Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Menjelang Idul Adha, Jumlah Pedagang Hewan di Pasar Muntilan Naik 30 Persen

Jelang idul adha, pedagang naik 30 persenJelang idul adha, pedagang naik 30 persen

BANYUMASEKSPRES.ID, MAGELANG – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2025, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Muntilan, Kabupaten Magelang, mengalami lonjakan signifikan. Jumlah pedagang meningkat hingga 30 persen dibandingkan hari biasa, seiring meningkatnya permintaan akan kambing dan sapi untuk keperluan kurban.

Tak hanya penjual, para pembeli juga mulai memadati pasar, berburu hewan kurban dengan kualitas terbaik. Suasana pasar yang semula biasa kini menjadi lebih ramai dengan lalu lintas kendaraan pengangkut hewan dan aktivitas tawar-menawar antara pedagang dan pembeli.

Kepala UPTD Puskeswan Kabupaten Magelang, Prastyo Nugroho, mengungkapkan bahwa lonjakan jumlah pedagang dan transaksi ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mendekati puncak permintaan.

“Puncaknya diprediksi terjadi pada 2 dan 4 Juni 2025, terutama saat pasaran Kliwon dan Pahing,” ujar Prastyo saat ditemui di sela kegiatan pengawasan pasar, Selasa (20/5).

Untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan memenuhi standar kesehatan, pihaknya telah menyiapkan tim medis dari Puskeswan.

Tim ini akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap hewan, baik yang dijual di pasar hewan maupun di lapak-lapak penjualan musiman.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Joni Indarto, menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya terfokus di pasar Muntilan.

“Kami juga turun ke lapak-lapak penjualan dan permukiman masyarakat untuk memastikan hewan yang dijual benar-benar sehat,” tegasnya.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi suhu tubuh, kondisi fisik luar seperti mata, hidung, dan mulut, serta respon hewan terhadap lingkungan sekitar.

Hal ini menjadi penting untuk mencegah peredaran hewan kurban yang sakit, terutama menjelang Idul Adha yang menjadi momen puncak konsumsi daging nasional.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Ichtiaryoko, memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Ia menekankan pentingnya mengenali ciri-ciri fisik hewan yang sehat.

“Pilih yang bermuka cerah, mulut basah, mata berbinar, bulunya halus dan mengilap. Tubuhnya tegak, tidak pincang, dan nafsu makannya bagus,” jelasnya.

Tips ini sangat penting bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang belum berpengalaman dalam memilih hewan kurban. Pengetahuan tersebut diharapkan bisa membantu menghindari pembelian hewan yang tampak sehat tetapi sebenarnya mengidap penyakit.

Selain faktor kesehatan hewan, masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi lingkungan penjualan. Kebersihan kandang sementara, pakan, serta cara penanganan hewan juga memengaruhi kualitas dan kenyamanan hewan.

Pasar Hewan Muntilan selama ini menjadi salah satu pusat penjualan hewan ternak terbesar di wilayah Magelang. Menjelang hari besar keagamaan seperti Idul Adha, pasar ini kerap dipenuhi pedagang dari berbagai daerah, termasuk dari luar kabupaten.

Banyak di antara mereka merupakan peternak langsung yang menjual hasil ternaknya secara mandiri, sehingga harga hewan bisa lebih kompetitif.

Lonjakan aktivitas di pasar hewan ini juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Tidak hanya pedagang dan peternak yang merasakan manfaatnya, tetapi juga pengangkut ternak, penjual pakan, bahkan pedagang makanan dan minuman di sekitar pasar. Ini menjadi bukti bahwa momen Idul Adha turut menggerakkan sektor ekonomi rakyat secara nyata.

Dengan kesiapan tim pengawas kesehatan dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam membeli hewan kurban, diharapkan pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat berjalan lancar, sehat, dan sesuai syariat.

Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan terus berkomitmen mendukung keamanan pangan asal hewan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang hendak berkurban. (*)

Berita Sebelumnya
Stok beras dijamin aman sampai akhir tahun

Stok Beras dan Pangan Utama Nasional Dipastikan Aman hingga Akhir 2025

Berita Selanjutnya
Calhaj purbalingga jalani umrah wajib, curhat hadapi beberapa kendala termasuk cuaca dan logistik di mekkah

Calhaj Purbalingga Jalani Umrah Wajib, Curhat Hadapi Beberapa Kendala Termasuk Cuaca dan Logistik di Mekkah