Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Timnas Indonesia Panggil Kembali 4 Pemain Jelang Lawan China dan Jepang: Asa Lolos Piala Dunia 2026 Kian Menyala

TImnas indonesia panggil 4 bintang kembali jelang lawan china dan jepangTImnas indonesia panggil 4 bintang kembali jelang lawan china dan jepang

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Ada yang menarik dari pemanggilan 32 nama pemain Timnas Indonesia untuk dua laga penting Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dari Bali, tempat pemusatan latihan digelar, skuad asuhan Patrick Kluivert memupuk harapan besar menyambut dua laga krusial Grup C dengan penuh optimisme.

Timnas Indonesia akan menjamu China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada matchday kesembilan.

Peluang meraih tiga poin terbuka lebar, terlebih setelah kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain di tempat yang sama, yang semakin memompa kepercayaan diri Jay Idzes dan rekan-rekannya.

Meski di pertemuan pertama di markas China Timnas Indonesia harus menelan kekalahan 1-2, kini situasinya jauh berbeda. Bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh ribuan suporter menjadi salah satu alasan kuat Indonesia lebih diunggulkan.

Alasan lainnya adalah performa Timnas Indonesia di klasemen sementara Grup C. Mengoleksi sembilan poin, Indonesia bertengger di peringkat keempat, sementara China berada di dasar klasemen usai menelan dua kekalahan beruntun dari Australia dan Arab Saudi.

Kemenangan atas China menjadi sangat penting, karena setelah itu Timnas Garuda akan menghadapi tantangan berat: bertandang ke Jepang pada 10 Juni 2025, di laga penutup yang bisa menentukan langkah Indonesia menuju babak selanjutnya.

Dari deretan pemain yang dipanggil, empat nama mencuri perhatian karena sebelumnya sempat absen namun kini kembali ke pangkuan Merah Putih. Masing-masing membawa karakter dan keistimewaan yang bisa memperkaya strategi permainan.

Asnawi

Yang pertama adalah Asnawi Mangkualam. Bek kanan yang sudah menjadi ikon Timnas ini sempat absen dalam dua laga terakhir.

Namun, performa solidnya bersama Port FC di Thai League 1 membuktikan bahwa ia tetap layak mengenakan jersey Garuda.

Dalam 37 pertandingan, Asnawi mencatat satu gol dan empat assist—catatan yang mencerminkan kontribusi aktifnya dalam permainan tim.

Dikenal dengan permainan keras, agresif, dan fleksibel, Asnawi bisa ditempatkan di berbagai posisi: sebagai bek kanan, gelandang bertahan, bahkan penyerang bayangan.

Ia juga pernah mengenakan ban kapten Timnas sebelum tongkat itu berpindah ke tangan Jay Idzes. Lemparan ke dalamnya yang akurat dan berbahaya sering menjadi awal dari peluang emas Timnas Indonesia.

Arhan pratama

Nama kedua yang kembali adalah Pratama Arhan. Bek kiri berusia 23 tahun ini terakhir kali tampil saat Indonesia menumbangkan Arab Saudi 2-0 di SUGBK.

Setelah sempat “menghilang”, kini ia kembali membawa warna baru untuk lini pertahanan kiri. Bersama Bangkok United, Arhan menunjukkan kematangan permainan dan stamina luar biasa.

Lemparan mautnya yang khas masih menjadi salah satu senjata utama Timnas. Meski usianya masih muda, pengalaman Arhan sudah cukup kaya dan ia tetap menjadi aset penting di barisan pertahanan Garuda.

Egy maulana vikri

Kembalinya Egy Maulana Vikri menjadi kejutan yang menyenangkan. Pemain lincah yang akrab dijuluki “Egy Messi” ini kembali memperkuat lini serang Timnas setelah beberapa waktu absen dari radar.

Kelincahan, visi permainan, dan kemampuannya mengecoh lawan adalah kualitas yang selalu dirindukan para penggemar.

Sebagai pemain yang bisa berkontribusi besar baik saat jadi starter maupun saat masuk sebagai super-sub, Egy memiliki potensi besar untuk kembali mencetak perbedaan di lapangan.

Laga melawan China bisa menjadi momen kebangkitannya.

Stefano lilipaly

Yang terakhir, namun tidak kalah penting, adalah Stefano Lilipaly. Di usia 35 tahun, gelandang kreatif Borneo FC ini menunjukkan bahwa pengalaman tidak pernah lekang oleh waktu.

Ia adalah salah satu pemain yang sudah lama membela Timnas, bahkan sebelum gelombang naturalisasi terjadi.

Meski persaingan di lini tengah cukup ketat, kehadiran Lilipaly membawa dimensi baru berupa kedewasaan, visi bermain yang matang, dan naluri menyerang yang tetap tajam. Ia masih menjadi pemain vital di klubnya dan berambisi menutup karier internasional dengan catatan membanggakan bersama Garuda.

Empat pemain yang pernah absen ini kini kembali, membawa semangat dan harapan baru bagi Timnas Indonesia. Pelatih Patrick Kluivert tampaknya menyadari pentingnya pengalaman dan karakter kuat yang dimiliki keempatnya dalam menghadapi pertandingan berisiko tinggi.

Dengan kekuatan penuh, kombinasi pemain muda dan berpengalaman, serta dukungan suporter yang luar biasa, Timnas Indonesia memiliki peluang realistis untuk membuat sejarah. Langkah menuju Piala Dunia 2026 bukan mimpi kosong jika konsistensi dan semangat juang terus dijaga.

Dan kini, dengan para “anak hilang” yang telah pulang, Indonesia semakin siap bertempur. Karena bagi mereka, lambang Garuda di dada adalah panggilan hati yang tak pernah bisa diabaikan. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Terima order meski off bid dan ada demo, karena langganan offline

Sebagian Ojol Banyumas Tetap Terima Order Saat Aksi Off Bid, Alasan Ekonomi Jadi Pertimbangan

Berita Selanjutnya
Longsor kamulyan watuagung

Longsor Masih Lumpuhkan Jalan Kamulyan–Watuagung, Warga Desak Akses Darurat untuk Kendaraan Roda Empat