Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
KM Surya A Terbalik Dihantam Ombak Besar di PPNP Pekalongan, 1 Nelayan Tewas
Kios Kosong di Karanglewas Banyumas Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kios Kosong di Karanglewas Banyumas Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Kios Kosong Terbakar di KediriKios Kosong Terbakar di Kediri
PADAMKAN API: Petugas memadamkan api yang melanda kios kosong di Desa Kediri, Karanglewas

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah kios toko kelontong yang sudah lama tidak digunakan di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, ludes terbakar pada Sabtu (12/9) malam.

Bangunan milik Kustadin tersebut dilalap api setelah warga yang melintas di sekitar lokasi melihat percikan dari bagian kios.

Tidak lama setelah percikan terlihat, api kemudian menyala dan dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan.

Kepala UPT Damkar Banyumas, Andaru Budilaksono, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 22.03 WIB.

Warga yang berada di sekitar lokasi melihat adanya percikan api dari kios yang sudah lama dalam kondisi tutup.

“Warga melihat percikan api, kemudian api menyala dan membesar. Informasi langsung diteruskan ke Damkar,” jelas Andaru, Minggu (13/9).

Setelah menerima laporan mengenai kebakaran tersebut, petugas Pos Damkar Induk Banyumas langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WIB. Setibanya di tempat kejadian, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bangunan maupun lingkungan di sekitar kios.

Kondisi bangunan yang kosong karena sudah lama tidak digunakan membuat tidak ada aktivitas maupun penghuni di dalam kios ketika kebakaran terjadi.

Meski demikian, api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bagian bangunan.

Proses pemadaman tidak hanya dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran.

Sejumlah unsur turut membantu penanganan kebakaran, di antaranya Koramil dan Polsek Karanglewas, Pemerintah Desa Kediri, serta masyarakat sekitar.

Kerja sama berbagai unsur tersebut membuat proses pemadaman berlangsung relatif cepat.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.26 WIB. Artinya, petugas membutuhkan waktu sekitar 11 menit sejak tiba di lokasi untuk menjinakkan kobaran api.

Andaru mengatakan meskipun bangunan tersebut sudah lama kosong dan tidak digunakan, api tetap membakar seluruh bagian kios.

“Meski bangunan kios dalam kondisi kosong karena sudah lama tutup, seluruh bagian kios dilaporkan ludes terbakar,” tambahnya.

Kondisi kios yang tidak digunakan membuat tidak ada penghuni yang harus dievakuasi dalam kejadian tersebut.

Namun, kobaran api tetap mengakibatkan bangunan mengalami kerusakan berat hingga seluruh bagian kios habis terbakar.

Petugas bersama unsur terkait melakukan pemadaman dan memastikan api benar-benar tidak kembali menyala setelah proses pemadaman selesai.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka yang dilaporkan dalam kebakaran kios kosong tersebut.

Sementara itu, nilai kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses perhitungan oleh pihak terkait.

Kerugian diperkirakan berasal dari bangunan kios dan seluruh bagian yang berada di dalamnya yang ikut terbakar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, petugas menduga kebakaran kios tersebut disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik,” pungkas Andaru.

Dugaan korsleting listrik tersebut masih menjadi penyebab awal berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan setelah kejadian.

Percikan yang pertama kali terlihat warga dari bagian kios kemudian disusul munculnya api menjadi salah satu informasi yang diperoleh petugas dalam penanganan kejadian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya memastikan kondisi instalasi listrik, termasuk pada bangunan yang sudah lama tidak digunakan.

Bangunan kosong tetap memiliki potensi mengalami kebakaran apabila masih terdapat instalasi listrik yang terhubung atau komponen kelistrikan yang mengalami kerusakan.

Karena itu, pemeriksaan dan pengamanan instalasi listrik menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran, terutama pada bangunan yang sudah lama tidak digunakan.

Dalam kejadian di Desa Kediri, respons cepat warga yang melihat percikan api dan segera meneruskan informasi kepada petugas Damkar turut membantu proses penanganan.

Petugas yang tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WIB langsung melakukan pemadaman sehingga api dapat dikendalikan sekitar 11 menit kemudian.

Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Namun, seluruh bangunan kios milik Kustadin dilaporkan ludes terbakar dan nilai kerugian akibat kejadian tersebut masih dihitung. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
KM Surya A Dihantam Ombak, Satu Nelayan Meninggal

KM Surya A Terbalik Dihantam Ombak Besar di PPNP Pekalongan, 1 Nelayan Tewas