Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Luasan Tanam Padi Cimanggu Lampaui Target, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Luasan tanam padi cimanggu lampaui target, dorong ketahanan pangan nasionalLuasan tanam padi cimanggu lampaui target, dorong ketahanan pangan nasional

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, mencatatkan capaian positif dalam sektor pertanian pada Musim Tanam Kedua (MT2) tahun 2025. Hingga pertengahan Mei, Luas Tambah Tanam (LTT) padi telah mencapai 3.473 hektare, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Cimanggu, Windi Haryanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi aktif antara petani, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian, serta dukungan dari berbagai pihak terkait.

Menurutnya, keterlibatan lintas sektor dalam mendampingi petani secara langsung menjadi kunci keberhasilan LTT tahun ini.

“Hingga bulan Mei 2025, luas tanam tambah untuk Kecamatan Cimanggu telah mencapai target,” kata Windi saat dikonfirmasi pada Selasa (20/5).

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Cimanggu dalam melampaui target tanam ini juga telah menarik perhatian pemerintah pusat.

Kementerian Pertanian melalui Penanggung Jawab (PJ) Swasembada Pangan Kabupaten Cilacap melakukan kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan proses berjalan sesuai standar.

“Kementerian Pertanian melalui PJ Swasembada Pangan Kabupaten Cilacap sudah melakukan monev, dan memastikan kalau LTT di Cimanggu berjalan dengan baik dan lancar,” jelasnya.

Monitoring dan evaluasi dari Kementerian Pertanian tersebut dinilai penting untuk memberikan kepastian bahwa program nasional peningkatan produksi pangan benar-benar diimplementasikan dengan baik di tingkat tapak, terutama dalam konteks pencapaian swasembada pangan nasional.

Lebih lanjut, Windi menekankan bahwa keberhasilan dalam penambahan luas tanam bukan sekadar pencapaian angka, melainkan juga berdampak langsung terhadap keberlanjutan produksi pangan, terutama padi, di wilayah Kecamatan Cimanggu.

Stabilitas produksi ini menjadi bagian penting dalam upaya mempertahankan ketahanan pangan daerah yang turut berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.

“Untuk menjaga stabilitas produksi padi, kita minta para petani aktif memelihara tanaman serta mengantisipasi hama dan penyakit yang berpotensi menyerang,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada musim tanam kedua, risiko serangan hama seperti wereng, penggerek batang, hingga penyakit hawar daun cukup tinggi, terutama pada wilayah dengan kelembapan udara tinggi. Oleh karena itu, ia mendorong petani untuk rutin melakukan pengecekan dan menjaga sanitasi lahan pertanian.

Keberhasilan Cimanggu menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antarstakeholder bisa menghasilkan peningkatan produktivitas sektor pertanian secara signifikan.

Selain itu, keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi bagi kecamatan lain di Cilacap untuk terus memperluas area tanam dan menjaga keberlanjutan produksi padi.

Cimanggu sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di wilayah Cilacap bagian barat. Dengan kondisi geografis yang relatif mendukung, serta akses air irigasi yang cukup stabil, potensi pengembangan pertanian di wilayah ini cukup menjanjikan.

Terlebih dengan adanya dukungan program dari pemerintah pusat, penguatan sektor pertanian di Cimanggu bisa menjadi model percontohan.

Kegiatan LTT juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga pasokan beras di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi ancaman krisis pangan global.

Dalam konteks ini, peningkatan kapasitas produksi di tingkat kecamatan seperti Cimanggu sangat berperan dalam memperkuat kemandirian pangan.

Ke depan, langkah yang harus diantisipasi adalah menjaga agar hasil panen sesuai dengan target produktivitas. Selain faktor pengendalian hama dan cuaca, dukungan dalam bentuk sarana prasarana pertanian seperti alat panen modern, akses pasar, dan permodalan juga sangat dibutuhkan.

Jika tren positif seperti yang ditunjukkan Cimanggu bisa direplikasi di wilayah lain, maka tujuan besar menuju swasembada pangan nasional akan semakin dekat. Keberhasilan musim tanam kedua ini bukan hanya milik petani Cimanggu, tetapi juga menjadi harapan bagi pertanian berkelanjutan di Indonesia. (jul/stch)

Berita Sebelumnya
Tegaskan formasi resmi band kotak

Cella Menang Gugatan Sengketa Formasi Pendiri Band Kotak

Berita Selanjutnya
Hendak tawuran 12 remaja diamankan

Diduga Akan Tawuran, 12 Remaja di Kejobong Purbalingga Diamankan Polisi dan Warga