Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Alifa Bilqis Fadilah Juara Taekwondo Piala KONI Pusat, Buah Latihan Sejak 2023
Lintasan Jogging Track GOR Satria Rusak, 7 Miliar Diusulkan untuk Tartan Baru

Lintasan Jogging Track GOR Satria Rusak, 7 Miliar Diusulkan untuk Tartan Baru

GOR Satria Diusulkan Rp11 MiliarGOR Satria Diusulkan Rp11 Miliar

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas berencana meningkatkan fasilitas olahraga di GOR Satria Purwokerto.

Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas mengusulkan anggaran sebesar Rp11 miliar untuk renovasi sejumlah fasilitas utama pada tahun depan.

Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp7 miliar diprioritaskan untuk penggantian lintasan jogging track, sedangkan Rp4 miliar dialokasikan untuk pembenahan rumput stadion.

Rencana tersebut diharapkan membuat fasilitas olahraga di GOR Satria kembali lebih representatif untuk latihan atlet maupun penyelenggaraan berbagai event olahraga.

Kepala UPTD Sarpras Olahraga GOR Satria, Ade Bahtiar, mengatakan penggantian lintasan menjadi kebutuhan yang cukup mendesak.

Lintasan yang saat ini digunakan disebut belum pernah diganti sejak era 1990-an sehingga kondisinya sudah mengalami penurunan.

Kondisi lintasan jogging track menjadi salah satu perhatian utama dalam rencana renovasi GOR Satria.

Menurut Ade, permukaan lintasan saat ini sudah tidak representatif untuk menunjang aktivitas olahraga secara optimal.

Kondisi tersebut semakin terasa ketika Banyumas mengalami kemarau panjang. Lintasan menjadi berdebu sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna ikut terganggu.

Ade mengatakan penggunaan material Tartan menjadi pilihan dalam rencana pembaruan lintasan.

Material tersebut telah digunakan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah sebagai permukaan lintasan olahraga.

“Hampir semua wilayah di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, Kudus, Jepara, Kebumen, Cilacap, Batang itu sudah menggunakan Tartan,” jelas Ade.

Penggantian lintasan bukan hanya ditujukan untuk memperbaiki tampilan fasilitas.

Lebih dari itu, pembaruan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana latihan dan mendukung kegiatan atletik di Banyumas.

Kondisi lintasan yang kurang baik juga disebut pernah menimbulkan persoalan saat digunakan dalam kegiatan olahraga.

Ade mengatakan, pada salah satu event cabang olahraga atletik pada Agustus 2026, terdapat atlet yang terjatuh ketika menggunakan lintasan jogging track GOR Satria.

“Jadi pada saat event Agustus kemarin untuk cabor atletik, ada atlet yang terjatuh di lintasan jogging track,” ujarnya.

Kejadian tersebut menjadi salah satu gambaran mengenai pentingnya peningkatan kualitas fasilitas olahraga.

Terlebih, GOR Satria tidak hanya digunakan untuk kegiatan olahraga masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan event olahraga.

Dengan kondisi lintasan yang sudah berusia puluhan tahun, pembaruan dinilai menjadi langkah penting agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara lebih optimal.

Dalam usulan renovasi tahun depan, lintasan jogging track mendapatkan porsi anggaran terbesar, yakni sekitar Rp7 miliar.

Sementara itu, sekitar Rp4 miliar dialokasikan untuk pembenahan rumput stadion.

Usulan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah menempatkan kualitas lintasan sebagai salah satu prioritas dalam peningkatan fasilitas GOR Satria.

Sebelumnya, rencana peremajaan GOR Satria memang telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pembaruan fasilitas diharapkan dapat membuat stadion lebih representatif untuk kegiatan olahraga di berbagai tingkatan.

Dengan adanya lintasan baru berbahan Tartan, fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan atlet yang menjalani latihan maupun mengikuti kompetisi.

Perbaikan lintasan GOR Satria juga diharapkan memberikan dampak lebih luas terhadap kegiatan olahraga di Kabupaten Banyumas.

Ade menilai fasilitas yang lebih baik dapat membuka peluang bagi Banyumas untuk menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga dengan skala lebih besar.

“Dengan adanya perbaikan lintasan jogging track, saya yakin bisa membuka kesempatan event-event besar digelar di Kabupaten Banyumas,” jelasnya.

Peluang tersebut menjadi penting karena penyelenggaraan event olahraga tidak hanya memberikan ruang kompetisi bagi atlet lokal.

Kehadiran event juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung, seperti penginapan, kuliner, transportasi, serta usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

GOR Satria sebagai salah satu fasilitas olahraga utama di Purwokerto memiliki posisi strategis untuk mendukung aktivitas tersebut.

Selain membuka peluang menjadi tuan rumah event olahraga, pembenahan GOR Satria juga diharapkan berdampak terhadap perkembangan prestasi atlet Banyumas.

Fasilitas latihan yang memadai menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan olahraga.

Atlet membutuhkan tempat latihan yang aman dan sesuai kebutuhan cabang olahraga yang ditekuni.

Ade optimistis penggunaan lintasan Tartan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan prestasi olahraga Kabupaten Banyumas.

“Dengan adanya perbaikan lintasan lari menggunakan Tartan, akan otomatis akan meningkatkan prestasi Kabupaten Banyumas,” pungkasnya.

Meski demikian, peningkatan prestasi tetap membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan.

Fasilitas olahraga menjadi salah satu pendukung, sementara program latihan, kompetisi, pembinaan atlet, serta dukungan berbagai pihak juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

Rencana renovasi senilai Rp11 miliar menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di Banyumas.

Lintasan Tartan menjadi prioritas karena kondisi lintasan lama dinilai sudah tidak memadai setelah digunakan sejak era 1990-an.

Dengan pembenahan lintasan dan rumput stadion, GOR Satria diharapkan kembali menjadi fasilitas olahraga yang lebih representatif bagi masyarakat dan atlet.

Tidak hanya digunakan untuk latihan rutin, GOR Satria juga diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan kompetisi dengan skala yang lebih besar.

Jika rencana tersebut terealisasi, pembaruan lintasan menjadi salah satu perubahan penting bagi fasilitas olahraga di Purwokerto.

Tantangannya kemudian adalah memastikan sarana yang telah diperbaiki dapat dirawat secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Bagi Banyumas, pembenahan GOR Satria bukan sekadar memperbaiki lintasan lari.

Lebih jauh, proyek tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Banyumas menjadi tuan rumah berbagai event olahraga. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dari Podium Ketiga, Alifa Bilqis Kini Juara Nasional

Alifa Bilqis Fadilah Juara Taekwondo Piala KONI Pusat, Buah Latihan Sejak 2023