Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kebakaran Rumah di Kesugihan Cilacap, Karena Lupa Matikan Tungku

Rumah tebakar akibat lalai matikan tungkuRumah tebakar akibat lalai matikan tungku

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah insiden kebakaran rumah terjadi di Jalan Beo, Desa Slarang, Kecamatan Kesugihan, pada Rabu (21/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Kebakaran ini diduga disebabkan oleh kelalaian pemilik rumah yang tidak mematikan api di tungku kayu setelah selesai memasak.

Pemilik rumah diketahui sedang memasak air menggunakan tungku kayu. Setelah selesai, ia meninggalkan rumah untuk menjemput anaknya dari sekolah tanpa memastikan bahwa api di dalam tungku sudah benar-benar padam.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Cilacap, Supriyadi, menjelaskan bahwa kelalaian ini menyebabkan api di tungku terus menyala, yang kemudian memicu kebakaran.

“Pemilik rumah diduga lalai untuk memastikan api di dalam tungku kayu sudah padam atau belum, dan pergi menjemput anaknya,” kata Supriyadi.

Sekitar waktu yang sama, salah satu penghuni rumah yang hendak menuju kamar mandi terkejut melihat api sudah membakar bagian dapur rumah dan terus membesar.

Menyadari bahayanya, penghuni tersebut segera menghubungi Pos Damkar Cilacap, yang langsung merespon dengan cepat.

“Saksi segera menghubungi Pos Damkar Cilacap dan segera kami tindak lanjuti,” tambah Supriyadi.

Pos Damkar Cilacap segera mengirimkan satu unit mobil pemadam kebakaran dengan empat personel dan dibantu dua relawan.

“Quick response kami 15 menit dari pelaporan dan segera melakukan penanganan serta pendataan,” lanjut Supriyadi.

Tim pemadam kebakaran yang tiba di lokasi dalam waktu sekitar 15 menit langsung melakukan pemadaman api.

Meski api berhasil dipadamkan sebelum merembet lebih jauh, kebakaran ini tetap menimbulkan kerugian yang cukup besar.

Berdasarkan hasil pendataan dari tim pemadam kebakaran, diduga penyebab kebakaran adalah tungku kayu yang tidak dimatikan dengan sempurna.

“Dari hasil pendataan, kemungkinan penyebab kebakaran adalah tungku kayu yang tidak tuntas dimatikan,” terang Supriyadi.

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 5 juta. Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam menggunakan api di rumah, terutama saat menggunakan tungku kayu untuk memasak.

Dengan cepatnya tanggapan dari pihak pemadam kebakaran, kebakaran tersebut tidak meluas, namun tetap menyisakan kerugian material bagi pemilik rumah. Kejadian ini juga memberikan pelajaran kepada masyarakat tentang pentingnya memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan tempat tersebut. (jul/stch)

Berita Sebelumnya
Proyeksi pertumbuhan ekonomi ri 2025 dipangkas

Bank Indonesia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025, Ini Alasannya

Berita Selanjutnya
Img 20250602 wa0026

Inovasi Perwira Kilang Cilacap Bersinar di APQ Awards 2025