BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Setelah lebih dari tiga dekade melayani warga, Jembatan Gantung Karanganyar yang terletak di Kecamatan Purwanegara, tengah bersiap untuk direhabilitasi melalui Program Jembatan Garuda Merah Putih.
Jembatan yang dibangun pada tahun 1991 ini, telah menjadi akses vital bagi ratusan warga serta pelajar di sekitarnya.
Keberadaannya sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan sehari-hari masyarakat.
Kepala Desa Karanganyar, Mahmudin, menyatakan bahwa kondisi jembatan saat ini sudah sangat memprihatinkan.
Banyak bagian jembatan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perhatian serius.
Selama ini, perbaikan jembatan hanya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat dan terbatas pada kerusakan ringan.
“Sampai sekarang belum pernah ada perbaikan besar, yang dilakukan selama ini hanya perbaikan ringan secara swadaya bersama masyarakat, seperti mengganti atau memperbaiki bagian lantai,” ujar Mahmudin.
Jembatan ini menghubungkan wilayah RT 4 RW 3 hingga RT 7 RW 1 Desa Karanganyar.
Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi akses utama menuju SDN 5 Karanganyar dan menghubungkan beberapa wilayah ke desa tetangga.
Tanpa adanya jembatan ini, warga harus memutar jarak sekitar tiga kilometer untuk mencapai tujuan mereka.
“Ini merupakan salah satu objek vital karena menghubungkan beberapa wilayah sekaligus membantu mobilitas masyarakat. Tanpa jembatan ini warga harus memutar cukup jauh. Bahkan ada sekitar 400 hingga 500 rumah yang memanfaatkan akses ini,” katanya.
Kondisi jembatan yang semakin memburuk menjadi keprihatinan berbagai pihak.
Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Letkol Inf Nodelismen Hulu, menegaskan bahwa rehabilitasi jembatan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda Merah Putih yang digagas oleh Presiden RI dan ditindaklanjuti oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).
Jembatan Gantung Karanganyar yang menghubungkan Desa Karanganyar dengan Desa Kaliajir memiliki panjang sekitar 52 meter dan lebar dua meter.
Infrastruktur ini melintasi sungai selebar sekitar 40 meter dan digunakan oleh ratusan warga setiap harinya.
“Jembatan ini sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ungkap Letkol Inf Nodelismen Hulu.
Ia berharap, dengan dilakukannya perbaikan, kualitas kehidupan masyarakat dapat meningkat dari berbagai aspek seperti ekonomi, pendidikan, maupun kesehatan.
Proses rehabilitasi jembatan nantinya akan mencakup penggantian semua bagian yang mengalami kerusakan, termasuk sling dan papan lantai jembatan.
Namun demikian, tiang utama dan dudukan sling akan tetap dipertahankan karena hasil survei menunjukkan bahwa konstruksinya masih layak digunakan.
Pengerjaan proyek rehabilitasi diperkirakan berlangsung selama satu setengah hingga dua bulan ke depan dan akan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat melalui sistem gotong royong.
Pentingnya keberadaan jembatan ini tidak hanya dirasakan oleh warga setempat tetapi juga oleh pelajar yang setiap hari beraktivitas di SDN 5 Karanganyar.
Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan mereka dapat lebih nyaman dalam menjalani proses belajar mengajar tanpa khawatir akan keselamatan saat melintasi jembatan tersebut.
Mahmudin menambahkan bahwa setelah perbaikan selesai, diharapkan warga bisa memanfaatkan akses tersebut dengan lebih baik lagi.
“Kami berharap agar ke depannya jembatan ini tidak hanya aman tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar,” jelasnya.
Rehabilitasi Jembatan Gantung Karanganyar adalah contoh nyata bagaimana perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat.
Proyek ini juga menunjukkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga dan merawat infrastruktur publik demi kepentingan bersama.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, pihak berwenang juga berencana untuk melakukan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar jembatan.
Hal ini bertujuan agar fasilitas umum seperti jembatan tidak cepat mengalami kerusakan akibat perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap keberadaan infrastruktur yang ada.
Keberadaan Jembatan Gantung Karanganyar bukan hanya sekedar penghubung antar wilayah tetapi juga simbol dari kekuatan komunitas setempat dalam menjaga aksesibilitas dan mobilitas mereka sehari-hari.
Dengan adanya program pemerintah dalam rehabilitasi jembatan ini, harapan baru muncul bagi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. (far/stch/dda)














