Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ini Alasan Ashanti Tutup Usaha Kue Setelah Enam Tahun Berjalan

Tutup usaha setelah enam tahun berjalanTutup usaha setelah enam tahun berjalan

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Penyanyi dan pengusaha Ashanty secara resmi memutuskan untuk menutup bisnis kue miliknya, Lumier, yang telah beroperasi selama enam tahun. Keputusan ini diumumkannya saat menghadiri sebuah acara di Hotel Four Seasons, Jakarta, pada Rabu (30/7/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ashanty mengungkapkan betapa beratnya keputusan ini baginya dan menyebutnya sebagai salah satu momen tersulit dalam perjalanan bisnisnya. Dengan mata berkaca-kaca, ia tidak dapat menyembunyikan kesedihannya ketika berbicara mengenai hal ini.

“Aduh, jangan nanya begini dong. Kalau nanya kayak begitu ini agak sedih ya. Pasti aku sedih banget,” ungkap Ashanty dengan nada suara yang menunjukkan keharuan mendalam.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa penutupan Lumier bukan disebabkan oleh penurunan penjualan atau permintaan pasar yang menurun. Menurut Ashanty, bisnis kuenya masih berjalan dengan baik dan produk-produk Lumier tetap banyak dicari oleh pelanggan setianya.

“Ini Lumier sudah 6 tahun, masih berjalan dengan baik, masih banyak yang cari. Tapi ya kita harus ambil keputusan yang benar,” tuturnya menjelaskan situasi yang dihadapinya.

Namun demikian, alasan spesifik di balik penutupan usaha tersebut tidak dirinci olehnya. Ashanty hanya menyebut adanya pertimbangan internal yang tidak dapat disampaikan kepada publik.

“Aku enggak bisa cerita alasannya apa, yaitu masalah internal kita. Intinya ada beberapa hal yang mungkin harus kita lakukan untuk mengambil keputusan ini,” jelasnya lebih lanjut tanpa memberikan detail lebih lanjut mengenai pertimbangan apa yang dimaksud.

Kekhawatiran dan kesedihan juga turut dirasakan Ashanty terhadap nasib para pegawai Lumier yang jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Ya banyak, sudah banyak outlet, ratusan karyawan. Berat pastinya. Bukan sedih lagi, sebulan ini mungkin dibilang adalah masa terhancur buat aku,” ujarnya menggambarkan betapa beratnya beban emosional yang harus ditanggungnya dalam menghadapi situasi ini.

Sebagai bentuk penghormatan dan upaya untuk memberikan apresiasi terakhir kepada para karyawannya, Ashanty merencanakan pertemuan terakhir bersama seluruh tim Lumier pada Kamis (31/7/2025) pukul 11.00 WIB di mana ia berharap bisa mengucapkan salam perpisahan secara langsung kepada mereka semua.

“Tapi besok (hari ini) jam 11 kita kumpul insyaallah sama karyawan Lumier untuk menutup,” pungkasnya dengan nada penuh haru.

Keputusan menutup usaha pasti bukanlah hal yang mudah bagi seorang pengusaha seperti Ashanty yang telah membangun merek Lumier dari awal hingga mencapai titik sukses seperti sekarang ini.

Perjalanan selama enam tahun tentu penuh tantangan dan keberhasilan yang membuat keputusan untuk menutup menjadi sangat emosional dan penuh pertimbangan matang.

Dalam dunia bisnis kuliner khususnya usaha kue seperti Lumier milik Ashanty, persaingan pasar memang cukup ketat dengan berbagai merek lain bermunculan menawarkan inovasi dan kreasi baru setiap saat sehingga pengelolaan bisnis harus dilakukan secara cermat agar bisa bertahan lama di tengah dinamika industri yang berubah cepat.

Namun demikian memilih untuk mengakhiri sebuah usaha juga bisa menjadi langkah bijak apabila pertimbangannya didasarkan atas analisis mendalam terhadap kondisi internal perusahaan serta proyeksi masa depan bagi kelangsungan usaha itu sendiri.

Bagi para pegawai tentunya kabar penutupan ini membawa dampak signifikan terutama terkait pekerjaan mereka namun penghargaan serta perhatian dari pihak manajemen termasuk dari Ashanty sendiri menunjukkan bahwa apresiasi terhadap kontribusi mereka selama ini tetap diberikan meski perjalanan bersama harus berakhir sampai di sini. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Desa tersepi di dunia

Monowi Nebraska, Desa Tersepi di Dunia yang Dihuni Satu Orang

Berita Selanjutnya
Ekspor juni 2025 naik 11,29 persen

Ekspor Indonesia pada Juni 2025 Naik 11,29 Persen Ditopang oleh Sektor Nonmigas