BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pada masa lalu, PSCS Cilacap pernah menjadi daya tarik bagi para pemain bintang sepak bola Indonesia maupun pemain asing yang merumput di Indonesia.
Klub ini tidak hanya menarik minat pemain lokal berbakat namun juga berhasil mengundang kehadiran pemain internasional, termasuk mantan anggota tim nasional dan pemain asing yang kini bersinar di liga profesional Indonesia.
Salah satu nama yang paling mencolok adalah Rafael Rodriguez, atau lebih akrab disapa Rafinha.
Pemain asal Brasil ini memulai perjalanan kariernya di Indonesia dengan bergabung bersama PSCS Cilacap setelah sebelumnya menunjukkan performa gemilang di Liga Laos.
Rafinha direkrut oleh manajemen PSCS Cilacap karena bakatnya yang luar biasa dan ketajamannya sebagai penyerang.
Ia menjadi andalan utama ketika PSCS Cilacap bersaing di Liga 3 melawan tim-tim kuat seperti Persijap Jepara dan Persipura Jayapura.
Ketajaman Rafinha dalam mencetak gol menjadikannya sosok penting dalam setiap pertandingan, membawa harapan besar bagi pendukung PSCS Cilacap.
Setelah sukses di Cilacap, Rafinha melanjutkan kariernya dengan bergabung bersama PSIM Yogyakarta dan berhasil meraih gelar top skor Liga 2 musim 2023/2024.
Prestasi cemerlang ini membuat banyak klub Liga 1 tertarik untuk merekrutnya. Hal ini menunjukkan bahwa Rafinha tidak hanya meninggalkan jejak berarti di PSCS tetapi juga terus menorehkan prestasi signifikan di kancah sepak bola nasional.
Namun, Rafinha bukan satu-satunya pemain berprestasi yang pernah membela PSCS Cilacap. Klub ini juga menjadi tempat berlabuh bagi pemain lokal berkualitas tinggi seperti Brilian Aldama, seorang gelandang tim nasional yang dikenal cerdas dan tenang dalam mengatur tempo permainan.
Selain itu, legenda sepak bola nasional seperti Jimmy Suparno, yang memiliki pengalaman luas di Liga 1 bersama Persela Lamongan, sempat kembali ke kampung halamannya untuk membela PSCS Cilacap.
Selain nama-nama tersebut, beberapa pemain lain seperti Soegianto (eks Persiba Bantul), Arthur Sena (eks Persela Lamongan), Fauzan Fazdri dan Dolly Gultom juga tercatat pernah membela Hiu Selatan, julukan bagi PSCS Cilacap.
Ketua Laskar Nusakambangan Nasukin mengungkapkan kebanggaannya saat mengenang masa-masa kejayaan tersebut.
“Kami bangga pernah melihat pemain sekelas Rafinha dan Jimmy Suparno main di Stadion Wijayakusuma. Saat itu stadion selalu penuh,” ujarnya penuh kebanggaan.
Menurut Nasukin, Hiu Selatan bukan sekadar tim sepak bola tetapi telah menjadi simbol semangat masyarakat Cilacap.
Namun demikian, saat ini PSCS Cilacap harus menghadapi kenyataan pahit setelah terdegradasi ke Liga 4.
Kondisi ini menuntut klub untuk berjuang dari bawah demi kembali meraih kejayaannya di masa depan. Meski demikian Nasukin dan para suporter tetap optimistis menatap masa depan klub tercinta mereka.
“Kami tetap setia,” tegas Nasukin dengan penuh keyakinan.
“Bagi kami PSCS Cilacap bukan cuma soal menang atau kalah tapi harga diri daerah. Kami yakin dengan pembenahan yang serius PSCS Cilacap bisa kembali ke kasta yang lebih tinggi.” ungkapnya penuh harap.
Meskipun kini berada pada level kompetisi yang lebih rendah semangat dan sejarah panjang PSCS Cilacap tetap menyala dalam hati para pendukungnya.
Mereka terus berharap agar tim kebanggaan mereka dapat segera bangkit dan bersaing kembali di papan atas sepak bola nasional.
Melihat antusiasme dan kesetiaan para suporter serta komitmen pengurus untuk melakukan pembenahan serius ada harapan besar bahwa masa kejayaan PSCS Cilacap dapat terulang kembali.
Dukungan penuh dari masyarakat serta kerja keras semua pihak terkait menjadi modal berharga bagi kebangkitan klub ini dari keterpurukan.
Dengan segala tantangan yang ada baik dari segi finansial maupun teknis perjalanan menuju kebangkitan tentu tidak mudah, namun semangat juang yang tinggi serta kecintaan mendalam terhadap klub menjadi motivasi kuat bagi seluruh elemen terkait untuk mencapai tujuan akhir yaitu melihat Hiu Selatan kembali berlaga di kasta tertinggi sepak bola tanah air. (jul/stch)
















