BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Merantau sejak usia dini tidak menjadi penghalang bagi Tri Retno Setiyoningrum untuk meraih prestasi di tingkat nasional.
Siswi SMAN 1 Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, yang akrab disapa Ningrum tersebut berhasil menyandang gelar Duta Pelajar Remaja Intelegensia Indonesia 2026, sebuah pencapaian yang membuktikan bahwa ketekunan, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama mampu membuka jalan menuju kesuksesan.
Prestasi yang diraih Ningrum menjadi kebanggaan tidak hanya bagi sekolahnya, tetapi juga masyarakat Kebumen.
Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan Pesona Prestasi Semesta tersebut, ia mampu menunjukkan kualitas diri sebagai pelajar yang berprestasi, berkarakter, sekaligus memiliki kepedulian tinggi terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Perjalanan hidup Ningrum telah membentuk mental yang kuat sejak kecil.
Lahir di Bekasi, ia sudah terbiasa menghadapi berbagai perubahan lingkungan akibat sering berpindah daerah.
Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia memilih menempuh pendidikan di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan.
Pengalaman hidup mandiri sebagai santri menjadi bekal penting dalam membentuk karakter disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab.
Berpindah tempat tinggal hingga akhirnya menetap di Kabupaten Kebumen justru memperkaya pengalaman hidupnya.
Berbagai tantangan yang dihadapi selama proses tersebut membuat Ningrum semakin memahami pentingnya kemampuan beradaptasi dan membangun empati terhadap orang lain.
Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi bagian dari kepribadiannya hingga sekarang.
Selain aktif mengikuti kegiatan di sekolah dan lingkungan pesantren, Ningrum juga dikenal sebagai sosok yang produktif di bidang literasi.
Ia telah berkontribusi dalam penyusunan sembilan buku antologi bersama penulis lainnya.
Kegemarannya menulis menjadi media untuk menuangkan gagasan, berbagi pengalaman, sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja.
Keaktifannya di dunia literasi kemudian melahirkan sebuah gerakan sosial yang diberi nama “Tumbuh Bersama”.
Ide tersebut muncul setelah Ningrum sering mendengarkan curahan hati teman-teman seusianya yang mengalami rasa tidak percaya diri, takut menyampaikan pendapat, hingga merasa putus asa ketika menghadapi kegagalan.
Melalui gerakan tersebut, Ningrum ingin menghadirkan ruang yang aman bagi para remaja untuk saling mendukung, berbagi pengalaman, serta menguatkan satu sama lain.
Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki potensi besar, tetapi sering kali gagal berkembang karena dibatasi oleh rasa takut dan keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.
Baginya, kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan seseorang. Sebaliknya, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar yang harus dihadapi agar seseorang mampu berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat.
Pesan inilah yang terus ia gaungkan melalui berbagai aktivitas advokasi yang dijalankannya.
Perjalanan menuju gelar Duta Pelajar Remaja Intelegensia Indonesia 2026 tentu tidak diraih dengan mudah.
Selama lima hari empat malam, seluruh finalis mengikuti rangkaian pembekalan, penilaian, dan berbagai kegiatan intensif yang berlangsung di Apartemen Victoria Square, Tangerang.
Para peserta dituntut mampu menunjukkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, wawasan, kreativitas, hingga kepedulian terhadap isu sosial.
Berbekal persiapan yang matang dan semangat untuk terus belajar, Ningrum berhasil melewati seluruh tahapan kompetisi dengan baik hingga akhirnya dinobatkan sebagai Duta Pelajar Remaja Intelegensia Indonesia 2026.
Gelar tersebut menjadi bukti bahwa prestasi dapat diraih oleh siapa saja yang memiliki tekad kuat untuk terus berkembang.
Keberhasilan Ningrum juga menunjukkan bahwa pelajar dari daerah memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di tingkat nasional.
Dengan memanfaatkan kemampuan, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar, setiap pelajar dapat menciptakan prestasi yang membanggakan sekaligus membawa nama baik daerah asalnya.
Ke depan, Ningrum berharap pencapaiannya tidak berhenti sebagai sebuah gelar semata.
Ia ingin terus mengembangkan gerakan “Tumbuh Bersama” agar semakin banyak remaja Indonesia yang memperoleh dukungan untuk membangun rasa percaya diri, berani bermimpi, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan kehidupan.
Kisah Tri Retno Setiyoningrum menjadi inspirasi bahwa perjalanan hidup yang penuh perpindahan, tantangan, dan keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi.
Justru melalui pengalaman tersebut, lahir pribadi yang tangguh, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Prestasinya sebagai Duta Pelajar Remaja Intelegensia Indonesia 2026 diharapkan mampu memotivasi generasi muda Indonesia agar terus berkarya, mengembangkan potensi diri, dan berani menjadi agen perubahan bagi masyarakat. (mam/stch/dda)














