BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Setelah lima tahun mengalami kerusakan parah, jalan Rancamaya di Kecamatan Cilongok akhirnya akan mendapatkan perbaikan yang sudah lama dinanti oleh masyarakat.
Ruas jalan yang menghubungkan Rancamaya dengan Gunung Lurah ini, selain berfungsi sebagai jalur alternatif menuju pusat kota, juga menjadi jalur vital bagi aktivitas warga sehari-hari.
Kondisi jalan yang rusak parah selama bertahun-tahun telah menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengguna jalan, terutama karena membahayakan keselamatan mereka.
Kerusakan pada jalan Rancamaya-Gunung Lurah semakin hari semakin memburuk, dengan lubang-lubang yang semakin banyak dan melebar.
Keadaan menjadi lebih berbahaya saat malam hari karena kurangnya penerangan di sepanjang jalan tersebut. Dalam kondisi gelap, risiko kecelakaan meningkat tajam dan hal ini menjadi keresahan utama bagi warga setempat.
Yono, seorang warga Rancamaya yang telah tinggal di wilayah tersebut selama 60 tahun, menyampaikan kekhawatirannya kepada awak media pada Rabu (6/8).
“Iya, jalan emang udah rusak sudah lama, lima tahunan inilah. Dulu bolongnya cuma beberapa, sekarang makin banyak dan lebar. Udah mah kalo malam gelap, ditambah jalan rusak. Bahaya banget,” ungkap Yono dengan nada prihatin.
Menurut Yono, keluhan mengenai kondisi jalan ini sebenarnya sudah sering disampaikan dalam berbagai forum musyawarah desa maupun langsung kepada pemerintah setempat. Namun hingga kini belum ada langkah nyata yang diambil untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.
“Warga udah banyak yang ngeluh dan ngadu juga kok. Tapi ya begitu aja, belum ada perbaikan besar. Hanya tambal sulam aja kadang-kadang,” tambahnya.
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Subkoordinator Pembangunan Jalan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan perbaikan jalan ini dalam usulan anggaran pusat.
“Ruas jalan Rancamaya–Gunung Lurah ini sudah kita ajukan untuk ditangani. Total anggaran yang kita usulkan sekitar Rp 17 miliar, dan saat ini proses administrasinya sudah berjalan,” ujar Rusli kepada media.
Rusli menambahkan bahwa proyek perbaikan tersebut ditargetkan dapat dimulai pada bulan Agustus 2025 ini.
Jalur ini memiliki arti strategis karena selain menjadi akses utama bagi masyarakat setempat juga merupakan jalur penting untuk distribusi hasil pertanian dari wilayah tersebut.
“Rancamaya ini kan wilayah produktif, banyak lahan pertanian. Jalan itu sangat penting bagi masyarakat. Jadi harapannya bulan Agustus ini bisa mulai pengerjaan,” jelas Rusli sambil menghimbau agar masyarakat tetap bersabar dan berhati-hati selama berkendara melewati ruas tersebut sebelum perbaikan selesai.
Realisasi proyek ini tentunya diharapkan dapat menjadi solusi atas masalah kerusakan jalan yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Dengan adanya perbaikan dan pemeliharaan yang baik diharapkan dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan para pengguna jalan sehingga aktivitas harian warga dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Selain itu kondisi jalan yang baik pastinya akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi desa termasuk aktivitas distribusi hasil pertanian lokal.
Pada akhirnya warga berharap agar janji perbaikan ini benar-benar direalisasikan sesuai jadwal sehingga tidak hanya sekadar wacana semata seperti sebelumnya.
Optimisme akan perubahan signifikan terhadap kualitas infrastruktur desa menjadi semangat tersendiri bagi masyarakat Rancamaya yang selama ini harus bersabar menghadapi tantangan infrastuktur dasar dalam kehidupan sehari-hari mereka. (zet/stch)
















