Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Empat WNI Korban Eksploitasi Online Scam Dipulangkan dari Kamboja dan Vietnam

Empat wni korban loker online scam di kamboja dipulangkanEmpat wni korban loker online scam di kamboja dipulangkan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Empat warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban eksploitasi kerja oleh sindikat online scam di luar negeri, akhirnya dipulangkan ke Tanah Air dalam kondisi menyedihkan.

Mereka berasal dari berbagai provinsi dan telah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun mental akibat terjebak jaringan penipuan daring yang berbasis di Kamboja dan Vietnam.

Keempat korban tersebut berinisial AW, IR, NN, dan AP. Mereka tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Jumat (23/5), setelah difasilitasi pemulangannya oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kedutaan Besar RI di Phnom Penh dan Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City.

Setiap korban memiliki latar belakang kasus yang berbeda. Salah satunya, IR, WNI asal Jawa Barat, melaporkan ke KBRI Phnom Penh pada 11 Mei 2025 bahwa dirinya menjadi korban pengambilan organ secara paksa oleh pihak perusahaan online scam tempat dia bekerja.

Namun, setelah dilakukan wawancara secara intensif dan konfirmasi dengan pihak keluarga, terungkap bahwa IR sebenarnya telah secara sukarela mendonorkan ginjalnya pada tahun 2022.

Dalam pengakuannya, IR bahkan menerima kompensasi sebesar Rp135 juta dari tindakannya tersebut.

Informasi ini diperoleh setelah dilakukan komunikasi yang lebih dalam oleh pihak KBRI. Pengakuan IR menyoroti kerentanan yang sering dimanfaatkan oleh jaringan sindikat yang terorganisir.

Kasus berbeda menimpa NN, WNI asal Sumatera Utara. Ia datang ke KBRI Phnom Penh dalam kondisi lemah dan linglung pada 20 April 2025.

Setelah ditangani oleh petugas, NN segera dirujuk ke Rumah Sakit Khmer Sovyet untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui NN mengidap HIV dan mengalami gangguan pada paru-paru.

“Mengingat bahwa kondisi NN yang cukup parah, maka KBRI Phnom Penh segera memulangkan saudara NN ke Indonesia, segera setelah ybs dinyatakan fit to fly,” jelas Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, Sabtu (24/5).

Sementara itu, AW ditemukan dalam kondisi depresi berat. Menurut informasi yang disampaikan oleh Kepolisian Kamboja kepada KBRI, AW juga merupakan korban sindikat online scam yang mempekerjakan WNI di bawah tekanan dan kondisi yang tidak manusiawi.

Setelah berkoordinasi dengan otoritas lokal, KBRI Phnom Penh langsung menjemput AW untuk diberikan perlindungan dan persiapan pemulangan.

“Melalui koordinasi dengan otoritas setempat, diketahui bahwa Sdr AW bekerja di perusahaan scam online,” ujar Judha Nugraha.

Berbeda dari ketiga korban sebelumnya, AP dipulangkan dari Ho Chi Minh City, Vietnam.

KJRI Ho Chi Minh City menerima laporan bahwa terdapat WNI yang terlantar dalam kondisi sakit di Bandara Internasional Tan Son Nhat. Setelah ditangani dan dirujuk ke rumah sakit, AP dinyatakan mengidap HIV serta infeksi paru-paru.

Dari keterangan yang dihimpun, AP sebelumnya juga bekerja di perusahaan scam online di Kamboja.

Namun karena kesehatannya memburuk, ia dikeluarkan oleh pihak perusahaan dan dipindahkan melalui perbatasan Kamboja-Vietnam, hingga akhirnya terlantar di Vietnam.

Pemerintah Indonesia melalui Kemlu menegaskan bahwa upaya penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan scam online di Kamboja dan negara lain menjadi prioritas diplomasi.

Judha Nugraha mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh tawaran kerja yang tampak menjanjikan namun tidak jelas asal-usulnya.

Banyak dari tawaran ini justru mengarah pada tindak eksploitasi tenaga kerja secara sistematis.

“Pemerintah RI mendorong penegakan hukum terhadap perusahaan-perusahaan Online Scam di Kamboja. Selain itu, pemerintah juga senantiasa mengimbau agar masyarakat Indonesia berhati-hati dalam menerima tawaran kerja yang mencurigakan dan dapat berujung pada jebakan eksploitasi perusahaan Online Scam,” tegas Judha.

Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, menyatakan bahwa pemulangan ini merupakan bukti komitmen nyata Pemerintah Indonesia dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi WNI, terutama mereka yang berada dalam situasi rentan di luar negeri.

“KBRI Phnom Penh turut menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah bersinergi positif dalam mencapai target-target diplomasi pelindungan WNI di Kamboja,” ujarnya.

Pemerintah melalui jaringan kedutaan dan konsulatnya berkomitmen terus menelusuri dan menindaklanjuti setiap kasus serupa, sebagai bagian dari misi negara untuk menjaga hak dan keselamatan warga negaranya, di mana pun mereka berada.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak mengenai pentingnya literasi migrasi kerja dan kewaspadaan terhadap modus penipuan kerja yang semakin marak. (*)

Berita Sebelumnya
Kur bri 2025

Benarkah KUR BRI 2025 Rp100 Juta Bisa Online? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berita Selanjutnya
Komitmen air minum aman untuk semua kalangan

Rakernas FERSIA di Kebumen, Dorong Inklusi Sosial dan Infrastruktur Air Minum Berkelanjutan