Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dua Hari Berturut-turut Kebakaran Lahan di Kebumen, Warga Diminta Waspada

Dua Kebakaran Lahan Terjadi dalam Dua HariDua Kebakaran Lahan Terjadi dalam Dua Hari
PADAMKAN API: Petugas melakukan pemadaman api dalam peristiwa kebakaran lahan milik Perum Perhutani persisnya di Petak 121 J, Dukuh Situ, Desa Karanggayam, Kecamatan Karanggayam

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ancaman kebakaran lahan di Kabupaten Kebumen semakin meningkat memasuki puncak musim kemarau 2026.

Dalam dua hari berturut-turut, kebakaran terjadi di dua wilayah berbeda dan melanda lahan milik Perum Perhutani serta lahan milik warga.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena vegetasi yang mengering selama musim kemarau membuat lahan lebih mudah terbakar.

Api juga berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani, terutama pada kawasan yang dipenuhi rumput, ilalang, dan dedaunan kering.

Kebakaran terbaru terjadi di lahan milik Perum Perhutani, tepatnya di Petak 121 J, Dukuh Situ, Desa Karanggayam, Kecamatan Karanggayam.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 0,25 hektare lahan yang ditanami pohon pinus.

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui pada Jumat (7/8) sekitar pukul 11.45 WIB.

Informasi mengenai munculnya api diterima Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Karanggayam, Budi Yuwono, dari warga.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Karanggayam dan Pemerintah Desa Karanggayam.

Petugas kepolisian bersama personel Perhutani, perangkat desa, dan warga kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Lokasi kebakaran yang berada cukup jauh dari permukiman membuat proses pemadaman tidak dapat dilakukan menggunakan kendaraan roda empat.

Akses menuju lahan juga tidak memungkinkan kendaraan masuk hingga titik kebakaran.

Karena kondisi tersebut, proses pemadaman dilakukan secara manual oleh petugas bersama warga.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api semakin meluas dan merembet ke kawasan lain.

Kapolres menyampaikan, api berhasil dipadamkan sekitar dua jam setelah kejadian diketahui.

Petugas memastikan api dapat dikendalikan sehingga tidak menyebar ke area lain di sekitar lokasi.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

Kebakaran juga tidak sampai mengancam permukiman warga karena lokasi lahan yang terbakar berada cukup jauh dari rumah penduduk.

Berdasarkan laporan kepolisian, kebakaran di lahan Perhutani tersebut diduga dipicu kondisi kemarau panjang.

Vegetasi yang mengering membuat permukaan lahan menjadi lebih mudah terbakar ketika terkena sumber api.

Kebakaran lahan di Karanggayam tersebut terjadi hanya berselang sehari setelah peristiwa serupa melanda wilayah Kecamatan Alian.

Pada Kamis (6/8), kebakaran terjadi di lahan milik penduduk di kawasan pegunungan Dukuh Lengkong, Desa Kalijaya, Kecamatan Alian.

Kebakaran di Desa Kalijaya menghanguskan lahan dengan luas kurang lebih dua hektare.

Vegetasi yang terbakar terdiri atas rumput ilalang dan daun pohon jati kering yang berguguran.

Berbeda dengan kebakaran di Karanggayam, penyebab kebakaran lahan di Desa Kalijaya hingga kini belum diketahui.

Polisi masih belum mendapatkan kepastian mengenai sumber api yang memicu kebakaran tersebut.

Kebakaran terjadi ketika kondisi wilayah Kebumen tengah mengalami musim kemarau dan kekeringan.

Kondisi lingkungan yang kering membuat rumput, ilalang, serta dedaunan lebih mudah terbakar dan dapat mempercepat penyebaran api.

Dua kejadian kebakaran lahan dalam waktu berdekatan tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Kebakaran yang bermula dari titik kecil dapat berkembang menjadi lebih besar apabila tidak segera ditangani.

Kapolres Kebumen mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan.

Aktivitas pembakaran yang tidak diawasi dapat memicu kebakaran, terutama ketika kondisi lahan dan vegetasi sedang sangat kering.

“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani secepat mungkin,” ujar AKBP Putu.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api di sekitar kawasan hutan maupun lahan kering.

Penanganan sedini mungkin dinilai penting untuk mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerusakan yang lebih besar.

Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa potensi kebakaran lahan di Kebumen perlu menjadi perhatian bersama selama musim kemarau 2026.

Kondisi lahan yang kering, ditambah banyaknya vegetasi mudah terbakar, membuat risiko kebakaran semakin tinggi.

Dengan adanya kebakaran di lahan Perhutani dan lahan penduduk dalam dua hari berturut-turut, masyarakat diharapkan tidak lengah.

Kewaspadaan dan respons cepat terhadap munculnya titik api menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran lahan meluas selama puncak musim kemarau. (cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
12 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Krisis Air Bersih Purbalingga Meluas, 12 dari 18 Kecamatan Terdampak Kekeringan

Berita Selanjutnya
Dokumen Haji Banyak Tak Sesuai

Calon Jamaah Haji 2027 Diminta Segera Perbaiki Data Dokumen Sebelum Buat Paspor