Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Diduga Akibat Bakar Sampah, Lahan di Depan SMPN 2 Kutasari Purbalingga Terbakar

Lahan Depan SMPN 2 Kutasari TerbakarLahan Depan SMPN 2 Kutasari Terbakar
SEMPROT: Petugas Damkar Purbalingga memadamkan kebakaran lahan di depan SMPN 2 Kutasari setelah api merambat ke semak-semak dan rumpun pohon

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kebakaran lahan terjadi di Jalan Raya Tobong, tepatnya di depan SMPN 2 Kutasari, Desa Munjul, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Selasa (15/9/2026) malam.

Api diduga berasal dari aktivitas warga yang membakar sampah kemudian meninggalkan lokasi tanpa memastikan api benar-benar padam.

Kobaran api selanjutnya membesar dan merambat ke rumpun pohon serta semak-semak di sekitar lahan.

Kepala Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Purbalingga, Turyono, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 23.42 WIB.

Petugas kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan kurang dari 20 menit setelah laporan diterima, tepatnya sekitar pukul 23.59 WIB.

Menurut Turyono, kebakaran diduga dipicu aktivitas membakar sampah. Api yang awalnya berada di sekitar lokasi pembakaran kemudian merambat ke rumpun pohon dan semak-semak.

“Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membakar sampah. Api kemudian merambat ke bagian rumpun pohon dan semak-semak,” kata Turyono.

Warga yang melihat kobaran api segera melaporkan kejadian tersebut kepada personel Pos Damkar Purbalingga.

Laporan dilakukan karena api terlihat semakin membesar dan dikhawatirkan mengganggu lingkungan sekitar, terlebih lokasi kebakaran berada di depan SMPN 2 Kutasari dan berdekatan dengan jalur masyarakat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Damkar Purbalingga mengerahkan satu unit truk pemadam menuju lokasi.

Petugas kemudian melakukan penyemprotan hingga api berhasil dikendalikan.

Penanganan yang dilakukan dengan cepat membuat kobaran api tidak meluas ke area lain.

Kebakaran lahan di depan SMPN 2 Kutasari tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Selain itu, berdasarkan keterangan petugas pemadam kebakaran, tidak terdapat kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Meski demikian, kejadian ini menjadi perhatian karena aktivitas membakar sampah dapat memicu kebakaran apabila ditinggalkan dalam kondisi api atau bara yang belum sepenuhnya padam.

Terlebih pada kondisi lahan yang terdapat semak dan material mudah terbakar, api dapat dengan cepat merambat apabila tertiup angin.

Turyono mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan.

Jika pembakaran sampah dilakukan, masyarakat perlu memastikan tidak ada bara maupun api yang dapat merambat ke lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Aktivitas tersebut berpotensi memicu dan menyebabkan kebakaran,” ujar Turyono.

Peristiwa kebakaran di Jalan Raya Tobong ini juga menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas yang menggunakan api, terutama di sekitar lahan terbuka, semak, rumpun pohon, maupun material yang mudah terbakar.

Laporan warga menjadi salah satu faktor penting sehingga petugas dapat segera mendatangi lokasi dan melakukan penanganan sebelum api berkembang lebih luas.

Kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan pada malam yang sama dan tidak menimbulkan korban maupun kerugian material. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Bupati Cilacap Nonaktif Syamsul Minta Dibebaskan

Bantah Perintahkan Kumpulkan THR, Syamsul Auliya Rachman Minta Dibebaskan

Berita Selanjutnya
Antonelli Menang di GP Spanyol

Kimi Antonelli Menang di Madring, Mercedes Kuasai GP Spanyol 2026