Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Timnas Indonesia Putri Dibantai 7 Gol Tanpa Balas, Warganet Murka ke PSSI

Warganet murka ke pssiWarganet murka ke pssi
Pemain Timnas Thailand Putri berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Indonesia.

BANYUMASEKSPRES.ID, HANOI – Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia menghadapi tantangan besar di awal kompetisi Piala AFF Putri 2025.

Dalam pertandingan pembuka yang berlangsung di Stadion Lach Tray pada Rabu (6/8) petang, skuad Garuda Pertiwi harus menerima kekalahan telak dari tim kuat Thailand dengan skor 0-7.

Pertandingan ini menjadi ujian berat bagi tim asuhan Joko Susilo yang baru saja mengalami perubahan dalam susunan kepelatihan dan kehilangan beberapa pemain kunci.

Statistik pertandingan mencerminkan dominasi penuh dari tim Thailand selama 90 menit permainan. Sejak menit ketujuh, ketika Thailand membuka skor dengan gol cepat, Indonesia tampak kesulitan untuk mengimbangi permainan lawan.

Sepanjang laga, Garuda Pertiwi tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat ke arah gawang lawan serta menghadapi tekanan yang terus menerus tanpa henti.

Pergantian pelatih mendadak dari Satoru Mochizuki ke Joko Susilo menjelang turnamen menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi persiapan tim.

Persiapan Garuda Pertiwi terganggu oleh perubahan ini, meninggalkan waktu yang sangat terbatas untuk beradaptasi dengan strategi dan gaya bermain baru.

Selain itu, absennya sejumlah pilar utama seperti Claudia Scheunemann, Zahra Muzdalifah, Safira Ika Putri, dan kiper andalan Iris de Rouw semakin memperparah situasi.

Reaksi keras muncul dari masyarakat dan penggemar sepak bola Indonesia di media sosial. Banyak pihak menyoroti keputusan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Ketua Umumnya Erick Thohir terkait pergantian pelatih menjelang kompetisi.

Mereka menyalahkan keputusan tersebut sebagai pemicu persiapan yang kurang maksimal sehingga menghasilkan performa mengecewakan di lapangan.

Kekalahan dari Thailand tidak hanya mencerminkan hasil pertandingan tetapi juga menjadi cerminan nyata kondisi Timnas Putri saat ini. Dengan persiapan minim dan skuad yang tidak lengkap, Garuda Pertiwi menghadapi tantangan besar dalam upaya mereka untuk bersaing di tingkat regional.

Pelatih Joko Susilo kini memiliki tugas berat untuk membangkitkan semangat dan mental para pemain sebelum menghadapi laga berikutnya melawan tuan rumah Vietnam pada 9 Agustus mendatang.

Meski demikian, Ketua Umum PSSI Erick Thohir tetap memberikan dukungan moral kepada seluruh pemain Timnas Putri. Melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis (7/8), ia menyampaikan semangat kepada para pemain karena telah bekerja keras meski hasil belum sesuai harapan.

“Tetap semangat untuk Timnas Putri senior yang bermain di ASEAN Women’s Championship 2025,” ujar Erick Thohir. Ia menyadari bahwa meskipun tertinggal dari Thailand, dukungan terbaik akan terus diberikan kepada Timnas Putri untuk meningkatkan performa di masa depan.

Sementara itu, kabar lebih positif datang dari Timnas Indonesia putri U-20 dalam ajang Kualifikasi Piala Asia U-20 2026. Di tengah kekecewaan atas hasil tim senior, Timnas U-20 berhasil menahan imbang India dengan skor 0-0 walaupun gagal meraih kemenangan.

Seiring dengan perjalanan Garuda Pertiwi di ajang internasional ini, tantangan besar masih menanti mereka. Diperlukan strategi jitu dan kerjasama tim yang solid agar dapat bangkit dari kekalahan dan memberikan perlawanan maksimal dalam pertandingan berikutnya melawan Vietnam serta lawan-lawan lainnya di turnamen ini.

Kekalahan telak ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Joko Susilo untuk melakukan pembenahan strategi serta peningkatan kualitas permainan tim secara keseluruhan.

Dengan dukungan penuh dari federasi serta para penggemar sepak bola tanah air, semoga Garuda Pertiwi dapat kembali menemukan performa terbaiknya dan membawa harum nama bangsa di kancah internasional.

Dalam konteks perkembangan sepak bola putri di Indonesia secara umum, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh berbagai pihak terkait demi meningkatkan daya saing serta kualitas kompetisi domestik maupun internasional.

Dengan fondasi yang kuat dan komitmen berkelanjutan dari seluruh elemen terkait termasuk pembinaan usia dini hingga tingkat profesionalismenya kelak akan mampu mengangkat prestasi sepak bola putri Indonesia ke level lebih tinggi lagi. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Lucky step

Cara Dapat Saldo DANA 100 Ribu Gratis dari Lucky Step Cuma dengan Jalan Kaki

Berita Selanjutnya
Stok blangko ktp elektronik cukup

Stok Blangko KTP Elektronik di Cilacap Mencukupi Hingga Akhir Agustus