Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Tim SAR Kerahkan Belasan Kapal dan 2 Drone Thermal Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda
37 Karhutla Terjadi di Banyumas, Luas Lahan Terbakar Capai 32,5 Hektare

37 Karhutla Terjadi di Banyumas, Luas Lahan Terbakar Capai 32,5 Hektare

Lahan Terbakar Meluas Hingga 32,5 HektareLahan Terbakar Meluas Hingga 32,5 Hektare
PENANGANAN KEBAKARAN: Petugas saat menangani kebakaran lahan di wilayah Ajibarang, Kabupaten Banyumas

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banyumas terus bertambah sepanjang musim kemarau.

Hingga Jumat (11/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat sebanyak 37 kejadian karhutla dengan total luas lahan yang terbakar mencapai 32,5 hektare.

Data tersebut menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai selama musim kemarau.

Kondisi lahan yang kering dan cuaca panas membuat api lebih mudah muncul serta berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani.

Wilayah Banyumas bagian kulon selatan menjadi salah satu kawasan yang paling sering dilaporkan mengalami kejadian karhutla dalam beberapa waktu terakhir.

Sejumlah wilayah seperti Jatilawang, Purwojati, dan daerah di sekitarnya tercatat cukup sering terdampak.

Kabid Darlog BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan sebagian besar kejadian karhutla terjadi di wilayah Banyumas bagian kulon selatan.

“Data per hari ini ada 37 kejadian dengan luas total sekitar 32,5 hektare. Paling sering di wilayah kulon selatan,” katanya.

Jumlah kejadian karhutla di Banyumas tersebut mengalami peningkatan dibandingkan catatan BPBD pada Jumat pekan sebelumnya.

Pada saat itu, BPBD Banyumas mencatat sebanyak 29 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar sekitar 23,9 hektare.

Artinya, dalam kurun waktu sekitar satu pekan, terdapat tambahan delapan kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Sementara luas lahan yang terdampak kebakaran juga bertambah sekitar 8,6 hektare.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa ancaman kebakaran masih cukup tinggi ketika kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.

Kebakaran yang terjadi di satu titik juga berpotensi meluas apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

Terlebih, kondisi vegetasi yang mengering selama musim kemarau dapat menjadi bahan yang membuat api cepat merambat.

Karena itu, BPBD Banyumas terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah yang dianggap rawan mengalami kebakaran.

Di tengah meningkatnya jumlah kejadian karhutla, BPBD Banyumas mulai mendapat kabar baik. Hujan telah turun di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Turunnya hujan membantu membasahi lahan yang sebelumnya kering. Kondisi tersebut secara tidak langsung dapat menekan potensi munculnya titik api baru.

Abdul mengatakan, sejak hujan mulai turun, belum ada laporan baru mengenai kejadian karhutla.

“Alhamdulillah, semenjak beberapa hari lalu turun hujan belum ada laporan kejadian karhutla lagi, semoga aman terkendali,” ujarnya.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti ancaman karhutla sepenuhnya berakhir.

BPBD tetap meminta masyarakat untuk tidak lengah karena kondisi lahan di sejumlah wilayah sebelumnya telah mengalami kekeringan.

Hujan yang turun di beberapa wilayah juga belum tentu memiliki intensitas yang sama.

Masih terdapat kemungkinan sebagian kawasan memiliki kondisi lahan yang relatif kering sehingga tetap mudah terbakar apabila terkena sumber api.

BPBD Banyumas mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Aktivitas pembakaran lahan yang tidak diawasi dapat menjadi salah satu pemicu kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi dan tanah masih kering.

Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam apabila melakukan aktivitas yang menghasilkan api.

Sisa bara yang terlihat kecil tetap dapat kembali menyala ketika tertiup angin.

Bara tersebut kemudian berpotensi membakar vegetasi kering di sekitarnya dan menyebabkan api merambat ke area yang lebih luas.

Karena itu, kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah bertambahnya kejadian karhutla di Banyumas.

Selain meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, BPBD Banyumas juga mengimbau warga segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Pelaporan sedini mungkin dinilai sangat penting agar petugas dapat segera melakukan penanganan.

Semakin cepat kebakaran diketahui, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum meluas.

“Apabila menemukan titik api agar segera melapor sehingga dapat ditangani sedini mungkin dan tidak meluas ke area lainnya,” pesannya.

Imbauan tersebut berlaku terutama bagi masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan dan lahan yang rawan terbakar.

Titik api yang terlihat kecil tidak boleh dianggap sepele. Dalam kondisi tertentu, api dapat berkembang dengan cepat karena dipengaruhi angin dan material yang mudah terbakar.

Catatan 37 kejadian karhutla dengan luas 32,5 hektare menjadi pengingat bahwa ancaman kebakaran hutan dan lahan di Banyumas masih cukup serius selama musim kemarau.

Meskipun hujan mulai turun dan dalam beberapa hari terakhir belum ada laporan kejadian baru, masyarakat tetap diminta menjaga kewaspadaan.

Wilayah Banyumas bagian kulon selatan, termasuk Jatilawang dan Purwojati, menjadi kawasan yang perlu mendapat perhatian karena cukup sering mengalami kejadian karhutla.

BPBD bersama masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat terus melakukan pencegahan serta mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik api.

Dengan kondisi cuaca yang mulai berubah dan hujan yang turun di sejumlah wilayah, diharapkan potensi karhutla dapat semakin ditekan.

Namun, pencegahan tetap harus dilakukan karena kondisi lahan kering masih dapat menjadi pemicu kebakaran.

Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan dengan tidak membakar lahan sembarangan dan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran kepada petugas.

Langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah api meluas dan mengurangi risiko kerusakan lahan yang lebih besar. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Area Operasi Kembali diperluas

Tim SAR Kerahkan Belasan Kapal dan 2 Drone Thermal Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda