BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Seiring dengan datangnya musim libur panjang sekolah, penjualan sepeda bekas di Kabupaten Banyumas mengalami lonjakan yang signifikan.
Momen liburan ini dimanfaatkan oleh banyak orang tua untuk membeli sepeda bagi anak-anak mereka.
Sepeda bukan hanya menjadi sarana bermain, tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk berolahraga dan menjaga kebugaran selama masa liburan.
Peningkatan permintaan ini memberikan berkah tersendiri bagi para pedagang sepeda bekas yang berjualan di sepanjang Jalan Ajibarang-Purwokerto, khususnya di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang.
Salah satu pedagang yang merasakan dampak positif dari tren ini adalah Sumeri (70 tahun), seorang penjual sepeda bekas yang telah lama berkecimpung dalam bisnis ini.
Ia menyatakan bahwa penjualannya meningkat pesat setelah Lebaran dan semakin ramai menjelang libur sekolah.
“Kalau Ramadan justru sepi, bahkan tidak ada penjualan sama sekali. Setelah Lebaran mulai ramai, dan sekarang menjelang libur sekolah pembelinya semakin banyak,” ungkap Sumeri.
Mayoritas pembeli di lapak Sumeri adalah orang tua yang berburu sepeda untuk anak-anak mereka. Dari berbagai jenis sepeda yang ditawarkan, model BMX menjadi favorit utama.
Selain BMX, pedagang juga menyediakan berbagai jenis sepeda lain, seperti sepeda lipat, sepeda jengki, hingga sepeda anak dengan ukuran dan model yang bervariasi.
Keanekaragaman pilihan ini memungkinkan pembeli untuk memilih sesuai kebutuhan serta anggaran mereka.
Tingginya permintaan menyebabkan stok sepeda di lapak Sumeri mulai menipis.
Bahkan, stok hasil kulakan yang biasanya digunakan untuk memenuhi permintaan kini hampir habis akibat tingginya angka penjualan.
“Sekarang yang paling laku BMX. Stok kulakan juga sudah habis karena permintaan terus meningkat,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pembeli, para pedagang sebelumnya telah menyiapkan lebih dari 100 unit sepeda berbagai jenis.
Sebagian besar dipajang di lapak, sementara sisanya masih disimpan di gudang dan menunggu proses penataan sebelum dijual.
Meskipun dijual dalam kondisi bekas, setiap sepeda yang ada di lapak Sumeri menjalani proses servis menyeluruh sebelum ditawarkan kepada konsumen.
Proses ini meliputi pengecekan komponen, perbaikan bagian-bagian yang rusak, serta pemolesan ulang agar tampilan sepeda lebih menarik dan nyaman digunakan.
Dari segi harga, sepeda bekas yang ditawarkan oleh Sumeri cukup terjangkau. Harga jual berkisar antara Rp200 ribu hingga Rp1,5 juta, tergantung pada jenis, ukuran, serta kondisi sepeda tersebut.
“Kalo disini gak cuman melayani penjualan, saya juga menerima layanan tukar tambah untuk masyarakat yang ingin mengganti sepeda lama dengan model yang lebih baru tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” jelas Sumeri.
Dengan tingginya minat masyarakat terhadap sepeda bekas saat musim liburan ini, Sumeri berharap bahwa tren positif ini dapat terus berlanjut hingga akhir masa libur sekolah.
Selain memberikan dampak positif pada pendapatan pedagang seperti dirinya, ramainya penjualan juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar.
Fenomena peningkatan penjualan sepeda bekas ini tidak hanya mencerminkan perubahan dalam pola konsumsi masyarakat selama masa liburan tetapi juga menunjukkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik untuk anak-anak.
Dengan harga yang lebih ramah di kantong serta pilihan model yang bervariasi, sepeda bekas kini menjadi alternatif favorit bagi masyarakat Banyumas untuk menghadirkan aktivitas liburan yang sehat dan produktif bagi anak-anak mereka. (zet/stch/dda)














