Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Daftar Ruas Tol yang Ajukan Kenaikan Tarif 2026, BPJT Tegaskan Harus Lolos Evaluasi
Kekeringan di Banjarnegara Makin Parah, BPBD dan PMI Salurkan 1,5 Juta Liter Air Bersih

Kekeringan di Banjarnegara Makin Parah, BPBD dan PMI Salurkan 1,5 Juta Liter Air Bersih

Dropping Air Bersih Tembus 1,5 Juta LiterDropping Air Bersih Tembus 1,5 Juta Liter
ISI EMBER: PMI Kabupaten Banjarnegara, saat melakukan droping air di desa yang terdampak kekeringan

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Musim kemarau 2026 mulai memberikan dampak serius di Kabupaten Banjarnegara.

Sejumlah wilayah kini mengalami krisis air bersih akibat sumur warga dan sumber mata air yang mengering.

Kondisi tersebut membuat permintaan bantuan air bersih terus meningkat dari berbagai desa yang terdampak kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara terus meningkatkan upaya penyaluran air bersih kepada masyarakat.

Hingga Kamis, 22 Juli 2026, total distribusi air bersih telah mencapai sekitar 1,5 juta liter.

Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan pada awal penanganan musim kemarau di bulan Juni lalu.

Pada tahap awal penanganan, akumulasi bantuan air bersih baru mencapai sekitar 210 ribu liter yang disalurkan kepada 5.928 jiwa atau sekitar 1.464 kepala keluarga.

Seiring semakin panjangnya musim kemarau, jumlah desa yang mengalami kekeringan terus bertambah sehingga kebutuhan air bersih ikut meningkat.

Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan bahwa peningkatan distribusi air bersih menjadi gambaran semakin luasnya wilayah yang mengalami kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, PMI terus memastikan armada truk tangki beserta relawan selalu dalam kondisi siap siaga agar penyaluran bantuan dapat dilakukan dengan cepat ketika ada permintaan dari masyarakat.

PMI juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta fasilitas pelayanan publik yang membutuhkan pasokan air setiap hari.

Langkah tersebut dilakukan agar dampak kekeringan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelayanan umum.

Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga warga, distribusi air bersih juga dilakukan ke berbagai fasilitas umum, termasuk sekolah.

Salah satu sekolah yang menerima bantuan adalah SD Negeri 2 Duren di Kecamatan Pagedongan.

Bantuan tersebut diberikan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan normal meskipun wilayah tersebut mengalami kekurangan air bersih.

Saat ini, sejumlah desa yang rutin mendapatkan bantuan air bersih antara lain Desa Gemuruh, Serang, Wanadri, dan Kebondalem di Kecamatan Bawang.

Penyaluran juga dilakukan di Desa Merden dan Kaliajir di Kecamatan Purwanegara, serta Desa Somawangi, Jalatunda, dan Kaliwungu yang berada di Kecamatan Mandiraja.

Pelaksana Harian Ketua PMI Banjarnegara, Noor Tamami, menjelaskan bahwa seluruh distribusi air dilakukan berdasarkan permohonan resmi dari pemerintah desa.

Setelah permintaan diterima, PMI bersama BPBD langsung melakukan koordinasi untuk menentukan jadwal pengiriman sesuai kondisi di lapangan.

Menurutnya, koordinasi dengan pemerintah desa menjadi langkah penting agar bantuan dapat disalurkan secara merata dan tidak ada wilayah terdampak yang terlewat.

Seluruh petugas terus bergerak menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang selama musim kemarau berlangsung.

Dampak kekeringan juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Warga Desa Duren, Kecamatan Pagedongan, Ayon, mengaku sumur miliknya sudah mengering selama hampir satu bulan.

Akibatnya, kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan sehari-hari kini sepenuhnya bergantung pada bantuan air bersih yang dikirim pemerintah.

Ia mengatakan apabila bantuan air tidak datang, warga terpaksa membeli air bersih atau mencari sumber air lain yang letaknya cukup jauh.

Kondisi tersebut tentu menambah beban ekonomi masyarakat, terutama bagi keluarga dengan penghasilan terbatas.

Keluhan serupa disampaikan Ikhsan, warga Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja.

Ia mengatakan musim kemarau menyebabkan pengeluaran rumah tangga meningkat karena harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurutnya, hampir seluruh sumber air di sekitar permukiman sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi.

Warga berharap distribusi air bersih dapat dilakukan secara rutin hingga musim hujan tiba.

Pasokan air dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak mengingat aktivitas sehari-hari tidak dapat berjalan tanpa ketersediaan air bersih.

Dengan kondisi kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, BPBD dan PMI Kabupaten Banjarnegara terus mengimbau pemerintah desa untuk segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan air bersih.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penyaluran bantuan sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Beberapa Ruas Tol Dijadwalkan Naik Tarif

Daftar Ruas Tol yang Ajukan Kenaikan Tarif 2026, BPJT Tegaskan Harus Lolos Evaluasi