Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ditemukan di Plafon Toilet Sekolah, Polisi Selidiki Kasus Pembuangan Bayi di Banjarnegara

Bayi Meninggal di Plafon Toilet SMKBayi Meninggal di Plafon Toilet SMK
PENEMUAN BAYI: Proses evakuasi penemuan mayat bayi di toilet SKM Negeri 1 Wanayasa

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Keheningan pagi di SMK Negeri 1 Wanayasa tiba-tiba terusik oleh penemuan tragis yang mengguncang seluruh komunitas sekolah.

Seorang petugas kebersihan menemukan bayi dalam kondisi tidak bernyawa di plafon toilet sekolah pada Senin (1/11/2025) sekitar pukul 08.30 WIB.

Penemuan ini bermula dari bercak darah yang menjalar di dinding toilet, tampak mengalir dari bagian atas, memicu kecurigaan dan kepanikan.

Kasat Reskrim Polres Banjarnegara Sugeng Tugino menjelaskan bahwa petugas kebersihan awalnya hendak membersihkan toilet saat ia melihat bercak darah kering di tembok.

“Petugas melihat ada aliran darah di tembok. Sumbernya dari bagian atas plafon yang memiliki lubang,” ungkap Sugeng Tugino kepada awak media pada Selasa (2/11/2025).

Kejanggalan ini mendorong petugas untuk mengarahkan kamera ponselnya ke arah lubang plafon, dan rekaman tersebut mengungkapkan sosok bayi perempuan yang sudah tidak bernyawa.

Penemuan mengejutkan ini segera dilaporkan kepada pihak sekolah, yang langsung meneruskan kabar tersebut ke Polsek Wanayasa.

Dalam waktu singkat, polisi tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan pemeriksaan awal, diperkirakan bayi malang tersebut telah berada di plafon selama dua hingga tiga hari sebelum ditemukan.

“Dari perkiraan sementara, bayi sudah meninggal 2–3 hari sebelum ditemukan,” tambah Sugeng.

Tim Resmob Polres Banjarnegara bergerak cepat menindaklanjuti penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung.

“Dari hasil penyelidikan, sudah ada indikasi pihak yang kami curigai. Saat ini kami masih melakukan penyidikan lebih mendalam untuk mengarah pada dugaan pemilik bayi tersebut,” jelas Sugeng lebih lanjut.

Kasus pembuangan bayi ini menjadi perhatian serius karena terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang seharusnya menjadi area aman bagi siswa dan warga sekitar.

Hingga kini, motif pembuangan bayi tersebut masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.

Tragedi ini membuka luka mendalam bagi komunitas sekolah dan warga sekitar, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana insiden menyedihkan semacam itu dapat terjadi di lokasi yang seharusnya aman dari kejadian-kejadian mengejutkan seperti ini.

Kejadian tersebut juga mendorong diskusi tentang tanggung jawab moral dan sosial masyarakat dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan anak-anak di lingkungan mereka.

Proses evakuasi dan penemuan mayat bayi itu terekam dalam video yang beredar di kalangan warga setempat, menunjukkan betapa memilukannya insiden ini bagi semua yang terlibat.

Rekaman tersebut memperlihatkan momen-momen tegang saat petugas berusaha mengevakuasi jasad kecil tersebut dari plafon toilet sekolah.

Dalam menghadapi insiden tragis semacam ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk melanjutkan penyelidikan dengan penuh dedikasi guna memastikan keadilan ditegakkan serta memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tak terjawab terkait kasus ini.

Masyarakat pun berharap agar pelaku dapat segera ditemukan dan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Di tengah penyelidikan yang berlangsung, pihak sekolah bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan lingkungan belajar tetap kondusif dan aman bagi para siswa.

Kepolisian juga menghimbau masyarakat agar memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan demi terungkapnya kebenaran di balik penemuan menyedihkan ini. (jud/bay/dda)

Berita Sebelumnya
Polisi Amankan Dua Tersangka Curanmor

Dua Pelaku Curanmor di Purbalingga Berhasil Ditangkap, Polisi Amankan 8 Motor

Berita Selanjutnya
Kantor Ethos Terbakar, 90 Karyawan Selamat

Korsleting Listrik Diduga Sebabkan Kebakaran Kantor Ethos Purwokerto, 90 Karyawan Berhasil Selamat