Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jelang MPLS Jenjang SD-SMP Dindikbud Purbalingga Ingatkan Larangan Perpeloncoan dan Aksesoris Aneh

Dindikbud ingatkan larangan perpeloncoan dan aksesoris anehDindikbud ingatkan larangan perpeloncoan dan aksesoris aneh
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi SH MH.

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tahun ajaran baru dijadwalkan akan dimulai pada hari Senin pekan depan. Periode ini menandai saat yang krusial bagi sekolah-sekolah penyelenggara, baik di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, menegaskan bahwa MPLS tidak boleh disalahgunakan sebagai ajang perpeloncoan terhadap siswa baru.

Ia menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan pedoman yang jelas terkait pelaksanaan MPLS jauh-jauh hari sebelumnya.

“Dilarang keras ada model perpeloncoan, lalu penggunaan atribut yang aneh dan tidak mendidik. Kami tidak izinkan itu,” ujarnya dengan tegas pada Jumat, 11 Juli 2025.

Menurut Tri Gunawan, kegiatan MPLS seharusnya difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah. Ini meliputi pengenalan terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, struktur lembaga atau organisasi sekolah, fasilitas yang tersedia di sekolah, serta berbagai kegiatan yang ada di dalamnya.

Tidak kalah pentingnya adalah pengenalan terhadap materi pembelajaran yang akan dihadapi oleh para siswa.

“MPLS juga bisa diisi pembentukan perangkat kelas sampai dengan pengenalan pendidikan karakter seperti baris-berbaris, penanaman jiwa korsa, dan lainnya,” tambah Tri Gunawan.

Ia kembali menekankan bahwa kegiatan perpeloncoan atau aktivitas yang berat dan membahayakan bagi siswa baru tidak dibenarkan sama sekali.

Dalam kasus ditemukan adanya bukti praktik perpeloncoan, tindakan tegas akan diambil berupa teguran keras kepada sekolah bersangkutan. Hal ini akan menjadi catatan penting bagi dinas untuk mengevaluasi sekolah tersebut.

“Karenanya, kepada semua panitia, mulai dari guru hingga siswa/OSIS, tetap diminta mematuhi aturan yang ada,” ujar Tri Gunawan.

Ia mengingatkan bahwa masih banyak cara mendidik dan santun untuk membentuk mental siswa baru tanpa harus melalui cara-cara kekerasan atau intimidasi.

Ia menambahkan bahwa kegiatan MPLS harus bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan. Siswa baru juga diwajibkan untuk mengenakan seragam serta atribut resmi dari sekolah mereka masing-masing.

Sekolah-sekolah pun diwajibkan untuk meminta izin tertulis dengan menyertakan rincian kegiatan kepada orang tua calon peserta MPLS sebelum pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Dengan pendekatan yang tepat ini, diharapkan masa pengenalan lingkungan sekolah dapat menjadi pengalaman positif bagi para siswa baru, memfasilitasi mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan belajar mereka yang baru.

Hal ini juga bertujuan membangun fondasi kuat bagi interaksi sosial antar siswa selama masa belajar mereka ke depan.

Pengawasan ketat dari Dinas Pendidikan memastikan tidak hanya keberhasilan dari segi pelaksanaan tetapi juga kesejahteraan psikologis dari para peserta didik baru.

Dengan demikian, harapan besar diletakkan agar setiap elemen sekolah memprioritaskan aspek-aspek mendidik dalam setiap kegiatan selama masa pengenalan ini berlangsung.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah adalah kesempatan emas bagi para pendidik untuk memperkenalkan budaya positif serta semangat kolaboratif dalam bingkai pendidikan karakter.

Mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan melalui pembelajaran awal akan membantu siswa memahami pentingnya saling menghormati dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dalam lingkungan pendidikan mereka.

Melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara matang dan terstruktur dengan baik selama MPLS, siswa dapat mengenal lebih jauh tentang dinamika kehidupan sekolah sekaligus menemukan tempat mereka di komunitas belajar tersebut.

Setiap elemen dalam sistem pendidikan perlu menyadari tanggung jawabnya dalam menciptakan iklim pendidikan yang inklusif dan ramah terhadap semua peserta didiknya.

Kesempatan ini adalah momen penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur sejak dini agar tercipta generasi penerus bangsa yang berkualitas tinggi secara akademis maupun moralitas.

Sebagai penutup, Kepala Dinas Pendidikan berharap seluruh pelaku pendidikan di wilayah Purbalingga dapat bekerjasama demi keberhasilan program ini dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip edukatif serta menghindari tindakan-tindakan non-akademis selama penyelenggaraan MPLS berlangsung. (amr/stch)

Berita Sebelumnya
Serapan pupuk subsidi rendah

Serapan Pupuk Subsidi Rendah di Banjarnegara

Berita Selanjutnya
Ramai ditolak kini dibatalkan

Rencana Rumah Subsidi Minimalis 18 Meter Dibatalkan Setelah Kritik Publik dan DPR