Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Angin Kencang Terjang Kebumen, Rumah Warga Rusak Parah Tertimpa Pohon

Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Sejumlah WilayahAngin Kencang Picu Pohon Tumbang di Sejumlah Wilayah
ANGIN KENCANG: Angin kencang dalam dua hari terakhir memicu bencana di sejumlah wilayah Kabupaten Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam dua hari terakhir, angin kencang telah memicu berbagai bencana di Kabupaten Kebumen, meninggalkan jejak kerusakan yang signifikan di beberapa wilayah.

Salah satu insiden terjadi di Desa Caruban, Kecamatan Adimulyo, pada Minggu (11/1).

Angin kencang yang bertiup sejak pagi hari, tepatnya antara pukul 05.00 hingga 06.35 WIB, menyebabkan sebuah pohon albasia berdiameter sekitar 50 sentimeter dan tinggi kurang lebih 15 meter tumbang.

Pohon tersebut menimpa rumah milik Wiyono (72), warga Dukuh Karangjambu RT 1 RW 3.

Kerusakan akibat tumbangnya pohon ini cukup signifikan. Bagian atap dapur dan kamar tidur rumah tersebut mengalami kerusakan parah.

Genteng-genteng pecah berserakan, dengan jumlah kerusakan genteng dapur mencapai sekitar 50 buah.

Atap kamar tidur juga tidak luput dari dampaknya. Meski demikian, untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga dengan total empat jiwa. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa,” ungkap Heri Purwoto, Bako Humas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen, pada hari kejadian.

Tidak hanya di Desa Caruban, sehari sebelumnya angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di Desa Kuwarasan, Kecamatan Kuwarasan.

Pada Sabtu (10/1), sekitar pukul 14.30 WIB, angin yang bertiup dahsyat sejak pukul 14.00 hingga 15.00 WIB merobohkan pohon albasia milik Subagyo dengan diameter sekitar 70 sentimeter dan tinggi mencapai kurang lebih 32 meter. Pohon besar ini jatuh menimpa rumah milik Kasroni (67).

Akibat peristiwa ini, rumah Kasroni mengalami kerusakan serius pada beberapa bagian seperti atap dapur, ruang tamu, dan kamar tidur.

Selain bangunan yang rusak, Kasroni sendiri mengalami luka ringan tetapi sudah mendapatkan penanganan pertolongan pertama yang memadai sehingga kondisinya kini stabil.

“Akibat kejadian ini, rumah mengalami kerusakan pada beberapa bagian meliputi atap dapur ruang tamu dan kamar tidur,” kata Heri lagi kepada awak media dari Banyumas Ekspres.

Pihak BPBD segera bertindak cepat untuk mengevakuasi pohon-pohon tumbang yang berserakan agar situasi bisa segera terkendali kembali.

Hingga berita ini diturunkan suasana sudah berangsur-angsur normal meskipun ancaman cuaca ekstrem masih menggantung di langit Kebumen.

Heri memberi peringatan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati menghadapi potensi cuaca buruk yang mungkin masih akan terus terjadi dalam waktu dekat.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem terutama angin kencang dan hujan deras yang masih berpeluang terjadi,” ujar Heri menutup keterangannya.

Peristiwa angin kencang bukanlah hal baru di wilayah Kebumen yang memang dikenal sering dilanda cuaca tidak menentu terutama saat musim penghujan tiba.

Fenomena alam ini sering kali diperparah oleh kondisi geografis dan vegetasi setempat yang membuat beberapa area menjadi rentan terhadap bencana alam seperti angin puting beliung atau tanah longsor.

Berdasarkan data sejarah cuaca daerah tersebut Kebumen memang memiliki catatan bencana angin kencang cukup tinggi setiap tahunnya terutama saat memasuki musim hujan dimana intensitas curah hujan meningkat tajam disertai hembusan angin kuat dari arah barat daya hingga selatan.

Dalam menghadapi situasi seperti ini penting bagi masyarakat setempat untuk selalu siap siaga dan mengikuti arahan serta informasi resmi dari pihak berwenang seperti BPBD agar dapat meminimalisir risiko dan dampak negatif dari bencana alam yang tidak dapat diprediksi secara akurat kapan datangnya. (cah/dda)

Berita Sebelumnya
117 Calhaj Belum Lunas Bipih

Kuota Haji Banyumas Belum Terpenuhi, 117 Calon Jemaah Gagal Lunasi Bipih

Berita Selanjutnya
Skema Baru Parkir Tepi Jalan

Pemkab Cilacap Gandeng Swasta Kelola Parkir Tepi Jalan Selama 2 Tahun