BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjarnegara resmi menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan pendidikan asal Jepang, PT SPRIX Education Indonesia, sebagai upaya meningkatkan kemampuan dasar matematika siswa melalui pemanfaatan teknologi digital.
Kolaborasi yang berlangsung selama satu tahun tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menghadirkan metode pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banjarnegara.
Kerja sama tersebut diawali dengan pelaksanaan program percontohan atau pilot project yang melibatkan 50 peserta, terdiri atas siswa dan guru.
Program ini akan menjadi bahan evaluasi sebelum diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Banjarnegara.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan peningkatan kualitas pendidikan merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah.
Menurutnya, penguasaan matematika dasar menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir logis, analitis, dan siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.
“Hari ini Kabupaten Banjarnegara melakukan kerja sama melalui penandatanganan MoU dengan PT SPRIX dari Jepang terkait pembelajaran matematika dasar. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada di Banjarnegara,” ujar Amalia, Senin (3/8/2026).
Amalia berharap kolaborasi tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjarnegara.
Pendidikan merupakan salah satu komponen utama dalam perhitungan IPM sehingga peningkatan mutu pembelajaran diharapkan berdampak positif terhadap pembangunan daerah secara keseluruhan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara, Yusuf Agung Prabowo, menjelaskan bahwa tahap awal program difokuskan pada uji coba dengan melibatkan 50 siswa dan guru sebagai sampel penelitian.
Sebelum mengikuti pembelajaran, seluruh peserta akan menjalani tes diagnostik untuk mengetahui kemampuan awal matematika masing-masing.
Hasil tes tersebut akan digunakan sebagai dasar penyusunan materi pembelajaran yang lebih tepat sesuai kebutuhan peserta.
“Sementara kita ambil 50 sampel dulu, baik dari siswa maupun gurunya, untuk melihat bagaimana hasilnya. Jika program ini terbukti efektif dan memberikan dampak positif, nantinya akan kami terapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Banjarnegara,” kata Yusuf.
Dalam pelaksanaannya, PT SPRIX Education Indonesia menghadirkan layanan Online Mathematics Assessment (TOFAS) yang dapat diakses secara gratis oleh siswa SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
TOFAS merupakan sistem asesmen matematika yang telah digunakan di berbagai negara untuk memetakan kemampuan dasar siswa secara lebih akurat.
Direktur PT SPRIX Education Indonesia, Wataru Ueno, menjelaskan bahwa layanan TOFAS dirancang untuk membantu sekolah mengetahui kemampuan matematika siswa sejak dini sehingga proses pembelajaran dapat dilakukan secara lebih efektif.
Sementara itu, Indonesia Representative Office Director SPRIX, Koji Ueda, menjelaskan bahwa hasil tes diagnostik akan digunakan untuk mengidentifikasi kelemahan setiap siswa sebelum mereka mengikuti pembelajaran melalui aplikasi interaktif berbasis permainan (game-based learning).
Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat proses belajar matematika menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Melalui sistem digital, siswa juga dapat belajar sesuai kemampuan masing-masing sehingga proses pembelajaran menjadi lebih personal.
Program kerja sama ini akan berlangsung selama satu tahun.
Selama periode tersebut, pemerintah daerah bersama PT SPRIX Education Indonesia akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kemampuan peserta.
Hasil evaluasi nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah program layak diperluas ke lebih banyak sekolah di Kabupaten Banjarnegara.
Jika terbukti mampu meningkatkan kemampuan matematika siswa secara signifikan, metode pembelajaran digital ini berpotensi menjadi salah satu inovasi pendidikan yang diterapkan secara berkelanjutan.
Kolaborasi antara Pemkab Banjarnegara dan PT SPRIX Education Indonesia juga menjadi contoh sinergi internasional dalam pengembangan pendidikan daerah.
Kehadiran teknologi pendidikan dari Jepang diharapkan mampu memperkuat kualitas proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan daya saing peserta didik Banjarnegara di tingkat nasional maupun global.
Melalui program ini, Banjarnegara menunjukkan komitmennya untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, asesmen berbasis data, dan metode pembelajaran interaktif, pemerintah berharap dapat mencetak generasi yang memiliki kemampuan matematika lebih baik, siap menghadapi tantangan masa depan, serta mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan. (*/stch/dda)














