BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pemerintah Kabupaten Cilacap terus mendorong potensi ekonomi daerah agar mampu menarik lebih banyak investasi sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Strategi tersebut menjadi perhatian setelah Cilacap masuk dalam 15 besar nominasi Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2026 yang diselenggarakan BRIDA Provinsi Jawa Tengah.
Masuknya Cilacap dalam nominasi tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat berbagai sektor yang menjadi penopang perekonomian.
Hasil IDSD juga akan digunakan sebagai salah satu bahan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengatakan, IDSD tidak hanya berkaitan dengan posisi atau peringkat daerah.
Menurutnya, indikator tersebut dapat digunakan pemerintah untuk melihat kondisi daya saing sekaligus menentukan sektor yang perlu dikembangkan.
“IDSD tidak hanya soal peringkat, tetapi menjadi bahan untuk menentukan arah pembangunan,” kata Ammy, Selasa (11/8).
Berdasarkan hasil IDSD 2025, Kabupaten Cilacap memperoleh nilai 3,56 dan menempati peringkat ke-33 di Jawa Tengah.
Sejumlah sektor tercatat menjadi kekuatan daerah, di antaranya infrastruktur, kesehatan, kelembagaan, teknologi informasi dan komunikasi, serta ukuran pasar.
Meski memiliki sejumlah keunggulan, Pemkab Cilacap masih melihat beberapa sektor yang perlu diperkuat untuk meningkatkan daya saing daerah.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan keterampilan tenaga kerja, pasar tenaga kerja, dunia usaha, sistem keuangan, dan inovasi.
Penguatan sektor tersebut dinilai penting karena pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya aktivitas ekonomi.
Pemerintah juga perlu memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan daya saing serta memberikan dampak langsung terhadap masyarakat.
Pemkab Cilacap melihat adanya kondisi yang disebut sebagai growth without competitiveness.
Kondisi tersebut menggambarkan aktivitas ekonomi yang cukup besar, tetapi belum sepenuhnya mampu menghasilkan daya saing yang kuat maupun menciptakan lapangan kerja secara optimal.
Karena itu, pemerintah daerah ingin mengubah berbagai potensi ekonomi yang sudah dimiliki Cilacap menjadi kekuatan yang mampu memberikan manfaat lebih besar.
Strategi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia, mengembangkan dunia usaha, serta mendorong investasi yang mampu menyerap tenaga kerja.
Menurut Ammy, Cilacap bersama Kabupaten Banyumas dan Purbalingga akan berfokus pada tiga strategi utama untuk meningkatkan daya saing kawasan.
“Untuk meningkatkan daya saing, Cilacap bersama Banyumas dan Purbalingga akan fokus pada tiga hal, yakni penguatan kawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan hilirisasi ekonomi,” lanjut Ammy.
Penguatan kawasan menjadi salah satu strategi untuk mengembangkan potensi ekonomi secara lebih terintegrasi.
Kolaborasi antardaerah diharapkan dapat membuat berbagai potensi yang dimiliki Cilacap, Banyumas, dan Purbalingga saling mendukung.
Selain kawasan, kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dinilai penting untuk meningkatkan daya saing sekaligus menarik investasi.
Ketersediaan tenaga kerja terampil dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi investor ketika menentukan lokasi pengembangan usaha.
Karena itu, peningkatan kompetensi masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan ekonomi Cilacap.
Strategi berikutnya adalah hilirisasi ekonomi. Pemerintah daerah ingin potensi komoditas dan sumber daya yang tersedia tidak hanya berhenti pada produksi bahan mentah.
Pengembangan sektor hilir diharapkan dapat memberikan nilai tambah terhadap berbagai komoditas unggulan daerah.
Dengan demikian, aktivitas ekonomi yang muncul tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.
Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain ekowisata, industri, pengolahan komoditas unggulan, pertanian, dan perikanan.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikembangkan melalui kebijakan yang tepat serta didukung kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pihak terkait.
Pemkab Cilacap berharap hasil pemetaan melalui IDSD dapat menjadi dasar untuk menentukan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Dengan mengetahui sektor yang sudah kuat dan bidang yang masih membutuhkan penguatan, pemerintah dapat menyusun program yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan daya saing daerah.
Ammy menegaskan potensi ekonomi yang dimiliki Cilacap harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
“Potensi yang ada harus bisa menjadi kekuatan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” tandasnya.
Masuknya Cilacap dalam 15 besar nominasi IDSD 2026 pun menjadi peluang untuk memperkuat posisi daerah di Jawa Tengah.
Ke depan, pemerintah daerah perlu memastikan berbagai potensi tersebut dapat diterjemahkan menjadi investasi, peningkatan kualitas tenaga kerja, pengembangan usaha, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat Cilacap. (jul/stch/dda)














