Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BPBD Purbalingga Siapkan 1,4 Juta Liter Air Bersih

Bpbd siapkan 1,4 juta liter air bersihBpbd siapkan 1,4 juta liter air bersih

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya untuk menghadapi ancaman kekeringan yang kerap melanda Kabupaten Purbalingga, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan lebih dari satu juta liter air bersih untuk tahun ini.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat tidak mengalami kesulitan air bersih selama musim kemarau yang akan datang.

“Kami telah menyiapkan 280 tangki air bersih untuk mengantisipasi kesulitan air bersih pada musim kemarau tahun ini,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Purbalingga, Prayitno, pada Kamis, 10 Juli 2025.

Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter, sehingga totalnya mencapai 1.400.000 liter atau 1,4 juta liter air bersih.

Penyediaan air bersih dalam jumlah besar ini bukan hal baru bagi BPBD Kabupaten Purbalingga. Tahun lalu, jumlah yang sama yakni 1,4 juta liter juga didistribusikan sebagai upaya antisipasi kekeringan.

Prayitno menegaskan kesiapan mereka untuk menambah volume air bersih jika diperlukan, guna membantu warga selama musim kemarau agar tidak mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebelumnya, pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Purbalingga telah mengalokasikan anggaran untuk distribusi bantuan air bersih sebanyak 2.597 tangki atau setara dengan 11.603.000 liter.

Sementara itu, di tahun 2024 bantuan yang disalurkan adalah sebanyak 455 tangki atau sekitar 2.258.000 liter.

Menurut Prayitno, koordinasi yang kuat antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lembaga terkait menjadi kunci kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan agar masyarakat tidak menderita akibat kekurangan air berkepanjangan.

“Rapat Koordinasi Penentuan Siaga Darurat Kekeringan sangat penting agar dapat segera mengidentifikasi kendala-kendala apa saja dalam penanganan bencana kekeringan,” tambahnya.

Ia berharap melalui rapat koordinasi tersebut, setiap OPD dan lembaga terkait dapat bekerja sama lebih efektif dalam menangani bencana sehingga dampak terhadap masyarakat bisa diminimalisir.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah daerah berharap dapat memastikan bahwa kebutuhan dasar seperti akses terhadap air bersih tetap terjaga meskipun cuaca ekstrem terjadi.

Strategi mitigasi ini diharapkan mampu menjaga kesejahteraan masyarakat selama musim kering dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari dampak buruk perubahan cuaca. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
Data realisasi investasi ri sepanjang kuartal i tahun 2025 mencapai angka fantastis, yakni rp465 triliun.

Investasi Q1 2025 Tembus Rp465 Triliun, Dunia Masih Percaya Ekonomi RI

Berita Selanjutnya
Penumpang ka tembus 59 ribu

Libur Sekolah, Penumpang KA Tembus 59 Ribu