BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Audi Marissa menjadi sorotan setelah kesepakatan mengenai hak asuh anak dalam proses perceraiannya dengan Anthony Xie terungkap ke publik. Hak asuh anak mereka disepakati berada di tangan Anthony Xie.
Keputusan tersebut kemudian memunculkan anggapan di media sosial bahwa Audi Marissa ingin lebih bebas setelah rumah tangganya berakhir.
Anggapan tersebut langsung dibantah oleh kuasa hukum Audi Marissa, Ryan Iswara.
Ia menegaskan, keputusan mengenai hak asuh anak bukan berarti Audi melepaskan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.
Menurut Ryan, Audi tetap terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak mereka. Ia menyebut Audi masih akan menjalankan berbagai tanggung jawab sebagai ibu, termasuk mengantar anak ke sekolah dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Ryan juga menjelaskan bahwa Audi Marissa dan Anthony Xie telah sepakat menerapkan pola co-parenting.
Dengan pola tersebut, keduanya tetap bekerja sama dalam mengasuh anak meskipun hubungan mereka sebagai pasangan suami istri akan berakhir.
Ryan Iswara membantah anggapan bahwa Audi Marissa menyerahkan hak asuh anak kepada Anthony Xie karena ingin menjalani kehidupan tanpa tanggung jawab sebagai ibu.
Menurutnya, Audi tetap ingin menjalankan perannya dalam tumbuh kembang anak.
Hak asuh yang berada di tangan Anthony tidak menghalangi Audi untuk bertemu maupun menghabiskan waktu bersama anak.
“Kalau itu (ingin bebas) kayaknya enggak. Karena dia yang akan tetap mengantar anaknya sekolah, dia tetap ngasih makan anaknya, bertanggung jawab sama anaknya,” ujar Ryan.
Ia menambahkan bahwa Audi tetap ingin menjadi ibu yang baik.
Kesepakatan antara Audi dan Anthony juga memberikan ruang bagi Audi untuk bertemu dan berkumpul dengan anaknya.
Dengan demikian, penempatan hak asuh kepada Anthony lebih dipahami sebagai kesepakatan pengasuhan di antara kedua orang tua, bukan sebagai bentuk pelepasan tanggung jawab Audi.
Pihak Audi sebelumnya juga menegaskan bahwa tidak ada persoalan besar terkait akses kepada anak.
Audi tetap dapat bertemu dengan anaknya sesuai kesepakatan yang telah dibuat bersama Anthony.
Ryan Iswara mengatakan Audi Marissa dan Anthony Xie sama-sama memiliki kepentingan untuk memberikan yang terbaik bagi anak mereka.
Karena itu, meskipun keduanya sepakat mengakhiri rumah tangga, hubungan sebagai orang tua tetap akan dijaga.
Keduanya akan menjalankan pola co-parenting agar kebutuhan anak tetap menjadi perhatian bersama.
“Yang jelas keduanya sudah sepakat co-parenting untuk anaknya karena keduanya sama-sama saling menyayangi dan semua dilakukan demi yang terbaik buat anak,” kata Ryan.
Pola tersebut memungkinkan kedua orang tua tetap menjalankan peran masing-masing dalam kehidupan anak.
Hak asuh yang berada pada salah satu pihak tidak otomatis berarti pihak lainnya tidak lagi terlibat dalam pengasuhan.
Bagi Audi dan Anthony, kesepakatan tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga kepentingan anak di tengah proses perceraian yang sedang berjalan.
Keputusan mengenai pengasuhan anak juga disebut telah dibicarakan secara kekeluargaan.
Pihak Audi menilai pengaturan tersebut merupakan pilihan yang dianggap memberikan situasi terbaik bagi anak dan kedua orang tua.
Selain membantah tudingan mengenai keinginan Audi untuk bebas, Ryan Iswara juga menjelaskan bahwa keputusan Audi Marissa dan Anthony Xie untuk berpisah bukanlah keputusan yang muncul secara tiba-tiba.
Menurut Ryan, keduanya telah berupaya menyelesaikan persoalan rumah tangga sebelum akhirnya memilih jalan perceraian.
Proses tersebut bahkan telah melibatkan keluarga dan berlangsung sepanjang 2025.
Audi dan Anthony disebut berusaha mencari jalan keluar secara damai sebelum mengambil keputusan untuk mengakhiri pernikahan.
Namun, berbagai upaya yang dilakukan tidak menemukan solusi yang membuat keduanya dapat kembali melanjutkan rumah tangga.
“Sebelum akhirnya mengambil langkah ini, keduanya berupaya berdamai dan sudah membicarakan permasalahan ini dengan mediasinya keluarga dan itu telah dilakukan mereka sepanjang 2025 lalu, tetapi akhirnya mereka menyerah dan sepakat ambil keputusan ini (cerai),” jelas Ryan.
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa proses menuju perceraian telah melalui pertimbangan yang cukup panjang.
Ryan menyebut keputusan tersebut diambil setelah berbagai upaya penyelesaian persoalan rumah tangga tidak menemukan titik temu.
Ryan Iswara menyebut perbedaan visi dan misi dalam menjalani rumah tangga menjadi salah satu alasan utama Audi Marissa dan Anthony Xie akhirnya sepakat berpisah.
“Intinya mereka sudah tidak sejalan visi dan misinya untuk terus melanjutkan rumah tangganya,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus memberikan penjelasan mengenai isu yang berkembang terkait keretakan rumah tangga pasangan tersebut.
Sebelumnya, Audi Marissa telah mengajukan gugatan cerai terhadap Anthony Xie ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Perkara tersebut tercatat sejak 11 Agustus 2026. Humas PN Jakarta Selatan sebelumnya mengonfirmasi bahwa pihak yang mengajukan gugatan adalah Audi melalui kuasa hukumnya.
Dalam perkembangan terbaru, proses perceraian keduanya masih berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sidang pada 10 September 2026 berkaitan dengan penentuan jadwal mediasi, sementara Audi dan Anthony tidak hadir dalam persidangan tersebut.
Kesepakatan mengenai hak asuh anak menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian publik dalam proses perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie.
Dalam kondisi tersebut, pihak Audi menekankan bahwa hak asuh anak yang berada di tangan Anthony tidak sama dengan hilangnya peran Audi sebagai ibu.
Audi tetap memiliki kesempatan untuk hadir dalam kehidupan anak, termasuk menjalankan aktivitas pengasuhan sehari-hari.
Hal tersebut juga menjadi alasan kuasa hukumnya membantah anggapan bahwa Audi ingin hidup bebas setelah perceraian.
Kesepakatan co-parenting yang dibuat keduanya diharapkan membuat anak tetap mendapatkan perhatian dari kedua orang tua.
Meski status hubungan Audi dan Anthony sebagai pasangan berubah, keduanya masih memiliki tanggung jawab bersama sebagai orang tua.
Pengaturan tersebut juga menunjukkan bahwa keputusan mengenai hak asuh dapat menjadi bagian dari kesepakatan orang tua dengan mempertimbangkan kondisi dan kepentingan anak.
Di tengah proses perceraian yang masih berjalan, Audi Marissa dan Anthony Xie disebut sepakat menempatkan kepentingan anak sebagai perhatian utama.
Ryan Iswara menegaskan bahwa hubungan Audi dengan anak tetap akan berjalan.
Audi juga tidak kehilangan kesempatan untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anaknya.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua pihak agar proses perpisahan tidak menghilangkan peran masing-masing sebagai orang tua.
Dengan adanya pola co-parenting, Audi dan Anthony diharapkan tetap dapat berkoordinasi dalam memenuhi kebutuhan anak.
Hal tersebut menjadi penting karena perceraian tidak serta-merta menghapus tanggung jawab orang tua terhadap anak.
Pada akhirnya, isu mengenai hak asuh anak dalam perceraian Audi Marissa dan Anthony Xie bukan semata-mata mengenai siapa yang memegang hak asuh.
Pihak Audi menegaskan bahwa yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana keduanya tetap dapat menjalankan peran sebagai orang tua dan memberikan yang terbaik bagi anak mereka.
Sementara proses perceraian masih berjalan, Audi Marissa dan Anthony Xie disebut telah memiliki kesepakatan mengenai pola pengasuhan.
Audi tetap dapat bertemu dan menjalankan perannya sebagai ibu, sedangkan Anthony memegang hak asuh berdasarkan kesepakatan keduanya. (*/stch/dda)














