Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pasca Idul Adha, Kios Penggilingan Daging di Purwokerto Tetap Ramai Dibanjiri Puluhan Kilogram Daging

Gilingan daging masih ramai diburuGilingan daging masih ramai diburu

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Kios penggilingan daging yang terletak di sekitar Pasar Manis, Purwokerto, milik Imam Subarkah, tetap disibukkan oleh pelanggan yang datang meski perayaan Idul Adha telah berlalu.

Di tengah suasana yang masih ramai, pelanggan terus berdatangan membawa daging, terutama daging sapi, untuk digiling. Ini menunjukkan bahwa momen Idul Adha memberikan dampak positif bagi usaha kecil seperti milik Imam, dengan peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan setiap tahunnya.

Imam Subarkah, pemilik kios, mengungkapkan bahwa setiap tahun, Idul Adha memang membawa lonjakan yang besar dalam jumlah pelanggan.

Biasanya, ia hanya melayani penggilingan daging sebanyak 20 hingga 30 kilogram per hari. Namun, dua hari setelah Idul Adha tahun ini, lonjakan besar terjadi.

“Ada sekitar 150 orang yang datang. Kalau rata-rata bawa 1 kilogram daging, ya sekitar 150 kilogram yang kami giling,” jelas Imam pada Minggu (15/6).

Imam menegaskan bahwa kiosnya hanya melayani penggilingan daging sapi. Ia memilih untuk tidak menerima daging kambing karena bau prengus yang dapat memengaruhi kualitas gilingan.

Selain menawarkan jasa penggilingan daging, Imam juga melayani permintaan pembuatan bumbu bakso yang disesuaikan dengan selera pelanggan.

“Kami sesuaikan, kadang minta yang gurih, kadang ada yang minta tanpa penyedap,” tambahnya.

Kios penggilingan milik Imam telah beroperasi sejak tahun 2019 dan buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 13.00 WIB. Untuk biaya jasa, Imam mematok harga Rp35 ribu per kilogram. Meski permintaan meningkat selama Idul Adha, harga jasa tetap stabil.

“Masih ramai sampai sekarang, kemungkinan sampai dua minggu ke depan masih ramai. Tapi memang dibanding tahun kemarin, sekarang menurun,” ungkap Imam.

Imam mencatat bahwa pada Idul Adha tahun lalu, jumlah pelanggan bisa mencapai 200 orang per hari. Namun, tahun ini terjadi penurunan. Ia menduga penurunan tersebut disebabkan oleh kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Sedikit yang kurban, mungkin karena kondisi ekonomi belum pulih,” jelas Imam.

Salah satu pelanggan tetapnya, Ratinah, mengaku selalu datang ke kios Imam setiap tahun. Ia lebih suka menggiling daging kurban untuk dijadikan bakso dibanding diolah dalam bentuk lain.

“Saya giling 3 kilogram daging jadi bakso, keluarga lebih suka daripada dimasak yang lain,” katanya.

Meskipun tren pelanggan menurun, Imam tetap bersyukur kiosnya masih ramai. Ia berharap tahun depan jumlah kurban dan pelanggan bisa kembali meningkat seperti sebelumnya.

Dengan usaha yang gigih dan pelayanan yang konsisten, Imam Subarkah tetap optimis bahwa usaha penggilingan dagingnya akan terus berkembang.

Kiosnya tidak hanya menawarkan jasa penggilingan tetapi juga memberikan fleksibilitas dalam pembuatan bumbu bakso sesuai selera konsumen, sehingga pelanggan merasa puas dan terus kembali setiap tahunnya.

Di tengah situasi ekonomi yang menantang, usaha kecil seperti milik Imam menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan pelayanan yang baik, masih ada peluang untuk tetap bertahan dan berkembang. Semoga di tahun-tahun mendatang, usaha ini dapat terus melayani lebih banyak pelanggan yang memanfaatkan momen Idul Adha untuk berkreasi dengan daging kurban mereka.

Dengan harapan dan tekad yang kuat, Imam Subarkah berharap bisa melayani lebih banyak pelanggan, dan ekonominya kembali bangkit. Usaha penggilingan daging ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi pemiliknya, tetapi juga menyediakan layanan yang memudahkan masyarakat dalam mengolah daging kurban mereka. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Cara daftar beasiswa unggulan kemendikbud 2025

Cara Daftar Beasiswa Unggulan Kemendikbud 2025 untuk Mahasiswa S1, S2, dan S3

Berita Selanjutnya
Jemaah haji kebumen meninggal dan dimakamkan di makkah

Jemaah Haji Asal Kebumen Meninggal dan Dimakamkan di Makkah, Ini Pesan Kemenag