Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Cilacap Dijadwalkan 31 Agustus 2026

Sekolah Rakyat Tunda MPLSSekolah Rakyat Tunda MPLS
BELUM SELESAI : Pembangunan sekolah rakyat Cilacap yang diperkirakan rampung pertengahan Agustus

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat di Kabupaten Cilacap diusulkan mengalami penundaan hingga 31 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diambil agar seluruh fasilitas pendukung, terutama asrama siswa, benar-benar siap digunakan sebelum kegiatan belajar dimulai.

Pemerintah Kabupaten Cilacap menilai kesiapan sarana dan prasarana menjadi faktor utama yang harus dipenuhi demi memberikan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Cilacap, dr. Moch Ichlas Riyanto, mengatakan usulan penundaan merupakan hasil evaluasi bersama antara pemerintah daerah dengan berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, pemerintah pusat memberikan empat pilihan jadwal pelaksanaan MPLS.

Setelah mempertimbangkan perkembangan pembangunan sekolah dan kesiapan fasilitas, Pemerintah Kabupaten Cilacap memilih jadwal paling akhir, yakni 31 Agustus 2026.

“Untuk Cilacap MPLS-nya diundur menjadi 31 Agustus. Pertimbangannya agar semuanya lebih siap, terutama untuk keamanan dan kenyamanan anak-anak,” ujarnya.

Penundaan MPLS dilakukan karena seluruh peserta didik nantinya akan langsung tinggal di asrama sejak hari pertama mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Konsep Sekolah Rakyat memang dirancang menggunakan sistem berasrama sehingga siswa dapat memperoleh pembinaan karakter, pendidikan, dan pendampingan secara lebih intensif.

Karena itu, pemerintah memastikan seluruh fasilitas, mulai dari ruang tidur, kamar mandi, ruang makan, hingga sarana penunjang lainnya harus sudah siap sebelum siswa mulai menempati asrama.

Menurut Ichlas, pembangunan fisik sekolah diperkirakan baru akan selesai pada pertengahan Agustus 2026.

Dengan memberikan jeda waktu beberapa pekan setelah pembangunan rampung, pemerintah memiliki kesempatan untuk melakukan pemeriksaan akhir terhadap seluruh fasilitas.

“Melalui jadwal baru tersebut, proses penyelesaian pembangunan tidak akan mengganggu pelaksanaan MPLS maupun kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Saat ini proses pembangunan kompleks Sekolah Rakyat Cilacap masih terus berjalan.

Pemerintah berharap pekerjaan konstruksi dapat diselesaikan sesuai target sehingga seluruh fasilitas dapat digunakan tepat waktu.

Selain penyelesaian bangunan utama, sejumlah fasilitas pendukung juga terus dipersiapkan agar memenuhi standar pelayanan pendidikan berasrama.

Langkah ini dilakukan agar siswa dapat langsung belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung proses pendidikan sejak hari pertama masuk sekolah.

Di tengah proses pembangunan, penerimaan peserta didik baru tetap berjalan sesuai rencana.

Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Rakyat Cilacap saat ini memiliki satu rombongan belajar (rombel) yang berisi 15 siswa.

Sementara itu, pada jenjang SMP dan SMA masing-masing telah dibentuk empat rombongan belajar.

Sebanyak tiga rombel di setiap jenjang telah terisi penuh dengan masing-masing 30 siswa.

Sedangkan satu rombel tambahan masih dalam tahap pemenuhan jumlah peserta didik.

Saat ini rombel tambahan di jenjang SMP telah berisi 17 siswa, sedangkan pada jenjang SMA telah terisi 27 siswa.

Pemerintah optimistis seluruh kuota peserta didik akan terpenuhi sebelum kegiatan MPLS dimulai pada akhir Agustus.

Penundaan jadwal MPLS dilakukan bukan karena adanya kendala dalam proses penerimaan siswa, melainkan sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan kualitas layanan pendidikan.

Dengan seluruh fasilitas yang telah siap, siswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan sekolah secara optimal tanpa terganggu proses pembangunan.

Pemerintah Kabupaten Cilacap juga berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu program pendidikan yang mampu memberikan akses belajar berkualitas bagi masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik sejak awal masa pendidikan. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
UMKM Didorong Naik Kelas

PLUT Banjarnegara Perkuat Pemasaran UMKM, Pelaku Usaha Dapat Pendampingan hingga Legalitas

Berita Selanjutnya
Siswa Kelas International Spemuda Kebumen Raih juara Story telling

Siswi SMP Muhammadiyah 2 Kebumen Raih Juara III Story Telling Tingkat Kabupaten