Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Sensus Ekonomi 2026 Sasar Pedagang Pasar Sumpiuh, 62 Petugas Dikerahkan
Workshop Pembuatan Keris Jadi Daya Tarik Pameran Cagar Budaya Cilacap

Workshop Pembuatan Keris Jadi Daya Tarik Pameran Cagar Budaya Cilacap

Workshop Pembuatan Keris Jadi Daya TarikWorkshop Pembuatan Keris Jadi Daya Tarik
KUNJUNGAN : Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya kunjungi Pameran Cagar Budaya

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Workshop pembuatan keris menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian pengunjung dalam Pameran Cagar Budaya di Cilacap.

Tidak hanya melihat koleksi benda bersejarah, pengunjung juga diberi kesempatan untuk merasakan langsung proses pembuatan keris dengan mencoba menempa bilah keris.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pameran Cagar Budaya yang berlangsung di Cilacap mulai Kamis (6/8/2026) hingga Sabtu (8/8/2026).

Workshop pembuatan keris digelar bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Pengunjung dari berbagai kalangan dapat mengikuti kegiatan tersebut. Pelajar menjadi salah satu kelompok yang mendapat kesempatan untuk mencoba langsung proses menempa bilah keris.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana mengenalkan warisan budaya kepada generasi muda dengan cara yang lebih interaktif.

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya juga turut mencoba menempa bilah keris dalam workshop tersebut.

Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan yang bertujuan mengenalkan dan menjaga keberadaan budaya serta sejarah lokal.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas P dan K Cilacap, Ahmad Fathoni, mengatakan workshop pembuatan keris sengaja digelar agar masyarakat tidak hanya melihat keris sebagai benda budaya.

Melalui kegiatan praktik, pengunjung dapat mengetahui proses panjang yang dilakukan dalam membuat bilah keris.

“Pengunjung kami beri kesempatan untuk ikut mencoba menempa bilah keris. Harapannya mereka bisa lebih mengenal keris sebagai bagian dari budaya dan sejarah,” katanya, Minggu (9/8/2026).

Menurut Ahmad, pengalaman langsung menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengenalkan budaya kepada masyarakat.

Terlebih bagi pelajar, kegiatan tersebut dapat memberikan gambaran mengenai proses pembuatan benda budaya yang selama ini mungkin hanya mereka lihat melalui buku, foto, atau museum.

Dalam workshop tersebut, pengunjung dapat melihat sekaligus mencoba tahapan awal pembuatan bilah keris.

Aktivitas menempa memberikan pengalaman berbeda karena peserta dapat merasakan secara langsung bagaimana sebuah benda budaya dibuat melalui keterampilan dan proses yang tidak sederhana.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang bersifat formal.

Pengenalan budaya dapat dikemas dalam bentuk kegiatan interaktif sehingga masyarakat, terutama generasi muda, lebih tertarik untuk mengenal warisan budaya.

Pameran Cagar Budaya Cilacap tidak hanya menghadirkan workshop pembuatan keris.

Sejumlah dokumen bersejarah dan benda-benda cagar budaya juga ditampilkan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran berbagai koleksi tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengetahui lebih jauh mengenai sejarah dan budaya yang berkembang di Cilacap.

Masyarakat dapat melihat berbagai peninggalan yang memiliki nilai sejarah sekaligus mendapatkan informasi mengenai pentingnya menjaga keberadaannya.

Bagi pelajar, pameran tersebut dapat menjadi ruang belajar di luar lingkungan sekolah.

Mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan melalui materi pembelajaran, tetapi juga dapat melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan sejarah dan budaya.

Ahmad mengatakan kegiatan seperti Pameran Cagar Budaya diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Cilacap.

Menurutnya, keberadaan benda cagar budaya perlu dikenalkan secara berkelanjutan agar tidak hanya dikenal oleh generasi saat ini.

“Kami ingin kegiatan seperti ini menjadi ruang belajar bagi masyarakat. Tidak hanya melihat benda bersejarah, tetapi juga mengenal dan ikut merasakan proses budaya yang ada,” pungkasnya.

Workshop pembuatan keris juga menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan generasi muda dengan warisan budaya melalui pengalaman langsung.

Cara tersebut diharapkan dapat membuat keris tidak hanya dipahami sebagai benda tradisional, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah dan identitas budaya yang memiliki nilai penting.

Keterlibatan ISI Surakarta dalam kegiatan tersebut turut memberikan pengalaman kepada peserta mengenai seni dan keterampilan tradisional.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan seni menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan budaya kepada masyarakat.

Dengan adanya kegiatan interaktif seperti workshop pembuatan keris, Pameran Cagar Budaya Cilacap tidak hanya menjadi tempat untuk melihat koleksi sejarah.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk belajar, mencoba, dan mengenal lebih dekat proses budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Antusiasme pengunjung, khususnya pelajar, menunjukkan bahwa kegiatan pengenalan budaya dapat dikemas dengan cara yang lebih menarik.

Pengalaman menempa keris secara langsung menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal salah satu warisan budaya sekaligus memahami pentingnya menjaga keberlangsungan tradisi.

Melalui Pameran Cagar Budaya dan workshop pembuatan keris, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal kekayaan sejarah dan budaya Cilacap.

Kesadaran tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk ikut menjaga berbagai peninggalan budaya agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi berikutnya. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
62 Petugas Sensus Data Pedagang

Sensus Ekonomi 2026 Sasar Pedagang Pasar Sumpiuh, 62 Petugas Dikerahkan