BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi, yang dikenal dengan sebutan Tol Probowangi, saat ini sedang dalam proses percepatan konstruksi. Ruas tol yang membentang dari Gending hingga Besuki sepanjang 49,68 kilometer ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2025.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pentingnya kehadiran jalan tol dalam mempercepat distribusi barang dan jasa serta meningkatkan efisiensi transportasi.
Menurutnya, “Diharapkan dapat memangkas waktu tempuh antar wilayah pada sektor logistik, sehingga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru,” ujar Dody pada Kamis (28/8).
Ruas tol tersebut terbagi menjadi tiga seksi, yaitu Seksi 1 yang menghubungkan Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 km. Hingga 25 Juli 2025, progres konstruksinya telah mencapai 89,97 persen.
Selanjutnya, Seksi 2 yang meliputi Kraksaan-Paiton dengan panjang 11,20 km sudah mencapai tahap konstruksi 97,18 persen. Sementara itu, Seksi 3 Paiton-Besuki telah menyelesaikan 76,26 persen dari total pekerjaan.
Dengan rampungnya pembangunan ruas tol ini nantinya diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan dari Probolinggo menuju Besuki secara signifikan.
Jika sebelumnya membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit, kehadiran jalan tol baru ini akan memungkinkan perjalanan dilakukan hanya dalam waktu sekitar 30 menit dengan kecepatan rata-rata antara 80 hingga 100 km/jam.
Secara keseluruhan, Tol Probolinggo-Banyuwangi memiliki panjang total 175,46 km dan terbagi dalam dua tahap pembangunan.
Tahap pertama mencakup ruas dari Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49,68 km sementara tahap kedua akan menghubungkan Besuki-Banyuwangi sepanjang 126,10 km.
Penyelesaian proyek ini tidak hanya berpotensi mempersingkat waktu tempuh dari Probolinggo ke Banyuwangi yang sebelumnya memakan waktu hingga lima jam melalui jalur arteri menjadi hanya dua jam saja.
Progres pembebasan lahan untuk tahap pertama telah mencapai lebih dari 99 persen sehingga memungkinkan pekerjaan konstruksi untuk segera diselesaikan sesuai target pada kuartal IV tahun 2025.
Dalam tahap pertama ini pula akan dibangun tiga Gerbang Tol (GT), yaitu GT Kraksaan GT Paiton dan GT Besuki serta tiga simpang susun yakni Simpang Susun (SS) Kraksaan SS Paiton dan SS Besuki.
Tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan bagian terakhir dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan ujung barat hingga timur Pulau Jawa. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas orang barang serta jasa di kawasan tersebut.
Dengan adanya tol ini diharapkan dapat tercipta pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilaluinya.
Peningkatan konektivitas juga membuka peluang bagi sektor pariwisata setempat untuk berkembang lebih pesat.
Destinasi wisata seperti Gunung Bromo Taman Nasional Baluran dan Kawah Ijen diharapkan dapat lebih mudah dijangkau sehingga menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke daerah tersebut.
Penting pula dicatat bahwa pembangunan infrastruktur harus diimbangi dengan keberlanjutan lingkungan sosial dan ekonomi agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif jangka panjang.
Oleh karena itu pelibatan masyarakat lokal dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek sangatlah krusial demi memastikan bahwa proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi semua pihak terkait. (*/stch)
















