BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Lonjakan jumlah penumpang dan kendaraan tercatat mewarnai layanan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk selama periode libur panjang Idul Adha tahun 2025. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengungkapkan bahwa sebanyak 416.032 penumpang tercatat melakukan perjalanan melalui kedua lintasan tersebut.
Volume kendaraan yang menyeberang juga menunjukkan angka signifikan, yakni mencapai 118.415 unit kendaraan dalam periode libur tersebut.
Data ini menjadi indikator tingginya mobilitas masyarakat selama momen libur keagamaan yang juga berdampak pada aktivitas ekonomi dan distribusi logistik antarwilayah.
Tak hanya pada masa libur, tren peningkatan pengguna jasa penyeberangan juga terjadi secara akumulatif sepanjang tahun. Selama Januari hingga Mei 2025, ASDP mencatat total penumpang yang menyeberang di dua lintasan padat tersebut mencapai 15.830.640 orang.
Jumlah kendaraan yang dilayani dalam periode lima bulan pertama 2025 tersebut mencapai 4.150.501 unit kendaraan, menjadikan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk sebagai jalur utama penghubung arus transportasi darat dan logistik nasional.
PT ASDP Indonesia Ferry terus memperluas jangkauan dan efisiensi layanan dengan mengoperasikan lebih dari 250 unit kapal. Kapal-kapal ini melayani lebih dari 300 lintasan penyeberangan ferry di bawah pengelolaan 27 cabang ASDP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan cakupan layanan yang luas, perusahaan pelat merah ini memainkan peran strategis dalam memperkuat jaringan transportasi laut nasional.
“Khusus di wilayah 3T, sebanyak 210 lintasan perintis telah membuka akses transportasi ke daerah-daerah yang sebelumnya sulit dijangkau,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin (9/6).
Layanan penyeberangan yang menjangkau kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dinilai sebagai langkah nyata ASDP dalam mendukung pemerataan pembangunan dan mobilitas masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Kebijakan ini tak hanya memperluas aksesibilitas, namun juga memberi dampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah yang selama ini belum terintegrasi secara optimal.
“Tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah melalui layanan penyeberangan, kami juga ingin memastikan bahwa kehadiran ASDP memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” lanjut Shelvy Arifin.
Kinerja ASDP sebagai operator jasa transportasi penyeberangan juga menjadi faktor pendukung penting dalam sistem logistik nasional. Peran strategis lintasan ferry dalam mendukung distribusi barang, terutama di jalur-jalur utama seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk, menjadikan perusahaan ini sebagai penggerak roda ekonomi antarwilayah.
Dengan tingginya volume penumpang dan kendaraan yang terus meningkat, ASDP juga diharapkan terus memperkuat sistem layanan dan infrastruktur pelabuhan guna menjaga kelancaran arus penyeberangan.
Keberhasilan operasional selama periode padat seperti libur Idul Adha menjadi tolak ukur kesiapan ASDP dalam mengelola layanan publik berbasis transportasi laut yang efisien, andal, dan merata.
Peran layanan ferry yang terintegrasi tidak hanya menjadi tulang punggung transportasi antar-pulau, tetapi juga penggerak konektivitas nasional dalam jangka panjang.
Dengan investasi berkelanjutan dan perluasan jaringan lintasan, ASDP memperkuat fondasi transportasi laut nasional yang tangguh, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (*/stch)
















