Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pecco Bagnaia Temukan Tanda-Tanda Positif dari Ducati setelah GP Hungaria

Temukan tanda tanda positif dari ducatiTemukan tanda tanda positif dari ducati

BANYUMASEKSPRES.ID, Pecco Bagnaia, pembalap dari Ducati Lenovo Team, menyambut hasil balapan MotoGP Hungaria di Sirkuit Balaton Park pada Minggu (24/8) dengan pandangan positif meskipun tidak berhasil naik podium.

Setelah melalui akhir pekan yang penuh tantangan, Bagnaia akhirnya menemukan sisi positif dari performa Desmosedici GP25 miliknya yang mampu membawanya finis di posisi kesembilan pada balapan utama.

Bagnaia menghabiskan akhir pekan di Balaton dengan kondisi yang sulit dan kurang kompetitif selama sesi latihan. Kegagalannya menembus sesi Kualifikasi 2 (Q2) menyebabkan ia harus memulai balapan Sprint dari posisi ke-15 dan hanya mampu finis di posisi ke-13.

Namun demikian, situasi berbalik lebih baik saat balapan utama dimulai. Ia memulai dari posisi ke-13 setelah Alex Marquez dan Jack Miller mendapatkan hukuman start. Di lap pertama, Bagnaia mampu memperbaiki posisinya hingga ke urutan kedelapan.

Meski demikian, kesalahan pada Lap 12 ketika ia melebar dan tidak sengaja memotong Tikungan 15 membuatnya harus menjalani long lap penalty pada Lap 14.

Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Brad Binder dan Pol Espargaro untuk menyalipnya. Bagnaia kemudian kembali ke lintasan di posisi ke-10 namun naik satu peringkat setelah Fermin Aldeguer mengalami kecelakaan.

Sementara hasil tersebut masih jauh dari harapannya, Bagnaia menilai ada perkembangan signifikan dari motor yang dikendarainya.

“Ini jauh lebih baik dibandingkan sepanjang akhir pekan,” ungkap Bagnaia kepada MotoGP.com usai balap.

“Saya memang masih belum puas dengan hasilnya, tapi saya senang dengan sensasi saya di atas motor. Kami berhasil memperbaiki apa yang memang perlu diperbaiki.” ungkapnya lagi.

Bagnaia memberikan apresiasi tinggi kepada tim dan kru yang telah bekerja keras sehingga membuatnya bisa merasakan motor dengan lebih baik terutama pada bagian depan yang memungkinkan pengereman lebih agresif.

Optimisme ini menjadi modal penting baginya menjelang Seri Catalunya di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, pada 5-7 September 2025.

Pembalap berusia 28 tahun ini juga mengungkapkan bahwa kenyamanan saat berkendara justru membuatnya melakukan kesalahan melebar pada dua tikungan selama balapan tersebut.

“Dalam dua situasi saya melebar di dua tikungan karena saya merasa jauh lebih baik,” ujarnya. Meski demikian, ia melihat hal ini sebagai tanda positif untuk menghadapi balapan berikutnya dengan optimisme tinggi.

Saat ini, Pecco Bagnaia masih berada di peringkat ketiga dalam klasemen pembalap dengan perolehan 228 poin.

Namun demikian, ia tertinggal cukup jauh yaitu 227 poin dari Marc Marquez yang memimpin klasemen sementara serta hanya unggul tipis yaitu 11 poin dari Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing yang berada di posisi keempat.

Bagi Bagnaia yang merupakan anak didik Valentino Rossi, momen menemukan kembali rasa nyaman dan kontrol pada motornya menjadi titik balik penting dalam musim ini.

Dengan semangat baru dan dukungan penuh dari tim serta para penggemarnya, ia berharap dapat meraih hasil maksimal pada seri-seri selanjutnya termasuk Seri Catalunya mendatang.

Keselarasan antara pebalap dan motornya adalah kunci bagi performa maksimal di setiap sirkuit yang berbeda karakteristiknya.

Bagi Bagnaia, adaptasi cepat terhadap perubahan dinamika motor serta kemampuan membaca situasi di lintasan adalah elemen vital untuk mempertahankan posisinya dalam persaingan ketat musim ini.

Keberhasilan mengatasi tantangan teknis dan mental selama sisa musim akan menentukan bagaimana akhir cerita Pecco Bagnaia bersama Ducati Lenovo Team dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP tahun ini.

Dedikasi serta kerja keras seluruh elemen tim menjadi faktor penentu agar mereka tetap kompetitif menghadapi rival-rival tangguh lainnya.

Dengan tekad kuat serta strategi matang dalam setiap race-nya nanti tentu kita semua akan menyaksikan bagaimana perjalanan seru seorang Pecco Bagnaia menuju puncak podium bergengsi dunia balap motor internasional tersebut.

Sebagai catatan penutup hingga berita ini ditulis berdasarkan informasi terkini masih belum ada konfirmasi resmi terkait strategi atau perubahan signifikan lain dari pihak manajemen tim Ducati tetapi satu hal pasti yakni fokus utama mereka adalah memastikan performa optimal bagi sang pebalap yaitu Pecco Bagnaia dan rekan timnya Marc Marquez. (*stch)

Berita Sebelumnya
Min 1 banyumas terus berkembang

MIN 1 Banyumas Terus Berkembang, Lab Komputer Baru Dibangun Bertahap

Berita Selanjutnya
Belajar catwalk di london

Kirana Larasati Belajar Catwalk di London untuk Ikuti Miss Universe Indonesia 2025