BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 32 santri terbaik Kabupaten Cilacap siap membawa nama daerah dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Diniyah Takmiliyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Kesiapan kontingen tersebut ditandai dengan pengukuhan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Cilacap, H. Aziz Muslim, di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Cilacap, Selasa (15/9).
Pengukuhan turut dihadiri jajaran Kasubbag TU, kepala seksi dan penyelenggara di lingkungan Kankemenag Cilacap, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Cilacap beserta jajaran pengurus, serta para juara dan pendamping kontingen.
Kontingen tersebut akan membawa hasil dari ajang Porsadin tingkat Kabupaten Cilacap untuk kembali berkompetisi di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Cilacap, Mahruri, mengatakan 32 santri yang masuk dalam kontingen merupakan para peraih Juara 1 Porsadin Tingkat Kabupaten Cilacap.
Mereka selanjutnya mendapat kesempatan untuk mewakili Kabupaten Cilacap dalam kompetisi tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Oktober 2026.
Kepastian mengenai komposisi kontingen dan jadwal keberangkatan tersebut menjadi bagian dari persiapan Cilacap menghadapi kompetisi antarkabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Para santri tidak hanya dituntut mempertahankan kemampuan yang telah ditunjukkan pada tingkat kabupaten.
Mereka juga perlu mempersiapkan diri menghadapi peserta dari daerah lain yang memiliki kemampuan di bidang olahraga dan seni diniyah.
Karena itu, pendampingan dan pembinaan menjadi bagian penting menjelang pelaksanaan Porsadin tingkat provinsi.
Kakankemenag Cilacap H. Aziz Muslim menegaskan bahwa Porsadin tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar prestasi.
Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi sarana bagi santri untuk mengasah mental sekaligus membangun karakter.
Para peserta belajar menghadapi persaingan, menjaga sportivitas, serta tetap berusaha ketika menghadapi tantangan.
“Porsadin ini mendorong santri-santri kita untuk memiliki mental juara, jiwa sportivitas, tidak mudah menyerah, dan mampu berkompetisi. Ini merupakan pengalaman yang sangat baik bagi pembentukan karakter mereka,” ungkap Aziz.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan bagi 32 santri yang akan membawa nama Kabupaten Cilacap di tingkat Jawa Tengah.
Kompetisi juga dapat menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Selain mengejar hasil pertandingan, proses mengikuti perlombaan diharapkan memberikan pengalaman yang dapat membentuk kepercayaan diri dan sikap sportif.
Setelah dikukuhkan, kontingen Cilacap masih memiliki waktu untuk melakukan persiapan sebelum bertanding pada Oktober mendatang.
Aziz berharap seluruh santri dapat tampil maksimal dan mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama mengikuti Porsadin VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah.
“Mudah-mudahan Kabupaten Cilacap dapat kembali meraih juara umum,” ujarnya.
Harapan tersebut menjadi target bagi kontingen yang berangkat sebagai perwakilan Kabupaten Cilacap.
Para santri diharapkan tidak hanya membawa kemampuan dari hasil pembinaan di tingkat kabupaten, tetapi juga menjaga nama baik daerah selama mengikuti seluruh rangkaian kompetisi.
Dengan 32 santri yang merupakan juara pertama di tingkat Kabupaten Cilacap, kontingen tersebut menjadi salah satu representasi potensi santri diniyah di daerah.
Pelaksanaan Porsadin juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan para santri dari berbagai daerah di Jawa Tengah.
Selain berkompetisi, ajang tersebut dapat menjadi ruang untuk memperluas pengalaman dan membangun semangat kebersamaan antarsantri.
Kemenag Cilacap berharap seluruh peserta dapat mengikuti kompetisi dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.
Persiapan menuju pertandingan tingkat provinsi pun menjadi tahapan penting agar target prestasi yang diharapkan dapat diwujudkan.
Dengan jadwal pelaksanaan pada 9–10 Oktober 2026, perhatian berikutnya tertuju pada kesiapan para santri dalam menghadapi Porsadin VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah. (wln/stch/dda)














