Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BPJS Kesehatan Defisit 2 Triliun per Bulan, Pemerintah Pastikan Iuran 2027 Tidak Naik
Manchester City Kalah 0-3 dari Arsenal, Era Enzo Maresca Langsung Terancam

Manchester City Kalah 0-3 dari Arsenal, Era Enzo Maresca Langsung Terancam

Maresca Hadapi Krisis Lini TengahMaresca Hadapi Krisis Lini Tengah

BANYUMASEKSPRES.ID, MANCHESTER – Manchester City mengawali era Enzo Maresca dengan hasil mengecewakan. The Citizens takluk telak 0-3 dari Arsenal dalam pertandingan Community Shield di Cardiff, Minggu.

Kekalahan tersebut menjadi alarm serius bagi Maresca sebelum Manchester City memasuki kompetisi Premier League 2026/2027.

Arsenal tampil dominan dan mampu mencetak tiga gol melalui Riccardo Calafiori, Kai Havertz, serta Martin Odegaard.

Hasil tersebut sekaligus menjadi kemenangan dengan margin terbesar dalam final Community Shield sejak 2014.

Arsenal bukan hanya unggul dalam skor, tetapi juga terlihat jauh lebih siap dibandingkan Manchester City.

Sejak pertandingan dimulai, Arsenal mampu mengendalikan permainan. Manchester City kesulitan membangun serangan dan hampir tidak mampu memberikan tekanan berarti ke lini pertahanan lawan.

Legenda Rangers, Ally McCoist, bahkan menilai perbedaan kualitas kedua tim terlihat sangat mencolok.

“Jurang antara Arsenal dan Man City hari ini adalah yang terbesar yang pernah saya lihat di antara kedua tim ini dalam waktu yang lama,” kata McCoist saat menjadi komentator TNT Sport.

Ia juga menggambarkan performa Manchester City sebagai sesuatu yang mengkhawatirkan.

Kondisi tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Maresca. Pelatih asal Italia itu harus segera menemukan formula terbaik sebelum pertandingan Premier League dimulai.

Salah satu persoalan terbesar Manchester City terlihat di lini tengah. Rodri tidak masuk skuad dalam pertandingan tersebut dan disebut-sebut semakin dekat dengan kepindahan ke Barcelona.

Maresca kemudian memasangkan Mateo Kovacic dengan rekrutan senilai £116 juta atau sekitar US$157 juta, Elliot Anderson.

Namun, Anderson gagal memberikan pengaruh besar dalam pertandingan. Ia tidak mencatatkan tekel maupun intersepsi dan terlibat dalam proses terciptanya gol pertama Arsenal.

Myles Lewis-Skelly mampu melewati Anderson sebelum memberikan umpan kepada Calafiori. Pemain Arsenal tersebut kemudian menyelesaikan peluang untuk membawa timnya unggul.

Situasi tersebut memperlihatkan betapa pentingnya keberadaan Rodri bagi keseimbangan permainan Manchester City.

Setelah Martin Odegaard mencetak gol ketiga hanya tiga menit setelah babak kedua dimulai, legenda Liverpool Jamie Carragher turut memberikan komentar melalui media sosial.

“Man City harus mempertahankan Rodri,” tulis Carragher.

Masalah Manchester City semakin rumit karena peluang mempertahankan Rodri disebut semakin kecil.

Menurut laporan The Athletic, Manchester City dan Barcelona telah mencapai kesepakatan mengenai nilai transfer akhir Rodri sekitar £65 juta atau US$88 juta termasuk tambahan.

Kontrak Rodri bersama Manchester City sendiri disebut hanya menyisakan 12 bulan.

Jika transfer tersebut benar-benar terealisasi, City akan kehilangan salah satu pemain terpenting dalam struktur permainan mereka.

Rodri bukan hanya berperan sebagai gelandang bertahan, tetapi juga menjadi pengatur tempo permainan serta pelindung lini belakang.

Situasinya semakin berat karena Manchester City juga telah kehilangan sejumlah pemain penting seperti Bernardo Silva, John Stones, serta Pep Guardiola.

Selain lini tengah, sektor pertahanan Manchester City juga mendapat sorotan.

Abdukodir Khusanov dimainkan sebagai bek kanan setelah Matheus Nunes mengalami cedera saat pemanasan. Khusanov terlihat kesulitan menghadapi winger baru Arsenal, Christos Tzolis.

Dalam proses gol kedua Arsenal, Khusanov kehilangan posisi ketika Tzolis bergerak masuk ke area berbahaya. Tzolis kemudian mengirim umpan silang yang berhasil diselesaikan Kai Havertz.

Ruben Dias bahkan harus keluar dari posisinya untuk menutup ruang yang ditinggalkan Khusanov.

Tidak hanya Khusanov, Nico O’Reilly dan Josko Gvardiol juga dinilai belum mampu tampil optimal.

Jika persoalan tersebut tidak segera diperbaiki, Manchester City berpotensi menghadapi masalah besar ketika Premier League memasuki pekan-pekan awal.

Masalah Manchester City juga terlihat dari lini depan.

Jeremy Doku dan Antoine Semenyo kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Sementara itu, Erling Haaland hanya mencatatkan tujuh sentuhan bola sebelum ditarik keluar pada menit ke-53.

Minimnya suplai bola membuat Haaland tidak mampu menunjukkan ketajamannya sebagai salah satu striker terbaik dunia.

Phil Foden sempat menunjukkan beberapa momen menjanjikan setelah mendapatkan kontrak jangka panjang.

Namun, secara keseluruhan serangan Manchester City tetap tidak mampu memberikan ancaman konsisten kepada Arsenal.

Maresca juga memasukkan Jack Grealish pada babak kedua. Pemain tersebut tampil untuk pertama kalinya bersama Manchester City dalam 15 bulan setelah mengalami cedera serius.

Namun, Grealish belum mampu mengubah jalannya pertandingan.

Kekalahan dari Arsenal membuat kebutuhan Manchester City untuk memperkuat lini tengah semakin jelas.

Selain Rodri yang dikaitkan dengan Barcelona, Tijjani Reijnders juga disebut sedang menyelesaikan kepindahan ke Al-Qadsiah.

Manchester City masih memiliki Nico Gonzalez, Elliot Anderson, dan Mateo Kovacic sebagai opsi. Namun, Maresca tampaknya membutuhkan tambahan pemain berkualitas untuk menjaga keseimbangan skuad.

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan Manchester City, termasuk wonderkid Lille, Ayyoub Bouadd, serta mantan pemain Maresca di Chelsea, Enzo Fernandez.

Enzo Fernandez diperkirakan membutuhkan biaya transfer lebih dari £120 juta atau sekitar US$162 juta.

Dengan kebutuhan yang begitu besar, Manchester City harus bergerak cepat di bursa transfer jika ingin memperbaiki kelemahan sebelum Premier League dimulai.

Kekalahan 0-3 dari Arsenal di Community Shield menjadi peringatan awal bagi Maresca.

Manchester City bukan hanya kalah dalam skor, tetapi juga terlihat kesulitan mengontrol lini tengah, membangun serangan, serta menjaga pertahanan.

Maresca kini memiliki waktu terbatas untuk memperbaiki situasi. Lini tengah harus segera mendapatkan solusi, terutama jika Rodri benar-benar meninggalkan klub.

Pertahanan juga membutuhkan pembenahan agar kesalahan seperti yang terjadi melawan Arsenal tidak kembali terulang.

Pada pekan pertama Premier League, Manchester City akan menghadapi Bournemouth.

Jika persoalan di lini tengah dan pertahanan belum terselesaikan, City berpotensi kembali mendapatkan tekanan besar.

Bagi Maresca, pertandingan Community Shield tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pekerjaan membangun kembali Manchester City bukanlah tugas ringan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Iuran BPJS Tak Naik Tahun Depan

BPJS Kesehatan Defisit 2 Triliun per Bulan, Pemerintah Pastikan Iuran 2027 Tidak Naik