Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Baru Isi BBM, Mobil Pikap Ludes Terbakar di Bukateja Purbalingga

Baru isi bbm, mobil pikap ludes terbakarBaru isi bbm, mobil pikap ludes terbakar
Kondisi mobil pikap yang ludes terbakar di ruas jalan raya Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Kamis (10/7/2025).

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Sebuah mobil pikap terbakar habis di jalan raya Desa Tidu, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga pada Kamis, 10 Juli 2025. Insiden ini terjadi setelah kendaraan tersebut mengisi bahan bakar di SPBU Kembangan, yang terletak di wilayah yang sama.

Menurut AKP Setyo Hadi, Kasi Humas Polres Purbalingga, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran ini, kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah. Pernyataan ini menggarisbawahi dampak finansial yang cukup signifikan bagi pemilik kendaraan.

“Kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah,” katanya.

Dari data yang dihimpun Banyumas Ekspres di lokasi kejadian, mobil pikap tersebut adalah Suzuki Futura dengan nomor polisi R 8781 AL.

Mobil itu dikemudikan oleh Yoga Prastyo, seorang pemuda berusia 20 tahun yang tinggal di Desa Majatengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga.

“Mobil pikap terbakar saat perjalanan setelah mengisi BBM di SPBU Kembangan menuju ke rumah pengemudi,” ungkap AKP Setyo Hadi lebih lanjut.

Sebelum kebakaran terjadi, pengemudi telah mengisi penuh tangki mobil dengan BBM jenis Pertalite.

Selain itu, ia juga membeli tambahan 20 liter Pertamax yang disimpan dalam jerigen plastik dan diletakkan di bak belakang mobil. Ini menjadi titik awal masalah yang tidak terduga bagi Yoga Prastyo.

Saat sedang dalam perjalanan menuju rumahnya, Yoga merasakan panas pada punggungnya. Ketika ia melihat ke arah belakang mobilnya, ia melihat api sudah berkobar membakar bagian belakang kendaraan. Berbekal naluri dan refleks cepat, Yoga segera menepikan mobil dan keluar untuk meminta bantuan dari warga sekitar.

Laporan mengenai kejadian ini segera diteruskan kepada pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Purbalingga. Menanggapi laporan tersebut secara sigap, dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Purbalingga dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang berkobar dengan cepat.

“Penyebab kebakaran diduga berasal dari BBM jenis Pertamax dalam jerigen di bak belakang kendaraan,” imbuh AKP Setyo Hadi.

“BBM dalam jerigen menetes dan merembes ke bagian mesin hingga mengakibatkan kebakaran.” jelasnya.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini; namun demikian, kerugian material yang dialami oleh pemilik kendaraan diperkirakan mencapai Rp 70 juta. Angka ini mencerminkan betapa mahalnya harga dari sebuah kelalaian kecil yang bisa berujung pada bencana besar.

Kejadian ini juga menggarisbawahi pentingnya peran tanggap darurat dari dinas terkait seperti pemadam kebakaran yang selalu siap sedia menangani situasi genting semacam ini.

Peristiwa tersebut juga menjadi pelajaran berharga bagi para pengemudi lain agar lebih berhati-hati dan memastikan keamanan saat menyimpan bahan bakar cadangan di kendaraan mereka. Penanganan cepat dan tepat dari Damkar dan kepolisian setempat menunjukkan pentingnya koordinasi antar lembaga untuk mengatasi situasi darurat dengan efektif.

Pengalaman Yoga Prastyo mencerminkan risiko nyata dari penyimpanan bahan bakar secara sembarangan tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

Diharapkan melalui pemberitaan ini masyarakat dapat lebih waspada terhadap bahaya potensial dari tindakan serupa dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat untuk menghindari kecelakaan serupa di masa depan. (tya/stch)

Berita Sebelumnya
11 formasi sekolah kedinasan 2025 ini belum banyak dilirik

Minim Persaingan, 11 Formasi Sekolah Kedinasan 2025 Ini Belum Banyak Dilirik

Berita Selanjutnya
Ma larang ekspor pasir laut

Mahkamah Agung Tegas Larang Ekspor Pasir Laut