Kebumen Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono.

Ribuan masyarakat dan tamu undangan turut memadati kawasan Benteng Van Der Wijck.

Kehadiran masyarakat membuat agenda tersebut menjadi salah satu etalase untuk memperkenalkan berbagai potensi Kabupaten Kebumen, mulai dari destinasi wisata, kekayaan budaya, hingga produk unggulan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Pemilihan Benteng Van Der Wijck sebagai lokasi penyelenggaraan Kebumen Travel Mart dan Gombong Festival of Culture 2026 dinilai memiliki makna strategis.

Selain dikenal sebagai kawasan bersejarah, benteng yang berada di Gombong tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata unggulan sekaligus ruang untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin Darojat mengatakan Kebumen memiliki modal besar untuk terus tumbuh melalui kekayaan alam, warisan sejarah, kebudayaan, pariwisata, serta produk UMKM yang memiliki daya saing.

“Kita semua patut bersyukur, Kebumen dikaruniai kekayaan alam, warisan sejarah yang bernilai tinggi, serta produk UMKM unggulan yang berdaya saing di pasaran,” ujar Achiruddin.

Menurutnya, Benteng Van Der Wijck bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga dapat menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekonomi kreatif daerah.

“Oleh karena itu, sangat tepat kegiatan ini diselenggarakan di Benteng Van Der Wijck karena memiliki nilai sejarah yang kuat, sekaligus ruang strategis untuk memajukan ekonomi kreatif daerah,” lanjutnya.

Pengembangan sektor pariwisata, menurut Pangdam, tidak dapat dipisahkan dari penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.

Ketika jumlah wisatawan meningkat, peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha juga semakin terbuka.

Pelaku UMKM di Kebumen didorong untuk terus melakukan inovasi, mempertahankan kualitas produk, serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.

Produk lokal diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pasar daerah, tetapi juga memiliki peluang untuk berkembang ke tingkat nasional bahkan global.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif.

Melalui kegiatan seperti Kebumen Travel Mart, berbagai potensi daerah dapat dipromosikan secara lebih luas.

Wisatawan tidak hanya mendapatkan pengalaman berkunjung ke destinasi, tetapi juga dapat mengenal produk lokal serta kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Kebumen.

Selain memberikan perhatian terhadap pengembangan UMKM, Pangdam IV/Diponegoro juga menyoroti peran generasi muda dalam memperkenalkan identitas daerah.

Generasi muda Kebumen dinilai memiliki peluang besar untuk membawa kekayaan lokal ke dalam bentuk yang lebih modern.

Perkembangan teknologi dan media digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, kesenian, tradisi, serta destinasi wisata Kebumen kepada masyarakat yang lebih luas.

Namun, modernisasi tersebut diharapkan tidak membuat generasi muda meninggalkan nilai-nilai luhur dan identitas daerah.

“Oleh karena itu, melalui kesempatan yang baik ini, saya mengajak kita semua untuk mendukung UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, menjaga mutu, serta beradaptasi dengan zaman,” kata Achiruddin.

Ia juga mengajak generasi muda menjadikan identitas lokal sebagai modal untuk tampil modern dan kompetitif di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur daerah.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah semakin ketatnya persaingan industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Produk lokal membutuhkan inovasi dan strategi promosi yang mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah.

Kabupaten Kebumen memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata.

Kekayaan alam, destinasi wisata, budaya, serta peninggalan sejarah menjadi modal penting untuk membangun industri pariwisata daerah.

Benteng Van Der Wijck menjadi salah satu contoh kawasan yang memiliki perpaduan antara sejarah dan potensi wisata.

Dengan kegiatan festival dan promosi wisata yang diselenggarakan di kawasan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal sekaligus ikut menjaga keberadaan aset budaya dan sejarah daerah.

Pengembangan destinasi wisata juga berpotensi memberikan efek ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Wisatawan yang datang membutuhkan berbagai layanan, mulai dari transportasi, akomodasi, makanan dan minuman, hingga produk oleh-oleh dan kerajinan.

Karena itu, pengembangan pariwisata secara terintegrasi dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar.

Pangdam berharap Benteng Van Der Wijck dan berbagai potensi wisata lain di Kebumen terus dikembangkan secara kolaboratif.

Pengembangan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi dapat menghasilkan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Warga Gombong dan wilayah sekitarnya menjadi salah satu pihak yang diharapkan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas pariwisata.

Kebumen Travel Mart dan Gombong Festival of Culture 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan unsur pariwisata, budaya, UMKM, dan ekonomi kreatif dalam satu kegiatan.

Promosi potensi daerah diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Kebumen sebagai tujuan wisata sekaligus memperluas pasar produk lokal.

Dengan dukungan berbagai pihak dan konsistensi dalam menjaga kualitas destinasi serta produk UMKM, potensi Kebumen dinilai dapat berkembang lebih jauh.

Identitas budaya dan kekayaan sejarah daerah juga dapat menjadi keunggulan yang membedakan Kebumen dari daerah wisata lainnya.

Penyelenggaraan KTM dan Gombong Festival of Culture 2026 di Benteng Van Der Wijck pada akhirnya bukan hanya menjadi agenda hiburan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah, memperkuat ekonomi kreatif, serta mendorong pariwisata yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Diteror Penguntit, Dapat Bantuan Presiden UFC

Nina Drama Mengaku Diteror Penguntit, Sampai Minta Bantuan Bos UFC Dana White