Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Elena Rybakina Hadapi Naomi Osaka di Perempat Final Toronto Open WTA 1000
Pustu Semedo Segera Dibangun, Dinkes Banyumas Siapkan Anggaran 843 Juta

Pustu Semedo Segera Dibangun, Dinkes Banyumas Siapkan Anggaran 843 Juta

Dua Fungsi Pustu DihapusDua Fungsi Pustu Dihapus
MENGECEK: Pengecekan lahan pembangunan Pustu baru tahun depan di Semedo, Pekuncen

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas melakukan penataan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat desa.

Dua puskesmas pembantu (Pustu) di Kabupaten Banyumas dihapus karena mengalami kerusakan berat dan tidak lagi digunakan untuk pelayanan masyarakat.

Meski dua Pustu tersebut dihapus, layanan kesehatan masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

Saat ini masih terdapat 38 Pustu yang aktif memberikan pelayanan kesehatan di berbagai wilayah Kabupaten Banyumas.

Dua Pustu yang dihapus berada di Desa Legok dan Kemutug Lor. Selain kondisi bangunan yang rusak berat, keberadaan kedua fasilitas tersebut juga dinilai tidak terlalu dibutuhkan karena lokasinya relatif dekat dengan puskesmas induk.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Banyumas Sukamto mengatakan keputusan penghapusan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekaligus jarak fasilitas terhadap puskesmas induk.

“Di Legok dan Kemutug Lor dihapus. Selain rusak berat juga jaraknya tidak terlalu jauh dengan puskesmas induk,” kata Sukamto saat ditemui Radarmas, Selasa (11/8).

Kondisi bangunan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penataan fasilitas kesehatan tersebut.

Pustu yang mengalami kerusakan berat dinilai tidak lagi layak digunakan sebagai tempat pelayanan kesehatan masyarakat.

Selain faktor keamanan bangunan, jarak dengan puskesmas induk juga menjadi pertimbangan.

Masyarakat di sekitar wilayah tersebut masih dapat mengakses pelayanan melalui fasilitas kesehatan utama yang berada tidak terlalu jauh.

Dengan penghapusan dua Pustu tersebut, Dinas Kesehatan Banyumas saat ini mencatat terdapat 38 Pustu yang masih aktif dan melayani masyarakat.

Penataan fasilitas kesehatan ini dilakukan agar keberadaan sarana pelayanan kesehatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi fasilitas yang tersedia.

Di tengah penghapusan dua Pustu, Dinas Kesehatan Banyumas justru menyiapkan pembangunan fasilitas kesehatan baru di Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen.

Pembangunan Pustu Semedo direncanakan dilaksanakan pada 2027 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan tahun anggaran 2027.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menambah fasilitas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Keberadaan Pustu diharapkan dapat memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa harus selalu mendatangi puskesmas induk.

Sukamto menyebut anggaran yang disiapkan untuk pembangunan Pustu Semedo mencapai Rp843 juta.

“Alokasi anggaran pembangunan Pustu Semedo Rp843 juta,” terang Sukamto.

Dengan anggaran tersebut, pembangunan Pustu Semedo diharapkan dapat direalisasikan sesuai perencanaan pada tahun depan.

Selain menyiapkan anggaran, Dinas Kesehatan Banyumas juga telah memperhatikan kesiapan lahan untuk pembangunan Pustu Semedo.

Sukamto memastikan lahan yang disiapkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan tersebut tidak masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Hal ini menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pembangunan fasilitas pemerintah dapat berjalan sesuai ketentuan.

Lahan yang akan digunakan merupakan tanah milik Desa Semedo. Luas lahan secara keseluruhan mencapai sekitar 400 meter persegi.

Sementara itu, kebutuhan lahan untuk pembangunan Pustu diperkirakan sekitar 200 meter persegi.

“Lokasi merupakan tanah milik desa. Kebutuhan tanah 200 meter,” pungkas Sukamto.

Ketersediaan lahan milik desa tersebut menjadi salah satu faktor pendukung pembangunan Pustu baru di wilayah Pekuncen.

Pembangunan Pustu Semedo diharapkan dapat memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Fasilitas kesehatan tingkat desa memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan dasar serta mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Dengan adanya Pustu baru, masyarakat Semedo nantinya memiliki alternatif fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal.

Sementara itu, penghapusan Pustu yang mengalami kerusakan berat di Legok dan Kemutug Lor menjadi bagian dari evaluasi terhadap fasilitas kesehatan yang sudah tidak optimal digunakan.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa penataan fasilitas kesehatan tidak hanya berorientasi pada penambahan bangunan baru, tetapi juga mempertimbangkan kelayakan fasilitas lama, keamanan, kebutuhan masyarakat, dan akses terhadap puskesmas induk.

Dinas Kesehatan Banyumas saat ini masih memiliki 38 Pustu aktif yang memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan rencana pembangunan Pustu Semedo pada 2027, jumlah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat desa nantinya berpotensi kembali bertambah.

Pemerintah daerah berharap pembangunan Pustu baru tersebut dapat berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat Semedo dan wilayah sekitarnya mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang semakin mudah. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Rybakina Tembus Perempat Final Toronto

Elena Rybakina Hadapi Naomi Osaka di Perempat Final Toronto Open WTA 1000