Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Distribusi Elpiji 3 Kg di Purbalingga Stabil, Stok LPG Subsidi Masih Aman
Jalan Berlubang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kejawar Banyumas Galang Dana Demi Keselamatan Pengendara

Jalan Berlubang Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Kejawar Banyumas Galang Dana Demi Keselamatan Pengendara

Warga Kejawar Perbaiki Jalan Rusak SwadayaWarga Kejawar Perbaiki Jalan Rusak Swadaya
SWADAYA: Warga gotong royong secara swadaya melakukan perbaikan kerusakan jalan yang menjadi akses lokal maupun antara wilayah kecamatan, Minggu (26/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Jalan rusak di Desa Kejawar, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga setelah kondisi jalan berlubang dinilai semakin membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan yang telah berlangsung cukup lama itu bahkan disebut sering menjadi penyebab kecelakaan, sehingga masyarakat memilih bergotong royong mengumpulkan dana dan tenaga untuk memperbaiki akses jalan tanpa menunggu penanganan dari pihak terkait.

Ruas jalan tersebut merupakan jalur penting yang menghubungkan Desa Kejawar dengan Desa Danaraja dan Desa Tanggeran di Kecamatan Somagede.

Selain menjadi akses utama masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari, jalan itu juga digunakan oleh pelajar, guru, dan warga yang menuju sekolah dasar di sekitar lokasi.

Tingginya mobilitas membuat kondisi jalan berlubang menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengendara.

Salah seorang warga, Setya, mengatakan inisiatif memperbaiki jalan bermula dari banyaknya keluhan yang muncul di grup WhatsApp warga.

Dalam grup tersebut, masyarakat kerap membagikan informasi mengenai kecelakaan yang terjadi akibat jalan berlubang, mulai dari pengendara yang tergelincir hingga kendaraan yang mengalami kerusakan.

Menurut Setya, dirinya juga pernah menjadi korban akibat kondisi jalan yang rusak.

Ban sepeda motor yang dikendarainya pecah setelah melintasi jalan berlubang yang dipenuhi kerikil bekas aspal.

Pengalaman tersebut membuat warga semakin yakin bahwa perbaikan jalan harus segera dilakukan demi mengurangi risiko kecelakaan.

“Termasuk saya sendiri jadi korban jalan rusak, ban sepeda motor pecah. Kecelakaan karena tergelincir dipicu oleh kerikil aspal rusak,” ujar Setya.

Melalui musyawarah bersama, warga kemudian sepakat melakukan penggalangan dana secara swadaya.

Donasi tidak hanya berasal dari masyarakat yang tinggal di Desa Kejawar, tetapi juga melibatkan warga yang sedang merantau di berbagai daerah.

Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli material bangunan seperti semen, pasir, dan kebutuhan lain untuk memperbaiki jalan.

Semangat gotong royong masyarakat terlihat saat proses perbaikan berlangsung. Sekitar 30 warga turun langsung mengikuti kerja bakti dengan membagi tugas masing-masing.

Ada yang menyiapkan adukan semen, membersihkan lubang jalan, hingga melakukan pengecoran agar permukaan jalan kembali rata dan aman dilalui kendaraan.

Tahap pertama perbaikan telah dilaksanakan pada pekan sebelumnya dengan menyelesaikan sekitar 10 meter jalan di kawasan tempat pemakaman umum desa.

Selanjutnya, pada Minggu (26/7/2026), warga melanjutkan tahap kedua dengan memperbaiki sekitar 150 meter ruas jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Lubang-lubang yang sebelumnya menjadi penyebab kecelakaan ditutup menggunakan cor beton agar memiliki daya tahan lebih baik dibanding sekadar tambalan aspal.

Dengan cara tersebut, warga berharap jalan dapat bertahan lebih lama dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.

Keberadaan jalan ini memang memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat.

Selain menjadi jalur penghubung antarwilayah, setiap hari jalan tersebut dilalui warga yang bekerja, anak-anak sekolah, hingga kendaraan pengangkut hasil pertanian.

Karena itu, kerusakan jalan sangat memengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi maupun pendidikan masyarakat sekitar.

Setya mengatakan semangat warga untuk memperbaiki jalan belum berhenti.

Setelah menyelesaikan tahap kedua, masyarakat berencana kembali menggelar kerja bakti pada pekan berikutnya agar seluruh titik kerusakan dapat ditangani secara bertahap.

“InsyaAllah minggu depan warga masih melanjutkan swadaya perbaikan kerusakan jalan,” katanya.

Aksi warga Desa Kejawar menjadi contoh nyata tingginya kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.

Tanpa menunggu bantuan, mereka memilih bergotong royong memperbaiki jalan demi mengurangi angka kecelakaan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas warga.

Meski demikian, masyarakat tetap berharap perbaikan permanen dapat dilakukan oleh pemerintah agar kondisi jalan semakin baik dan mampu menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan infrastruktur jalan yang layak, keselamatan pengguna jalan dapat lebih terjamin, sementara aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat dapat berjalan lebih lancar. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Tak Ada Lonjakan Permintaan, Stok Elpiji 3 Kg Aman

Distribusi Elpiji 3 Kg di Purbalingga Stabil, Stok LPG Subsidi Masih Aman