Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tiga Besar Calon Sekda Cilacap Ditetapkan, Ini Keterangan Resminya

Tiga besar calon sekda ditetapkanTiga besar calon sekda ditetapkan
KETERANGAN: Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman memberikan keterangan terkait seleksi Sekda Cilacap.

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Proses seleksi untuk menentukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cilacap telah memasuki tahap krusial dengan terpilihnya tiga kandidat utama.

Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Cilacap telah menetapkan nama-nama kandidat yang dianggap terbaik, yaitu Sadmoko Danardono yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Sekda Cilacap, Budi Santosa yang memimpin Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Luhur Satrio Muchsin sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketiga kandidat ini tidak hanya menjalani seleksi di tingkat lokal tetapi juga telah menghadapi wawancara dengan Gubernur Jawa Tengah sebelum rekomendasi diajukan ke pemerintah pusat.

Proses seleksi ini menandai langkah penting dalam menentukan arah birokrasi Cilacap ke depan. Setelah melalui verifikasi ulang, tahap berikutnya adalah keputusan akhir yang akan dibuat oleh Bupati dan Wakil Bupati Cilacap.

Keputusan ini sangat dinantikan karena akan menentukan siapa yang akan menjadi motor penggerak birokrasi pemerintahan daerah di masa mendatang.

Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada dan bebas dari intervensi pihak manapun.

“Proses sudah selesai, Pansel sudah memberikan penilaian kepada kita. Jujur, sama sekali tidak saya intervensi. Tidak ada kepentingan tersebut. Ini murni berdasarkan hasil seleksi,” kata Syamsul pada Jumat (22/8).

Pernyataan tersebut menggarisbawahi komitmen pemerintahan daerah untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi.

Dalam upaya memperkuat integritas proses seleksi, Syamsul menambahkan bahwa sistem saat ini berbeda dari masa lalu karena lebih akuntabel dan transparan.

“Kalau tidak sesuai sistem, pasti tertolak. Jadi nilai yang masuk tiga besar itu benar-benar murni,” jelasnya.

Ini menunjukkan bahwa setiap langkah dalam proses seleksi dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa hasil akhirnya mencerminkan kompetensi dan kapabilitas sesungguhnya dari para kandidat.

Di tengah isu jual-beli jabatan yang sering kali menyeruak dalam proses pemilihan pejabat publik di berbagai tempat, Syamsul secara tegas menolak adanya praktik semacam itu di Cilacap.

“Saya jujur, demi Allah, tidak ada intervensi, tidak ada menambah nilai, tidak ada jual-beli jabatan,” tegasnya lagi.

Dengan pernyataan ini, ia berusaha menghilangkan keraguan masyarakat mengenai kejujuran proses seleksi pejabat tinggi di daerahnya.

Kini perhatian publik Cilacap tertuju pada keputusan final yang akan mengesahkan siapa yang akan menduduki posisi strategis sebagai Sekda definitif.

Figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu melaksanakan tugas dengan profesionalisme tinggi serta berperan aktif dalam memajukan tata kelola pemerintahan daerah.

Bupati Syamsul menegaskan pentingnya segera melantik Sekda definitif agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan lancar.

“Kita utamakan Sekda definitif dahulu, setelah dilantik nanti Insya Allah secepatnya baru nanti pengisian jabatan-jabatan lainnya menyusul,” pungkasnya.

Hal ini menunjukkan prioritas pemerintahan Cilacap untuk memastikan kestabilan birokrasi sebelum melanjutkan pengisian posisi-posisi lain yang kosong.

Dengan segala upaya untuk menjaga transparansi dan integritas dalam proses seleksi ini, harapan besar masyarakat Cilacap adalah mendapatkan pemimpin birokrasi yang berkualitas serta mampu membawa perubahan positif bagi kemajuan daerah ke depannya. (jul/stch)

Berita Sebelumnya
Pbb p2 tahun ini tidak naik

Pemkab Banyumas Pastikan PBB P2 Tahun Ini Tidak Naik

Berita Selanjutnya
Hwang jung eum

Jaksa Tuntut Hwang Jung Eum 3 Tahun Penjara Dugaan Penggelapan Dana Agensinya Sendiri untuk Investasi Kripto