Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
​Kemensos Coret Penerima Bansos Desil 5-10 dari PKH dan Sembako
​Kini Transaksi Haji dan Umrah di Arab Saudi Bisa Pakai QRIS

​Kini Transaksi Haji dan Umrah di Arab Saudi Bisa Pakai QRIS

QRIS (2)QRIS (2)
Transaksi QRIS lintas negara semakin diperluas untuk memudahkan masyarakat Indonesia melakukan pembayaran saat berada di luar negeri.

QRIS Arab Saudi Segera Bisa Dipakai untuk Transaksi Haji dan Umrah, Jemaah Indonesia Makin Mudah
Jemaah haji dan umrah Indonesia berpotensi mendapatkan kemudahan baru dalam melakukan transaksi selama berada di Arab Saudi.

BANYUMASEKSPRES.ID, Layanan QRIS disiapkan agar dapat digunakan untuk pembayaran digital di sejumlah wilayah, termasuk Makkah, Madinah, hingga berbagai kota lainnya di Arab Saudi.

Rencana penerapan QRIS Arab Saudi tersebut mencuat dalam acara soft launching penambahan layanan BPKH Apps yang berlangsung di Jakarta pada 9 September.

Kehadiran QRIS di Arab Saudi dinilai dapat memberikan alternatif pembayaran bagi jemaah Indonesia yang selama ini perlu menyiapkan uang tunai atau menggunakan metode pembayaran lain ketika berada di Tanah Suci.

Plt Direktur Utama PT Finnet Indonesia (Finpay Money) Aziz Sidqi menjelaskan bahwa kepastian mengenai penerapan QRIS di Arab Saudi merupakan kewenangan Bank Indonesia (BI) sebagai regulator.

”BI memiliki rencana mempercepat implementasi QRIS di Arab Saudi. Dari semula diterapkan tahun depan, dimajukan menjadi tahun ini,” katanya.

Meski rencana tersebut sudah disampaikan, Aziz menegaskan bahwa waktu penerapan QRIS di Arab Saudi masih menunggu informasi resmi dari Bank Indonesia.

Artinya, jemaah haji dan umrah Indonesia masih perlu menunggu kepastian lebih lanjut mengenai kapan layanan pembayaran QRIS benar-benar dapat digunakan secara luas di Arab Saudi.

Aziz menyambut positif rencana percepatan tersebut karena kehadiran QRIS dinilai dapat memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia selama menjalankan aktivitas di Arab Saudi.

Salah satu kemudahan yang diharapkan adalah berkurangnya kebutuhan jemaah untuk membawa uang tunai dalam jumlah besar selama berada di Tanah Suci.

Dengan sistem pembayaran digital, berbagai kebutuhan transaksi nantinya dapat dilakukan menggunakan QRIS ketika layanan tersebut sudah tersedia di Arab Saudi.

Kemudahan transaksi ini menjadi semakin relevan karena jemaah haji dan umrah Indonesia memiliki jumlah yang besar setiap tahunnya.

Potensi Pengguna QRIS dari Jemaah Haji dan Umrah Sangat Besar

Indonesia setiap tahun memberangkatkan sekitar 221 ribu jemaah haji reguler dan khusus ke Arab Saudi.

Jumlah tersebut belum termasuk ribuan petugas haji yang turut berada di Arab Saudi selama penyelenggaraan ibadah haji.

Di luar jemaah haji, jumlah masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah umrah juga tergolong besar. Diperkirakan sekitar 2 juta jemaah umrah asal Indonesia berangkat ke Arab Saudi setiap tahun.

Besarnya jumlah jemaah tersebut membuat kebutuhan terhadap sistem pembayaran yang praktis menjadi semakin penting, terutama untuk mendukung aktivitas transaksi selama berada di Makkah, Madinah, maupun kota lainnya.

Data perjalanan umrah juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat Indonesia ke Arab Saudi.

Sepanjang Januari hingga April 2025 saja tercatat sebanyak 648.485 jemaah umrah asal Indonesia yang berangkat ke Arab Saudi.

Jika akses QRIS Arab Saudi benar-benar diterapkan, jumlah jemaah tersebut menjadi salah satu potensi pengguna layanan pembayaran digital selama berada di Tanah Suci.

Penggunaan QRIS juga diharapkan dapat membuat transaksi menjadi lebih praktis karena jemaah tidak perlu selalu membawa uang tunai dalam jumlah besar untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama perjalanan.

BPKH Sambut Positif Rencana QRIS di Arab Saudi

Anggota BPKH Herry Alexander turut menyambut baik rencana Bank Indonesia untuk membuka akses QRIS di Arab Saudi.

Namun, untuk rincian teknis mengenai mekanisme penerapan layanan tersebut, Herry menyerahkannya kepada Bank Indonesia sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam pengaturannya.

”Terkait detailnya tentu harus BI yang menjawabnya,” katanya.

Herry menegaskan bahwa BPKH memberikan dukungan terhadap langkah Bank Indonesia tersebut.

Dukungan itu salah satunya diwujudkan melalui pembaruan BPKH Apps yang kini telah dilengkapi dengan fitur dompet digital dan QRIS.

Pengembangan BPKH Apps tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan digital yang dapat mendukung kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia.

Dengan adanya fitur dompet digital dan QRIS, jemaah nantinya dapat menggunakan BPKH Apps untuk mendukung aktivitas pembayaran selama berada di Arab Saudi.

BPKH Apps Dilengkapi QRIS dan Fitur AI

Melalui pembaruan tersebut, jemaah haji maupun jemaah umrah nantinya dapat berbelanja di Arab Saudi menggunakan layanan QRIS melalui BPKH Apps.

Kehadiran fitur tersebut diharapkan memberikan pilihan transaksi digital yang lebih praktis bagi jemaah Indonesia ketika membutuhkan berbagai keperluan selama berada di Tanah Suci.

Selain mendukung pembayaran digital, BPKH Apps juga mendapatkan tambahan layanan berbasis akal imitasi atau artificial intelligence (AI).

Fitur AI tersebut dirancang untuk membantu jemaah ketika membutuhkan informasi atau bantuan selama berada di Arab Saudi.

Herry memberikan salah satu contoh penggunaan layanan tersebut ketika jemaah mengalami kesulitan menemukan jalan kembali menuju tempat menginap.

”Misalnya ada yang lupa jalan kembali ke hotelnya, bisa tanya ke AI yang ada di aplikasi kami,” tutur Herry.

Dengan demikian, pengembangan BPKH Apps tidak hanya diarahkan sebagai sarana transaksi digital, tetapi juga menjadi aplikasi yang dapat membantu kebutuhan jemaah selama menjalankan ibadah.

Rencana penggunaan QRIS Arab Saudi juga menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital dalam mendukung perjalanan haji dan umrah dari Indonesia.

Bagi jemaah, sistem pembayaran digital dapat menjadi salah satu pilihan untuk melakukan transaksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada uang tunai.

Meski begitu, waktu pasti implementasi QRIS di Arab Saudi masih menunggu informasi resmi dari Bank Indonesia.

Karena itu, jemaah haji dan umrah Indonesia perlu menantikan pengumuman resmi terkait kapan layanan QRIS tersebut mulai dapat digunakan dan bagaimana mekanisme transaksinya di Arab Saudi.

Jika implementasinya dipercepat sesuai rencana, QRIS berpotensi menjadi salah satu fasilitas pembayaran digital yang membantu aktivitas jemaah Indonesia di Makkah, Madinah, dan kota-kota lainnya selama berada di Arab Saudi.(taa)

Berita Sebelumnya
Cek Desil Bansos

​Kemensos Coret Penerima Bansos Desil 5-10 dari PKH dan Sembako