Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kemenag Kebumen Dorong Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini Melalui Penguatan Karakter di Madrasah

Kakankemenag Tekankan Antikorupsi Sejak DiniKakankemenag Tekankan Antikorupsi Sejak Dini
ANTUSIAS: Foto bersama Workshop Kurikulum Pengembangan Deep Learning dan Panca Cinta di MTsN 1 Kebumen, Kamis (9/7)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pendidikan antikorupsi dinilai harus ditanamkan sejak usia dini melalui pembentukan karakter di lingkungan madrasah.

Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk mencetak generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki integritas tinggi sejak bangku sekolah.

Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kebumen, Anif Solikhin, saat menjadi narasumber dalam Workshop Kurikulum Pengembangan Deep Learning dan Panca Cinta yang diselenggarakan di MTsN 1 Kebumen, Kamis (9/7/2026).

Menurut Anif, perilaku korupsi tidak muncul secara tiba-tiba ketika seseorang telah menduduki jabatan atau memiliki kekuasaan.

Tindakan tersebut justru berawal dari kebiasaan kecil ketika nilai kejujuran mulai diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Korupsi tidak dimulai ketika seseorang menjabat, tetapi ketika kejujuran mulai diabaikan. Karena itu, pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas sejak dini,” tegasnya.

Anif menjelaskan bahwa pendidikan antikorupsi tidak harus diajarkan sebagai mata pelajaran tersendiri.

Menurutnya, nilai-nilai antikorupsi akan lebih efektif apabila diintegrasikan ke dalam seluruh proses pembelajaran melalui pendekatan insersi.

Dengan cara tersebut, guru dapat menyisipkan pesan-pesan moral dalam berbagai mata pelajaran tanpa menambah beban belajar peserta didik.

“Esensinya bukan menjadikan antikorupsi sebagai mata pelajaran tersendiri, tetapi bagaimana nilai-nilai tersebut hadir di setiap ruang kelas, menjadi pesan moral dalam pembelajaran, serta tercermin melalui keteladanan guru,” jelasnya.

Ia menilai keteladanan guru memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter siswa.

Nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian akan lebih mudah diterapkan apabila peserta didik melihat contoh nyata dari para pendidik.

Dalam kesempatan tersebut, Anif juga menekankan bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata.

Madrasah juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter dan moral peserta didik agar siap menghadapi tantangan kehidupan.

Melalui pendekatan Deep Learning dan konsep Panca Cinta, proses pembelajaran diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, membangun kesadaran, serta menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan tanggung jawab.

Menurutnya, pembelajaran yang berpusat pada pembentukan karakter akan melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, serta keberanian untuk selalu menjunjung kebenaran.

Kemenag Kebumen berharap seluruh madrasah terus memperkuat pendidikan karakter sebagai bagian dari upaya pencegahan korupsi sejak usia dini.

Penanaman nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas diyakini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang bersih dari praktik korupsi.

Workshop Kurikulum Pengembangan Deep Learning dan Panca Cinta di MTsN 1 Kebumen menjadi salah satu langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pendidikan karakter di lingkungan madrasah.

Melalui kolaborasi antara guru, sekolah, dan Kementerian Agama, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki moral, etika, dan integritas yang kuat sebagai bekal membangun bangsa di masa depan. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
HMC 2026 Hadir dengan Konsep Baru

Honda Modif Contest 2026 Resmi Digelar, AHM Hadirkan Ajang Modifikasi Motor Honda Terbesar di 9 Kota

Berita Selanjutnya
Merasa Mirip Ayu Azhari Usai Oplas

Elly Sugigi Percaya Diri Usai Operasi Plastik, Sebut Wajahnya Mirip Ayu Azhari