Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Banjarnegara Gelar Sarasehan & Doa Bersama Lintas Agama Memperingati HUT ke-80 RI

Doa bersama lintas agama hut ke 80 riDoa bersama lintas agama hut ke 80 ri
BERSAMA: Sarasehan lintas agama yang dilakukan di Aula Gereja Santo Antonius Banjarnegara.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Banjarnegara, sebuah acara sarasehan dan doa bersama lintas agama digelar dengan penuh khidmat.

Acara ini berlangsung di Aula Giritirta Paroki Santo Antonius Banjarnegara dan menjadi momen penting untuk memperkuat kerukunan serta persatuan bangsa di tengah keberagaman yang ada.

Ketua Panitia, Hendri Kustoni Kristianto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh lintas agama di Banjarnegara sebagai narasumber dalam sarasehan tersebut.

“Ajang ini menjadi sarana silaturahmi lintas agama. Dengan kegiatan ini, kita bisa saling kenal, srawung bareng, dan bersama-sama menjaga kerukunan untuk Banjarnegara serta bangsa ini,” ungkapnya pada Selasa (26/8).

Dalam acara tersebut, Pastor Paroki Banjarnegara, Romo Valentino Sumantowinata, menekankan pentingnya kebersamaan umat beragama dalam memelihara semangat persatuan. Menurutnya,

“Dengan kebersamaan, kita tentu semakin kuat. Banjarnegara akan semakin maju dengan semangat lintas agama tanpa memandang suku maupun ras.”

Sementara itu, Wakil Bupati Banjarnegara, KH Wakhid Jumali, menyebutkan bahwa sarasehan lintas agama kali ini mengusung tema “Bersatu dalam Perbedaan.”

Kehadiran berbagai tokoh agama dalam satu forum menjadi bukti nyata toleransi dan persaudaraan yang masih terjaga di Banjarnegara.

“Sarasehan ini membuat kita semakin kuat tanpa membedakan agama, suku, ras, dan bahasa. Hal ini tentu mempererat persaudaraan dan kebersamaan menuju Banjarnegara yang rukun, damai, maju, dan sejahtera,” jelasnya.

Doa lintas agama yang dipimpin oleh masing-masing tokoh yang hadir menjadi bagian penting dari acara tersebut.

Tokoh-tokoh seperti Musobihin (Ketua SI Banjarnegara) dan Izak Daniel Aloys dari Kesbangpol Banjarnegara turut serta dalam memimpin doa bersama. Doa tersebut merupakan simbol nyata dari semangat persatuan dalam keberagaman.

Wakhid juga menegaskan bahwa acara seperti ini sangat penting untuk menjaga kebersamaan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Kegiatan ini menjadi simbol kerukunan sekaligus momentum memperkuat semangat kebangsaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Acara yang digelar di Aula Gereja Santo Antonius Banjarnegara ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan bagi para tokoh lintas agama tetapi juga memberikan pesan mendalam tentang pentingnya menghargai perbedaan sebagai kekuatan bangsa.

Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa persatuan dan saling pengertian antarumat beragama di seluruh Nusantara.

Di tengah masyarakat yang beragam seperti Indonesia saat ini, upaya untuk terus merawat kerukunan menjadi sangat krusial. Toleransi dan saling menghormati adalah fondasi bagi terciptanya masyarakat yang harmonis dan damai.

Oleh karena itu acara sarasehan lintas agama ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan hari kemerdekaan tetapi juga sebagai pengingat akan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian.

Semangat persatuan yang ditunjukkan oleh para peserta sarasehan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus merawat nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui dialog terbuka dan saling pengertian antarumat beragama maka cita-cita menuju masyarakat yang sejahtera dapat tercapai.

Banjarnegara telah memberikan contoh nyata bagaimana perbedaan dapat dijadikan kekuatan untuk membangun daerah yang lebih baik. Dengan semangat gotong royong maka pembangunan daerah dapat terlaksana dengan baik demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Acara doa bersama lintas agama ini mengirimkan pesan kuat kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa meskipun berbeda-beda latar belakang keyakinan setiap individu tetap memiliki tujuan sama yaitu menciptakan kehidupan yang rukun damai serta penuh kasih sayang.

Melalui kegiatan-kegiatan seperti inilah hubungan antarumat beragama dapat terus diperkuat sehingga berbagai tantangan global maupun lokal bisa dihadapi secara bersama-sama demi kepentingan negara kesatuan Republik Indonesia. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Cara cek nik ktp pkh

Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos PKH 2025, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Berita Selanjutnya
Smp negeri 1 gumelar

Viral Dugaan Pungli di SMPN 1 Gumelar, Dindik Banyumas dan Kepsek Sebut Ada Miskomunikasi