BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Kabupaten Banyumas kembali dihadapkan pada serangkaian peristiwa kebakaran.
Dalam satu hari, Minggu (2/8/2026), sedikitnya tiga kebakaran terjadi di dua wilayah berbeda.
Satu rumah warga di Desa Sibalung hangus terbakar, sementara dua kejadian lainnya melibatkan kebakaran sampah dan lahan di Kecamatan Purwokerto Timur yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 07.13 WIB di Desa Sibalung, Kecamatan Kemranjen.
Sebuah rumah milik Paiman (45) terbakar saat korban sedang tidur seorang diri di dalam rumah.
Ketika terbangun, api telah membesar dan melalap bagian belakang bangunan.
Komandan Regu Damkar Pos Kemranjen, Riswan Harto Waluyo, mengatakan penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan.
“Belum diketahui penyebab kebakarannya. Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian tidak ada kompor yang menyala, sedangkan kulkas berada di bagian depan rumah,” ujarnya.
Kobaran api pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Edi (49), yang kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Karena bangunan rumah berjenis semi permanen, api dengan cepat membesar dan merembet ke rumah milik Sohid (48) yang berada tepat di sebelah lokasi kejadian.
Petugas Damkar Pos Kemranjen bersama personel Polsek Kemranjen dan warga berhasil mengendalikan kebakaran setelah melakukan pemadaman selama sekitar satu jam lebih. Pada pukul 08.30 WIB, api berhasil dipastikan padam sepenuhnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp80 juta.
Rumah milik Paiman mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp70 juta, sedangkan rumah Sohid mengalami kerugian sekitar Rp10 juta.
Tak lama setelah penanganan kebakaran rumah selesai, UPT Damkar Satpol PP Banyumas kembali menerima laporan kebakaran di Kecamatan Purwokerto Timur.
Laporan pertama masuk pukul 10.12 WIB mengenai kebakaran sampah di hanggar milik KSM Bersimpah Sokanegara yang berada di kawasan Karanganjing, Kelurahan Purwanegara.
Kepala UPT Damkar Satpol PP Banyumas, Andaru Budilaksono, menjelaskan api diduga berasal dari pembakaran bambu kering yang dilakukan orang tidak dikenal sekitar lima hari sebelumnya.
Bara api yang tersisa kemudian merambat ke tumpukan sampah hingga akhirnya membesar.
“Berdasarkan keterangan pemilik hanggar, api diduga berasal dari pembakaran bambu kering yang dilakukan orang tidak dikenal sekitar lima hari sebelumnya,” jelas Andaru.
Saat petugas masih melakukan pemadaman di lokasi tersebut, laporan kebakaran lain kembali diterima pada pukul 10.32 WIB.
Kali ini, api membakar lahan milik PT Kereta Api Indonesia di Jalan Puteran, Kelurahan Sokanegara.
Regu 2 Damkar bersama mitra pemadam langsung menuju lokasi dan berhasil memadamkan kobaran api kurang dari 30 menit.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran lahan dipicu pembakaran sampah hasil kerja bakti yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Api kemudian merembet ke area sekitar hingga membakar sebuah mobil yang sudah lama terbengkalai.
“Hasil penanganan kami, kebakaran lahan dipicu pembakaran sampah usai kerja bakti yang ditinggalkan tanpa pengawasan dan merambat ke area sekitar hingga membakar sebuah mobil terbengkalai,” kata Andaru.
Sebelum api membesar, seorang pengemudi ojek yang melintas sempat mendengar suara ledakan dari mobil terbengkalai tersebut sebelum akhirnya melaporkan kejadian kepada warga dan petugas.
Beruntung, dua peristiwa kebakaran di Purwokerto Timur berhasil dikendalikan dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material yang signifikan.
Damkar Banyumas kembali mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api saat membakar sampah, bambu kering, maupun sisa tanaman.
Bara api yang tampak kecil dapat terus membara dan sewaktu-waktu memicu kebakaran yang lebih besar, terutama saat cuaca kering.
“Seluruh kejadian berhasil ditangani dengan cepat. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian yang dilaporkan. Kami mengimbau masyarakat tidak meninggalkan api saat membakar sampah karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas,” pungkas Andaru. (zet/fij/stch/dda)














