Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kemendagri Buka Suara soal Kendala Program MBG dan KDMP
Jalan Vihara Tetap Steril, Kantong Kuliner Baru Jadi Solusi bagi UMKM Pasar Wage Purwokerto

Jalan Vihara Tetap Steril, Kantong Kuliner Baru Jadi Solusi bagi UMKM Pasar Wage Purwokerto

Jalan Vihara Tetap Steril dari PKLJalan Vihara Tetap Steril dari PKL
KANTONG KULINER: Area Depan Vihara ke Barat bakal dijadikan kantong kuliner

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas telah memastikan bahwa Jalan Vihara akan tetap bersih dari aktivitas pedagang kaki lima.

Keputusan ini menjadi penegasan terhadap berbagai rumor yang beredar di kalangan pedagang eks-Jalan Vihara yang mengharapkan adanya kemungkinan untuk berjualan kembali di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi, menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan yang telah diterapkan.

“Jalan Vihara tetap steril,” ujarnya dengan tegas.

Gatot menambahkan bahwa relokasi pedagang eks-Jalan Vihara ke Pasar Wage yang dilakukan sebelumnya merupakan keputusan final.

Dengan demikian, para pedagang tidak akan dikembalikan lagi ke lokasi lama.

Meskipun begitu, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan kantong kuliner di area sekitar Vihara Pasar Wage.

“Area yang direncanakan menjadi kantong kuliner berada di sisi barat Vihara. Sementara kawasan di sisi timur tetap akan dipertahankan steril dari aktivitas pedagang,” jelasnya.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong kegiatan ekonomi di Pasar Wage selama 24 jam penuh.

Selain itu, keberadaan kantong kuliner ini diharapkan dapat menjadi ruang usaha baru bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Gatot juga mengungkapkan bahwa saat ini potensi UMKM di sekitar kawasan Vihara mulai tumbuh pesat.

Oleh karena itu, pemerintah ingin mengembangkan kawasan tersebut secara lebih tertata dan terencana.

“Nanti (untuk kantong kuliner) bukanya rencana dari sore sampai malam saja, kita akan bertahap. Pada saat penataan PKL harus dibarengi penataan jalan,” paparnya lebih lanjut.

Dalam rangka mendukung kelangsungan program ini, pemerintah daerah berharap penataan kawasan dapat didukung oleh pembangunan infrastruktur yang memadai.

Salah satunya melalui pembangunan trotoar di sekitar kawasan Vihara Pasar Wage. Menurut Gatot, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) diharapkan dapat segera merealisasikan pembangunan trotoar tersebut pada tahun ini.

Penataan fisik kawasan menjadi aspek penting untuk menciptakan kenyamanan baik bagi pengunjung maupun pelaku usaha yang ada di sana.

“Di sini sudah mulai tumbuh UMKM. Kedepan kita berkolaborasi dengan banyak pihak,” tuturnya optimis.

Kehadiran kantong kuliner Vihara diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi kuliner baru yang menarik perhatian masyarakat Purwokerto dan sekitarnya.

Konsep yang disiapkan mirip dengan kawasan kuliner malam yang telah sukses berkembang di Pasar Manis, sehingga bisa memberikan alternatif baru bagi warga dalam menikmati berbagai sajian kuliner.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi baru, keberadaan kantong kuliner ini juga bertujuan untuk menarik lebih banyak pengunjung ke Pasar Wage.

Dengan begitu, geliat perdagangan di kawasan pasar dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.

“Bisa menampung sekitar 15 PKL. Kami berkeinginan nanti UMKM yang berjualan ya sudah dikurasi agar punya kekhasan,” pungkas Gatot menutup pernyataannya terkait rencana pembangunan ini.

Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat berharap agar keberadaan kantong kuliner tidak hanya sekadar menambah varian makanan tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan para pelaku UMKM yang selama ini mencari ruang untuk berinovasi dan berkembang dalam dunia usaha. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Alokasi Pendidikan dan Kesehatan Terbagi Lagi

Kemendagri Buka Suara soal Kendala Program MBG dan KDMP