BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mulai memetakan empat subsektor ekonomi kreatif (ekraf) baru sebagai langkah memperluas ruang pertumbuhan industri kreatif di daerah.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengikuti perkembangan ekonomi kreatif nasional sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Empat subsektor ekonomi kreatif yang mulai dipetakan meliputi modifikasi otomotif, sulih suara (dubbing), konten digital, serta teknologi baru yang mencakup kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), blockchain, hingga Internet of Things (IoT).
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbud Kabupaten Banjarnegara, Diah Ayu Pramono, mengatakan penambahan subsektor tersebut merupakan kebijakan dari Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai respons terhadap perkembangan industri kreatif yang semakin beragam dan spesifik.
Sebelumnya, sektor ekonomi kreatif nasional terdiri dari 17 subsektor.
Kini jumlahnya bertambah menjadi 21 subsektor agar mampu mengakomodasi berbagai bidang usaha kreatif yang terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi.
Menurut Diah, Banjarnegara memiliki modal yang cukup kuat karena seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif sebelumnya telah memiliki pelaku usaha yang aktif.
Dengan hadirnya empat subsektor baru, pemerintah daerah optimistis potensi tersebut juga dapat berkembang dengan baik.
“Di Banjarnegara, alhamdulillah seluruh 17 subsektor yang lama sudah ada pelakunya. Dengan tambahan empat subsektor ini kami optimistis karena potensinya juga sudah mulai terlihat,” ujarnya.
Salah satu subsektor yang dinilai paling siap berkembang adalah modifikasi otomotif.
Disparbud telah menjalin komunikasi dengan berbagai komunitas otomotif di Banjarnegara, mulai dari komunitas Vespa hingga komunitas modifikasi mobil yang selama ini rutin menggelar kegiatan berskala nasional.
Ke depan, komunitas tersebut akan didorong untuk berkolaborasi dengan berbagai agenda daerah sehingga tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Ke depan kami akan mengolaborasikan dengan kegiatan-kegiatan lokal di Banjarnegara,” kata Diah.
Selain modifikasi otomotif, subsektor konten digital juga menjadi perhatian serius.
Pesatnya perkembangan media sosial, platform video, hingga industri kreator digital membuat bidang ini dinilai memiliki prospek ekonomi yang sangat besar.
Melalui pemetaan tersebut, Disparbud berharap semakin banyak kreator konten lokal Banjarnegara yang mampu menghasilkan karya berkualitas sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari aktivitas digital mereka.
Subsektor sulih suara (dubbing) juga kini memperoleh ruang tersendiri. Sebelumnya bidang ini masih tergabung dalam subsektor film dan animasi.
Namun, meningkatnya kebutuhan industri hiburan, konten digital, serta platform streaming membuat profesi pengisi suara dinilai memiliki karakteristik dan peluang bisnis yang berbeda sehingga layak berdiri sebagai subsektor tersendiri.
Tidak kalah penting, subsektor teknologi baru menjadi salah satu fokus pengembangan karena berkaitan langsung dengan transformasi digital.
Bidang ini mencakup pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), blockchain, Internet of Things (IoT), hingga berbagai inovasi teknologi yang diprediksi akan menjadi kebutuhan utama berbagai sektor industri pada masa mendatang.
Menurut Diah, perkembangan teknologi tersebut membuka peluang besar bagi generasi muda Banjarnegara untuk menciptakan usaha berbasis inovasi tanpa harus bergantung pada sektor pekerjaan konvensional.
Ia menjelaskan bahwa penambahan subsektor dilakukan karena perkembangan industri kreatif saat ini semakin spesifik.
Sebagai contoh, subsektor periklanan kini dipisahkan dari konten digital karena memiliki karakter usaha, model bisnis, dan target pasar yang berbeda.
Hal serupa juga berlaku bagi profesi sulih suara yang sebelumnya berada dalam subsektor film dan animasi.
Dengan adanya pengelompokan baru, masing-masing subsektor diharapkan memperoleh perhatian, pembinaan, serta dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.
Disparbud Banjarnegara menilai industri ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain mampu menciptakan lapangan kerja baru, sektor ini juga memiliki nilai tambah tinggi karena mengandalkan kreativitas, inovasi, serta pemanfaatan teknologi.
Pemerintah daerah juga berharap berbagai komunitas kreatif dapat saling berkolaborasi melalui penyelenggaraan event, festival, maupun pameran yang melibatkan banyak subsektor sekaligus.
Kolaborasi tersebut diyakini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
Dengan bertambahnya jumlah subsektor ekonomi kreatif menjadi 21, Banjarnegara optimistis mampu mengikuti perkembangan industri kreatif nasional.
Dukungan pemerintah, kolaborasi komunitas, serta meningkatnya minat masyarakat terhadap ekonomi digital diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha kreatif yang berdaya saing dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (far/stch/dda)














