Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Lima Irpom di Purbalingga Jadi Sasaran Pencurian Kabel, Distribusi Air Sawah Tersendat

Pencurian Kabel Pompa Irigasi MarakPencurian Kabel Pompa Irigasi Marak
RAWAN DICURI: Jaringan kabel irigasi perpompaan di persawahan Desa Bajong, Kecamatan Bukateja. Pencurian kabel di lima titik sempat mengganggu distribusi air ke lahan pertanian

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kasus pencurian kabel listrik pada fasilitas irigasi perpompaan (irpom) di Kabupaten Purbalingga semakin meresahkan.

Sedikitnya lima titik irpom menjadi sasaran pencurian, mengakibatkan distribusi air ke lahan pertanian sempat terganggu, terutama di wilayah yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Gangguan tersebut menjadi perhatian karena irpom merupakan salah satu infrastruktur penting yang menopang kebutuhan air bagi lahan pertanian ketika debit air dari sumber alami mulai menurun.

Di tengah musim kemarau, keberadaan sistem irigasi perpompaan menjadi andalan petani untuk menjaga pasokan air agar tanaman tetap tumbuh optimal.

Kepala Bidang Prasarana dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Budi Prayitno, mengatakan total kabel listrik yang dicuri dari sejumlah lokasi mencapai sekitar 500 meter.

Kasus terbaru terjadi di wilayah Kalialang, di mana pencuri membawa kabur kabel sepanjang 300 meter sehingga distribusi air irigasi sempat terganggu.

“Akibatnya distribusi air sempat tersendat, terutama di Kalialang. Beberapa pencurian lain terjadi sebelum Lebaran, namun saat memasuki musim kemarau sudah diganti lagi oleh PLN,” jelas Budi, Jumat (24/7/2026).

Menurut Budi, pencurian kabel listrik berdampak langsung terhadap operasional sistem irigasi perpompaan yang menjadi penopang utama pengairan sawah selama musim kemarau.

Saat curah hujan menurun, kebutuhan air untuk lahan pertanian justru meningkat sehingga gangguan pada jaringan listrik dapat memengaruhi aktivitas pertanian apabila tidak segera ditangani.

Ia menjelaskan bahwa jaringan irigasi perpompaan di Kabupaten Purbalingga merupakan investasi dari PLN dengan nilai mencapai Rp3,6 miliar.

Investasi tersebut meliputi pembangunan tiang listrik, jaringan kabel, hingga berbagai sarana pendukung yang bertujuan mendukung ketahanan pangan melalui penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian.

Karena memiliki nilai investasi yang besar sekaligus peran strategis, DPPP berharap seluruh kelompok tani ikut menjaga keberadaan fasilitas tersebut agar tidak kembali menjadi sasaran pencurian.

“Harapannya seluruh kelompok tani dapat ikut menjaga fasilitas irpom. Infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung pengairan sawah, khususnya saat musim kemarau,” ujarnya.

Di Kecamatan Kemangkon, sistem irigasi perpompaan selama ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat.

Biaya operasional listrik ditanggung bersama melalui iuran pascapanen sebesar Rp100 ribu untuk setiap 100 ubin lahan sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan layanan irigasi.

Sistem gotong royong tersebut dinilai mampu menjaga operasional irpom agar tetap berjalan sekaligus memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap terpenuhi.

Meski demikian, ancaman pencurian kabel masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu distribusi air dan berdampak pada produktivitas pertanian.

Pemerintah Kabupaten Purbalingga mengimbau masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk meningkatkan pengawasan terhadap jaringan irigasi perpompaan.

Partisipasi warga dinilai sangat penting dalam menjaga aset yang berperan besar mendukung ketahanan pangan daerah, terutama saat musim kemarau ketika kebutuhan air untuk lahan pertanian terus meningkat.

Dengan pengawasan bersama, diharapkan kasus pencurian kabel tidak kembali terjadi sehingga distribusi air ke sawah tetap berjalan lancar dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
PN Jemput Bola Layani Warga

PN Purwokerto Gelar Sidang Keliling, Warga Tidak Perlu Datang ke Pengadilan

Berita Selanjutnya
Purbaya Optimistis Ekonomi Makin Kencang

Menkeu Purbaya Optimis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,4 Persen di Triwulan II 2026